lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-25 diperingati pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Memasuki usia seperempat abad, Pemerintah Kota Tasikmalaya menyiapkan 25 kegiatan sepanjang Oktober melalui Tasikmalaya Oktober Festival (TOF) 2026, mulai dari pelayanan kesehatan, kegiatan ekonomi kreatif, olahraga hingga seni budaya.
Peringatan Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-25 tahun ini mengusung tema “Langkah Santun, Jiwa Tangguh”. Rangkaian kegiatan telah diluncurkan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan pada Minggu, 4 Oktober 2026, di kawasan Simpang Lima. Pemerintah kota melibatkan masyarakat, komunitas, pelaku usaha dan sejumlah kementerian dalam penyelenggaraannya.
Hari Jadi Kota Tasikmalaya Diisi Pelayanan Kesehatan dan Ekonomi Kreatif
Salah satu agenda yang disiapkan pemerintah adalah Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 17–20 Oktober 2026 di Plaza Asia Tasikmalaya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan langsung kepada masyarakat selama peringatan hari jadi.
Selain layanan kesehatan, rangkaian TOF 2026 mencakup kegiatan perdagangan, ketenagakerjaan, edukasi, inovasi dan pengembangan ekonomi kreatif.
Pemerintah Kota Tasikmalaya juga menjalin kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Kolaborasi tersebut mencakup penyelenggaraan kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat, penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta kesempatan kerja.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyampaikan bahwa peringatan usia ke-25 diarahkan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, termasuk melalui layanan kesehatan dan penyediaan ruang bagi warga untuk berkarya.
Pemerintah kota turut menyiapkan agenda International Job Fair sebagai bagian dari rangkaian kegiatan bidang ketenagakerjaan.
Maskot Tata dan Titi Diperkenalkan dalam Perayaan Seperempat Abad
Peringatan Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-25 juga ditandai dengan peluncuran logo dan maskot resmi bernama Tata dan Titi.
Kedua maskot tersebut terinspirasi dari ikan dalam legenda Kota Tasikmalaya dan menggunakan sejumlah unsur budaya daerah.
Unsur yang ditampilkan antara lain Payung Geulis, kebaya bordir, Kelom Geulis, sandal tarumpah, dan batik Tasikmalaya.
Nama Tata dan Titi merujuk pada sopan santun serta tata krama, sesuai dengan tema peringatan tahun ini.
Sementara itu, logo peringatan hari jadi dipilih melalui sayembara yang diikuti 55 peserta. Pemerintah kota menetapkan Abdul Hasim, warga Kecamatan Tawang, sebagai pemenang sayembara tersebut.
Rangkaian Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-25 tidak hanya berpusat pada perayaan tanggal 17 Oktober, tetapi dijadwalkan berlangsung sepanjang bulan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Pemerintah kota berharap peringatan seperempat abad ini dapat menjadi kesempatan memperkenalkan identitas dan produk unggulan Tasikmalaya sekaligus memperluas keterlibatan warga dalam kegiatan kota. (NS/AS)
