Fikri Dikriansyah: “Bappelitbangda Kota Tasikmalaya Layak Ditelisik!”

lintaspriangan.comBERITA TASIKMALAYA. Sorotan terhadap pengadaan barang dan jasa di Bappelitbangda Kota Tasikmalaya bergulir. Setelah sebelumnya muncul pemberitaan mengenai kejanggalan paket swakelola bernilai ratusan juta rupiah, kini perhatian datang dari kalangan organisasi pemuda.

Ketua Pemuda PUI Kota Tasikmalaya, Fikri Dikriansyah, menyatakan bahwa isu pengadaan di Bappelitbangda Kota Tasikmalaya patut mendapat perhatian publik dan perlu ditelisik lebih dalam. Hal itu ia sampaikan saat bersilaturahmi ke redaksi Lintas Priangan pada Sabtu (14/03/2026).

Menurut Fikri, ia tertarik menyoroti persoalan tersebut setelah membaca pemberitaan terkait paket swakelola yang dinilai janggal. Ia mengaku sebelumnya juga sempat mendengar sejumlah informasi yang mengarah pada dugaan persoalan dalam tata kelola pengadaan barang dan jasa di Bappelitbangda Kota Tasikmalaya.

“Saya membaca berita itu dan merasa perlu mencermati lebih jauh. Apalagi sebelumnya saya juga pernah mendengar adanya aroma yang kurang sedap terkait pengadaan barang dan jasa di Bappelitbangda Kota Tasikmalaya,” ujar Fikri.

Diskusi Pendalaman

Sebagai tindak lanjut, Fikri mengaku telah berkoordinasi dengan rekan-rekannya sesama aktivis muda untuk melakukan diskusi pendalaman. Diskusi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu (15/03/2026).

Menurutnya, pembahasan tidak hanya akan menyoroti paket swakelola sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, tetapi juga berbagai informasi lain yang belakangan beredar mengenai pola pengadaan.

“Besok kami akan melakukan diskusi internal untuk mendalami berbagai informasi yang ada. Bukan hanya soal paket swakelola, tetapi juga indikasi lain yang kami dengar terkait pengadaan barang dan jasa di Bappelitbangda Kota Tasikmalaya,” katanya.

Dugaan Paket Kecil yang Masif

Fikri mengungkapkan, beberapa waktu lalu ia juga menerima informasi mengenai dugaan praktik pengadaan yang dikemas dalam paket-paket kecil namun dilakukan secara masif. Menurutnya, pola seperti ini sering kali luput dari perhatian publik karena nilainya tidak besar jika dilihat secara satuan.

Ia mencontohkan dugaan belanja kebutuhan operasional seperti kertas, tinta refill printer, alat tulis kantor (ATK), hingga jasa fotokopi.

“Informasi yang kami terima menyebutkan ada indikasi pengadaan dalam bentuk paket kecil, jumlahnya banyak dan rutin, tapi tidak logis. Misalnya belanja kertas, tinta printer, ATK, atau fotokopi,” ungkapnya.

Sebagai ilustrasi, Fikri menyebut adanya informasi mengenai pembelanjaan kertas untuk kegiatan asistensi yang nilainya mencapai jutaan rupiah. Padahal, berdasarkan informasi yang ia terima dari sumber internal ASN, kegiatan asistensi tersebut tidak membutuhkan konsumsi kertas dalam jumlah besar.

“Kalau benar demikian, tentu perlu ditelusuri lebih lanjut apakah belanja tersebut benar-benar sesuai kebutuhan atau tidak,” ujarnya.

Selain itu, Fikri juga mengaku sempat menerima masukan agar pihaknya turut mendalami pengadaan fasilitas tertentu di lingkungan Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, termasuk pengadaan lift.

Menurutnya, berbagai informasi yang beredar tersebut masih perlu diverifikasi secara cermat melalui diskusi dan pengumpulan data.

“Kami tentu tidak ingin berspekulasi. Karena itu perlu ada pendalaman terlebih dahulu sebelum mengambil langkah lebih lanjut,” katanya.

Opsi Audiensi hingga Aksi

Saat ditanya mengenai langkah setelah diskusi pendalaman dilakukan, Fikri mengatakan bahwa ia akan menentukan sikap berdasarkan hasil diskusi pendalaman.

Ia menyebut beberapa opsi yang mungkin ditempuh antara lain melakukan audiensi, korespondensi, atau bahkan menggelar aksi penyampaian aspirasi.

“Biasanya langkahnya bisa berupa audiensi atau korespondensi. Kalau memang diperlukan, tidak menutup kemungkinan juga ada aksi penyampaian aspirasi. Tergantung nanti bagaimana respons dari Bappelitbangda Kota Tasikmalaya,” katanya.

Siap Tempuh Jalur Ajudikasi

Fikri menegaskan bahwa ia dan rekan-rekannya juga tidak akan tinggal diam apabila isu yang berkembang tidak mendapat respons dari pejabat publik yang berwenang.

Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah merupakan hal yang penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

“Yang pasti saya dan rekan-rekan tidak akan diam jika para pejabat publik tidak merespons atau memilih bungkam. Apalagi ini di Bappelitbangda, lembaga yang sangat strategis dalam pembangunan daerah,” tegasnya.

Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk menempuh jalur lebih lanjut apabila diperlukan.

“Kalau memang harus menempuh jalur ajudikasi atau pelaporan, kami juga siap. Yang terpenting adalah memastikan tata kelola pemerintahan berjalan secara transparan dan akuntabel,” pungkasnya.

Baca berita terkait: Ratusan Juta: Paket Swakelola Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, Janggal!

Sorotan terhadap pengadaan di Bappelitbangda Kota Tasikmalaya sendiri sebelumnya mencuat setelah adanya pemberitaan mengenai paket swakelola bernilai ratusan juta rupiah yang dinilai janggal oleh sejumlah pihak. Isu tersebut kini mulai mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat yang mendorong adanya penjelasan terbuka dari pihak terkait. (AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Festival Literasi Ciamis 2026 Masuki Hari Kedua, Berlangsung hingga 24 September

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Festival Literasi Ciamis 2026 memasuki hari kedua...

Pemerintah Digital Ciamis 2026 Diukur lewat 35 Indikator

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Digital Ciamis memasuki skema evaluasi baru...

AKP Rd. Hasan Sadikin Jabat Kapolsek Cikajang, Patri Arsono Pindah ke Wanaraja

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. AKP Rd. Hasan Sadikin kini menjabat Kapolsek...

Kota Banjar Masuk 58 Daerah yang Replikasi SISGITA Tangsel

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. SISGITA Kota Banjar akan dikembangkan melalui...

Pemeriksaan TBC Tasikmalaya Disiapkan Pakai Usap Tenggorokan Mulai 2027

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemeriksaan TBC Tasikmalaya direncanakan menggunakan metode yang...

JAWA BARAT

Hibar Budaya Saung Kopi Hawwu Dimulai Hari Ini, Berlangsung Lima Hari di Kuningan

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Hibar Budaya Saung Kopi Hawwu mulai digelar...

Nikah Massal Kota Bandung Hari Ini, 10 Pasangan Dijadwalkan Akad di MPP

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Sebanyak 10 pasangan dijadwalkan mengikuti nikah...

Job Fair Online Depok Digelar Hari Ini, Sekitar 15 Perusahaan Ikut

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Job fair online Depok digelar...

5 Peristiwa Jawa Barat: King Kobra, Temuan Kerangka di Kuningan hingga Duka Sepak Bola

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Sejumlah peristiwa Jawa Barat terjadi...

Demplot Ubi Jalar Kuningan Naikkan Panen dari 3,5 Ton Jadi 6,3 Ton per 100 Bata

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Penerapan demplot ubi jalar di Desa Linggamekar,...

Lulusan SMK Jabar Didorong Terhubung Langsung ke Perusahaan

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong...

Sumur Bor Majalengka Layani 3.599 Warga di Empat Desa Saat Kemarau

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Empat sumur bor Majalengka kini melayani...

Kebakaran Lahan Purwakarta, Api di Sindangpanon Dipadamkan Polisi dan Warga

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Kebakaran lahan Purwakarta terjadi di kawasan Kampung...

Olahraga

Popular Categories