Penipuan AI Menyasar Pedagang Kecil di Tasikmalaya

Penipuan AI meniru pejabat di Tasikmalaya. DPRD ingatkan warga waspada terhadap pesan suara dan video palsu.

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA – Kasus penipuan AI kembali muncul di Tasikmalaya dan menyasar warga biasa. Seorang pedagang bensin eceran hampir kehilangan uang setelah menerima video call dan pesan suara yang meniru Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Peristiwa ini menegaskan bahwa teknologi yang berkembang cepat juga membuka celah baru kejahatan digital yang membahayakan publik.

Apa yang Terjadi dan Mengapa Penting

Pada Rabu siang, 19 November 2025, Yati, pedagang bensin eceran di Empangsari, Kota Tasikmalaya, sedang melakukan siaran langsung di TikTok. Tiba-tiba dia dihubungi akun bernama โ€œkang Dedi Mulyadiโ€ yang menawarkan bantuan sebesar Rp50 juta. Komunikasi berlanjut melalui WhatsApp, lengkap dengan pesan suara dan video yang tampak meyakinkan.

Dalam pesan suaranya, pelaku terdengar sangat mirip dengan Dedi Mulyadi. Sebuah video teller bank yang menghitung uang juga dikirimkan seolah-olah proses pencairan bantuan sedang berlangsung. Bahkan panggilan video dilakukan selama sembilan detik, menampilkan sosok yang mirip pejabat tersebut.

โ€œSuaranya mirip. Videonya juga ada. Di video call, wajah yang muncul seperti Pak Dedi,โ€ kata Yati, Kamis, 20 November 2025.

Meski sempat percaya, Yati mulai curiga saat diminta mentransfer Rp500 ribu sebagai biaya administrasi.

Permintaan uang itu menjadi titik balik. Yati kemudian menghubungi anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi, yang langsung mengingatkannya bahwa itu indikasi penipuan AI.

โ€œSaya langsung dibilang jangan percaya. Untung saja saya memang tidak punya uang untuk ditransfer,โ€ ujarnya.

Peran Teknologi dalam Modus Penipuan Baru

DPRD Kota Tasikmalaya menilai kejadian ini sebagai alarm bahwa teknologi kecerdasan buatan mulai masuk ke ranah kejahatan harian. Kepler Sianturi menyebut pola penipuan ini memanfaatkan teknologi AI voice cloning dan manipulasi visual.

โ€œPesan suara, video, dan video call itu kemungkinan besar hasil teknologi AI. Orang awam memang sangat mudah terkecoh,โ€ kata Kepler.

detikJabar yang mendengarkan rekaman suara pelaku menemukan suara itu mirip tetapi terasa tidak natural ketika volumenya dinaikkan. Ada kekakuan seperti suara sintetis. Video yang dikirimkan juga diduga merupakan potongan dari konten lain yang dinarasikan ulang.

Baca juga: Bupati Ciamis Pastikan CCTV dan Jalur Utama Siap untuk Nataru

Ini sejalan dengan tren global: pelaku kriminal kini dapat memanfaatkan teknologi deepfake untuk meniru wajah, suara, dan gestur tokoh publik guna meyakinkan calon korban. Modus ini membuat batas antara komunikasi asli dan palsu makin tipis.

Respons Warga dan Catatan Keamanan Publik

Meski Yati tidak mengalami kerugian, kasus ini menjadi contoh bagaimana masyarakat mudah terjebak jika tidak memahami perubahan teknologi. Penipuan AI bukan lagi isu abstrak, tetapi ancaman konkret yang bisa muncul melalui telepon, pesan singkat, atau media sosial.

Menurut Kepler, edukasi publik menjadi kebutuhan mendesak. Ia meminta pemerintah daerah, kepolisian, dan lembaga pendidikan untuk memperkuat literasi digital, terutama bagi kelompok rentan seperti pedagang kecil, lansia, dan pekerja sektor informal.

โ€œTeknologi AI bisa dipakai untuk menipu rakyat kalau masyarakat tidak siap. Ini bukan kasus pertama, dan tidak akan jadi yang terakhir,โ€ ujarnya.

Kenapa Penipuan AI Mudah Menembus Ruang Privat Warga

Kasus ini juga menunjukkan bahwa media sosial memberi celah besar bagi pelaku. TikTok Live yang sedang berlangsung menjadi pintu masuk untuk memantau target dan membangun kepercayaan.

Baca juga: Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Tiga Anggota Ormas Cileungsi

Penipuan AI menyasar dua hal: citra publik tokoh yang dikenal dan ketidaktahuan masyarakat terhadap teknologi baru. Kombinasi itu membuat korban sulit membedakan mana suara asli dan mana suara rekayasa.

Bagi masyarakat di kota menengah seperti Tasikmalaya, teknologi sering kali diasumsikan netral dan aman. Padahal semakin canggih teknologi, semakin canggih pula modus kejahatan digital.

Warga Diimbau Mewaspadai Penipuan AI

Penipuan AI kini telah muncul di berbagai daerah dan meniru tokoh publik, pejabat, hingga kerabat. Kasus Yati memperjelas bahwa pelaku dapat memanfaatkan video pendek, voice note, hingga panggilan video palsu dalam waktu singkat.

Dalam situasi seperti ini, langkah paling aman adalah memastikan ulang identitas pengirim pesan melalui sumber resmi, menghindari transfer uang, dan tidak memberikan data pribadi lewat pesan digital.

Yati berharap pengalamannya menjadi pelajaran. โ€œSaya bersyukur tidak jadi kirim uang. Tapi saya kasihan kalau nanti ada orang lain yang tertipu,โ€ katanya.

Kasus Yati menunjukkan penipuan AI makin canggih. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan agar tidak mudah tertipu oleh rekayasa digital. (MD)


JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Wamenkes Dorong Program CKG Ciamis, Deteksi Dini Penyakit Berat

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kunjungan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia...

Hari Perdamaian Internasional, Gong Perdamaian Ciamis Jadi Pengingat dari Tatar Galuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS.ย Peringatan Hari Perdamaian Internasional pada Senin, 21...

Rumah Ambruk di Cihaurbeuti, 3 Keluarga Terdampak dan Butuh Bantuan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sebuah Rumah Ambruk di Cihaurbeuti, tepatnya...

Kebakaran Rumah di Panjalu, Pemilik Alami Luka Bakar 75 Persen

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran Rumah di Panjalu menghanguskan sebuah...

Haornas ke-43 di Ciamis, Warga Diajak Tidak ‘Mager’

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Olahraga tidak harus selalu identik dengan...

JAWA BARAT

Sumur Bor Majalengka Layani 3.599 Warga di Empat Desa Saat Kemarau

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Empat sumur bor Majalengka kini melayani...

Kebakaran Lahan Purwakarta, Api di Sindangpanon Dipadamkan Polisi dan Warga

lintaspriangan.com,ย BERITA PURWAKARTA. Kebakaran lahan Purwakarta terjadi di kawasan Kampung...

KRL Bogor Tambah Empat Perjalanan Mulai 21 September, Kembali 392 Perjalanan per Hari

lintaspriangan.com,ย BERITA BOGOR. KRL Bogor kembali melayani 392 perjalanan per...

Gara-gara Pilkades, Ruang Bupati Bekasi Digembok Massa

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Suasana menjelang pelaksanaan Pilkades Kabupaten Bekasi...

PPPK Kementerian PU Tanam Ganja, Alasannya Bikin Geleng Kepala

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Sulit mendapatkan ganja membuat seorang pegawai...

Danny Setiawan Berpulang, Dedi Mulyadi Kenang Jejaknya di Jabar

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Kabar duka datang dari Jawa...

Tambang Karawang Ditutup setelah Tiga Peringatan, Empat Syarat Harus Dipenuhi

lintaspriangan.com,ย BERITAย KARAWANG. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menutup operasional tambang Karawang...

Kebakaran Pabrik Losarang Padam Setelah Penanganan Berjam-jam, Penyebab Belum Dipastikan

lintaspriangan.com,ย BERITA INDRAMAYU.ย Kebakaran pabrik Losarang melanda Gedung 3 PT Food...

Olahraga

Popular Categories