lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Krisis Air Bersih Warga Warung Cikopi membuat warga cukup kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Namun pemandangan berbeda terlihat pada jari Sabtu (3/10/2026) ini, jeriken, ember dan galon bekas terlihat berjajar di pinggir jalan Kampung Warung Cikopi, Desa Salebu, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya.
Wadah-wadah itu bukan sekadar barang rumah tangga. Bagi warga, semuanya menjadi tempat menampung air yang semakin sulit diperoleh untuk kebutuhan sehari-hari.
Ketika sebuah truk tangki berhenti di tengah permukiman, warga mulai berdatangan membawa wadah kosong. Selang kemudian dipasang dan air bersih dialirkan satu per satu ke jeriken, ember hingga galon milik warga.
Siti (55), salah seorang warga, mengaku pasokan air tersebut cukup membantu setelah kebutuhan air untuk memasak dan minum belakangan sulit dipenuhi.
“Sangat terbantu sekali dengan pasokan distribusi air bersih ini. Untuk kebutuhan masak dan minum sehari-hari belakangan ini memang cukup sulit,” ujar Siti.
Di bawah terik matahari, warga terlihat mengantre untuk mendapatkan bagian air yang mereka butuhkan. Sejumlah petugas ikut membantu mengangkat wadah, terutama milik warga lanjut usia.
Air untuk kebutuhan paling dasar
Persoalan air bersih bagi warga Warung Cikopi bukan sekadar soal kenyamanan. Air dibutuhkan untuk aktivitas yang paling mendasar, mulai dari memasak hingga memenuhi kebutuhan minum keluarga.
Dalam kondisi pasokan air yang menurun, warga harus mencari cara untuk mendapatkan air agar aktivitas rumah tangga tetap berjalan.
Situasi tersebut kemudian diketahui jajaran Polres Tasikmalaya setelah anggota melakukan komunikasi langsung dengan masyarakat.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Heru Samsul Bahri mengatakan, sehari sebelumnya Kapolres Tasikmalaya bersama jajarannya mendatangi warga untuk berdialog mengenai kondisi keamanan sekaligus mendengarkan keluhan masyarakat.
Dari pertemuan tersebut, persoalan air bersih menjadi salah satu keluhan yang disampaikan warga.
“Malam tadi Bapak Kapolres dengan jajaran sambangi warga untuk menjaga kamtibmas dengan terjun langsung. Ngobrol mendengar keluhan masyarakat. Dan hasilnya warga mengeluh kekurangan air. Kami atas perintah Pak Kapolres langsung salurkan air bersih,” kata Heru.
Bantuan datang saat warga membutuhkan air
Penyaluran air dilakukan personel Polres Tasikmalaya dari sejumlah satuan, di antaranya Satuan Reserse Kriminal, Satuan Lalu Lintas dan Satuan Samapta.
Petugas membantu mengalirkan air dari tangki ke wadah yang telah disiapkan warga.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi melalui Kasubsi Penmas Polres Tasikmalaya Aipda Triana Anggasari mengatakan distribusi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan pasokan air.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Kami berharap bantuan air bersih yang disalurkan dapat bermanfaat dan sedikit membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Triana.
Bagi warga, yang paling penting dari kegiatan tersebut bukan seremoni maupun siapa yang datang membawa bantuan.
Yang mereka perlukan adalah air yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Antrean warga pun berlangsung tertib hingga penyaluran selesai. Wadah-wadah yang sebelumnya kosong perlahan terisi.
Namun, distribusi air bersih pada hari itu juga memperlihatkan persoalan yang lebih mendasar di Kampung Warung Cikopi. Ketika pasokan air berkurang, kebutuhan rumah tangga ikut terdampak dan warga harus mencari sumber air lain untuk bertahan.
Karena itu, bantuan air bersih menjadi solusi untuk kebutuhan saat itu, sementara persoalan ketersediaan air bagi warga tetap membutuhkan perhatian lebih jauh.
Setidaknya pada Sabtu itu, jeriken-jeriken yang semula kosong kembali terisi. Bagi warga Warung Cikopi Kabupaten Tasikmalaya, air tersebut berarti kesempatan untuk kembali memasak, minum dan menjalani aktivitas rumah tangga tanpa harus terlalu cemas memikirkan dari mana mendapatkan air berikutnya. (HS)
