Di Tengah Kemarau, Ini Pemicu Hujan di Tasikmalaya Pagi Ini

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.  Hujan di Tasikmalaya terpantau turun cukup rapat pada Selasa, 21 Juli 2026, sekitar pukul 05.59 WIB. Hujan pagi itu menarik perhatian karena terjadi ketika sebagian besar wilayah Pulau Jawa telah memasuki musim kemarau.

Berdasarkan prospek cuaca terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan masih dapat terbentuk pada musim kemarau akibat dinamika atmosfer regional. Faktor yang paling relevan untuk wilayah Jawa ialah aktivitas Madden–Julian Oscillation atau MJO yang diprakirakan memasuki Indonesia bagian selatan.

Aktivitas MJO dapat meningkatkan pertumbuhan awan dengan membawa dan mengumpulkan uap air di wilayah yang dilaluinya. Kondisi tersebut didukung suhu muka laut di sekitar Indonesia yang masih cukup hangat serta terbentuknya pola belokan dan perlambatan angin.

BMKG belum menerbitkan analisis khusus mengenai hujan yang turun tepat di Kota Tasikmalaya pukul 05.59 WIB. Namun, kondisi tersebut sejalan dengan prospek atmosfer periode 21–27 Juli 2026 yang diterbitkan BMKG pada Senin, 20 Juli 2026.

Hujan di Tasikmalaya Dipengaruhi Dinamika Atmosfer

Dalam prospek cuaca sepekan, BMKG menjelaskan bahwa MJO secara spasial diprediksi memasuki wilayah Indonesia bagian selatan.

Pada saat bersamaan, terdapat sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik sebelah utara Papua. Sirkulasi tersebut diprakirakan menarik massa udara dari wilayah Indonesia bagian barat menuju timur.

Pergerakan massa udara itu kemudian memicu terbentuknya daerah belokan dan perlambatan angin. Ketika kondisi tersebut bertemu dengan ketersediaan uap air serta suhu permukaan laut yang hangat, peluang pembentukan awan hujan dapat meningkat di sejumlah wilayah.

Dinamika inilah yang paling mungkin mendukung turunnya hujan di Tasikmalaya pada Selasa pagi. Meski demikian, diperlukan analisis radar dan pengamatan cuaca lokal untuk memastikan faktor yang bekerja secara spesifik pada tempat dan waktu kejadian.

BMKG juga mencatat hujan sedang hingga ekstrem masih terjadi di beberapa daerah pada 15–19 Juli 2026. Di Jawa Barat, curah hujan pada periode tersebut tercatat mencapai 91 milimeter per hari pada titik pengamatan tertentu.

Mengapa Hujan Masih Turun Saat Kemarau?

Musim kemarau tidak berarti hujan berhenti sepenuhnya. Penentuan musim dilakukan berdasarkan akumulasi curah hujan selama periode tertentu, bukan berdasarkan kondisi cuaca dalam hitungan satu atau dua jam.

BMKG menjelaskan, suatu wilayah dapat dikategorikan memasuki musim kemarau apabila curah hujannya kurang dari 50 milimeter per dasarian atau periode sepuluh hari, kemudian berlangsung selama sedikitnya tiga dasarian berturut-turut.

Dengan demikian, hujan tetap dapat turun beberapa kali di tengah musim kemarau. Selama jumlah dan frekuensinya lebih rendah dibandingkan musim hujan, status musim kemarau tidak otomatis berubah.

Hujan pagi di Kota Tasikmalaya juga tidak berarti musim hujan telah kembali. Peristiwa tersebut lebih tepat dipahami sebagai hujan lokal yang muncul di tengah pola musim yang secara umum lebih kering.

BMKG bahkan masih mendeteksi El Niño aktif dengan anomali suhu muka laut wilayah Niño 3.4 sebesar positif 1,47. El Niño umumnya menekan curah hujan dan memperkuat kondisi kering di Indonesia.

Artinya, El Niño bukan pemicu hujan di Tasikmalaya pagi ini. Hujan justru muncul karena dinamika atmosfer regional dan lokal yang untuk sementara tetap memungkinkan awan hujan tumbuh di tengah kecenderungan cuaca kering.

Prakiraan Cuaca Kota Tasikmalaya

Dalam prakiraan cuaca tingkat kecamatan, BMKG mengategorikan cuaca Kota Tasikmalaya pada Selasa, 21 Juli 2026, umumnya berawan. Suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 20–27 derajat Celsius, dengan kelembapan maksimum mencapai 97–99 persen di beberapa kecamatan.

Kelembapan yang tinggi menunjukkan masih tersedianya cukup uap air di lapisan udara dekat permukaan. Apabila bertemu kondisi atmosfer yang mendukung, awan dapat berkembang dan menurunkan hujan secara lokal.

Untuk Rabu, 22 Juli 2026, BMKG memprakirakan hujan ringan di delapan kecamatan, yakni Cihideung, Cipedes, Tawang, Indihiang, Cibeureum, Mangkubumi, Bungursari, dan Purbaratu. Sementara itu, Kawalu dan Tamansari diprakirakan berawan.

Pada periode 21–23 Juli 2026, kondisi cuaca Indonesia secara umum diprakirakan berkisar antara cerah berawan hingga hujan ringan. BMKG juga memasukkan Jawa Barat ke dalam wilayah yang perlu mewaspadai potensi angin kencang.

Masyarakat Kota Tasikmalaya karena itu tetap perlu memantau pembaruan cuaca, terutama sebelum melakukan kegiatan di luar ruangan. Payung masih layak dibawa meskipun kalender menyebut musim kemarau—sebab awan kadang memiliki agenda sendiri. (AS)

[td_block_2 limit="7" offset="1" category_id=""]

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

INU Ciamis Tekankan Mutu Pascasarjana: Kuliah S2 Terjangkau, Lulusan Harus Kompeten

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Institut Nahdlatul Ulama (INU) Ciamis...

KondisiJembatan Ciangir Tasikmalaya, Anak Sekolah dan Warga Bertaruh Keselamatan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kondisi Jembatan Ciangir yang menghubungkan...

PAN Usulkan Asep Rahmat Jadi Wakil Bupati Ciamis, PKB Belum Berikan Rekomendasi Resmi

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ciamis...

Peserta BPJS Kesehatan Garut Berkurang 60 Ribu, Anggaran Justru Naik Jadi Rp196 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Jumlah peserta BPJS Kesehatan Garut yang iurannya...

Peta Politik Wabup Ciamis, Asep Rahmat Dapat Respons PKB

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Peta politik pengisian kursi Wabup...

JAWA BARAT

Sindikat Pecah Kaca di Cianjur Terungkap, Kerugian Korban Rp4,1 Miliar dari 15 Lokasi

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Polres Cianjur mengungkap sindikat pecah kaca...

Polisi Temukan 27 Batang Ganja di Atap Rumah Bandung, Bibit Disebut Dibawa dari Amerika Serikat

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Polrestabes Bandung mengungkap kasus penanaman ganja...

Pilkades 47 Desa di Cianjur Ditunda hingga November 2026, Jadwal Baru Tunggu Perbup

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Pelaksanaan Pilkades 47 desa di Cianjur,...

Pilkades Digital Sumedang Digelar di 424 TPS, Pemkab Siapkan 92 Tim Teknis

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Pemerintah Kabupaten Sumedang menyiapkan 424 tempat pemungutan...

65 RSUD di Jawa Barat Jalin Kerja Sama, Warga Bisa Berobat Lintas Daerah

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Sebanyak 65 Rumah Sakit Umum...

Petani Pebayuran Hadapi Ancaman Kekeringan, Pemkab Bekasi Prioritaskan Normalisasi Irigasi BKG 22–38

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Pemerintah Kabupaten Bekasi memprioritaskan normalisasi irigasi...

Warga Lima Kecamatan di Majalengka Kekurangan Air Bersih, 26 Truk Tangki Dikerahkan

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Warga di lima kecamatan Kabupaten Majalengka,...

Kecelakaan Tol Cipularang Libatkan 15 Kendaraan, Satu Orang Luka Berat dan Seluruh Lajur Sempat Tertutup

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Kecelakaan Tol Cipularang yang melibatkan 15...

Olahraga

Popular Categories