lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kabar menggembirakan datang dari perkembangan pembangunan Kota Tasikmalaya. Setelah bertahun-tahun bertahan pada kisaran dua digit, angka kemiskinan Kota Tasikmalaya akhirnya turun menjadi 9,34 persen pada 2026.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H. Aslim, S.H., M.Si. Ia memandang penurunan angka kemiskinan sebagai kemajuan penting yang layak disyukuri sekaligus dijadikan pijakan untuk menghadirkan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.
“Kita apresiasi. Ini perkembangan yang menggembirakan dan patut kita syukuri bersama. Menurunkan angka kemiskinan bukan pekerjaan sederhana. Ada proses panjang, kerja keras, dan komitmen yang harus terus dijaga. Setiap kemajuan tentu layak mendapat penghargaan,” ujar Aslim, Rabu (14/10/2026).
Berdasarkan data terbaru yang disampaikan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, tingkat kemiskinan daerah turun dari 10,84 persen pada 2025 menjadi 9,34 persen pada 2026, atau berkurang 1,50 poin persentase.
Penurunan ini sekaligus melanjutkan tren positif beberapa tahun terakhir. Pada 2023, angka kemiskinan Kota Tasikmalaya masih berada di level 11,53 persen, kemudian menjadi 11,10 persen pada 2024, sebelum turun lagi menjadi 10,84 persen pada 2025.
Bagi Aslim, perkembangan tersebut bukan semata keberhasilan pemerintah daerah, melainkan buah dari ikhtiar bersama yang melibatkan banyak pihak. Karena itu, ia mengajak semua elemen masyarakat untuk memandang capaian tersebut dengan semangat kebersamaan, bukan sekadar kebanggaan sesaat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan sejatinya memiliki makna yang jauh lebih luas daripada pencapaian target statistik. Di balik setiap persentase kemiskinan yang berhasil ditekan, terdapat harapan agar semakin banyak keluarga memperoleh kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
“Angka statistik memang penting untuk mengukur keberhasilan kebijakan. Namun, pada akhirnya, ukuran paling bermakna dari sebuah pembangunan adalah ketika manfaatnya benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat. Ketika semakin banyak keluarga mampu hidup layak, anak-anak memiliki kesempatan pendidikan yang baik, dan masyarakat mempunyai penghasilan yang lebih baik. Ke sanalah seluruh ikhtiar pembangunan harus diarahkan,” tuturnya.
Aslim menilai, menembus angka kemiskinan satu digit merupakan pencapaian penting bagi Kota Tasikmalaya. Kendati demikian, hasil tersebut juga menghadirkan tanggung jawab yang tidak kalah besar, yakni memastikan tren penurunan dapat terus berlanjut.
Terlebih, masih terdapat sekitar 65 ribu warga Kota Tasikmalaya yang berada dalam kategori miskin. Bagi Aslim, angka tersebut menjadi pengingat bahwa pekerjaan besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat belum selesai.
Ia berharap, keberhasilan yang telah diraih dapat semakin memperkuat semangat pemerintah daerah dalam mengembangkan program-program pemberdayaan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat.
“Keberhasilan hari ini harus menjadi energi untuk melangkah lebih jauh. Kita tentu ingin masyarakat yang telah keluar dari kemiskinan memiliki fondasi ekonomi yang kuat, sehingga tidak mudah kembali terpuruk ketika menghadapi kesulitan. Pembangunan harus mampu memberikan harapan sekaligus kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh dan mandiri,” ungkapnya.
Dalam pandangannya, keberlanjutan kebijakan menjadi faktor penting agar penurunan kemiskinan tidak berhenti sebagai pencapaian tahunan. Program pembangunan perlu terus diarahkan pada penguatan kemampuan ekonomi masyarakat, termasuk melalui dukungan terhadap pelaku usaha kecil dan kelompok masyarakat yang masih rentan.
Sebagai lembaga yang menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, DPRD Kota Tasikmalaya, menurut Aslim, memiliki tanggung jawab untuk terus mendorong kebijakan pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga semangat kolaborasi yang telah terbangun. Sebab, pengentasan kemiskinan bukan pekerjaan yang dapat diselesaikan oleh satu lembaga atau satu periode pemerintahan, melainkan membutuhkan kesungguhan dan kesinambungan.
“Kemajuan sebuah daerah bukan hanya ditentukan oleh seberapa tinggi pencapaian yang berhasil diraih, tetapi juga oleh kemampuan kita memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dari kemajuan itu. Kita ingin Kota Tasikmalaya terus berkembang menjadi daerah yang maju, sekaligus memberikan kehidupan yang semakin baik bagi seluruh warganya,” kata Aslim.
Ia berharap penurunan angka kemiskinan Kota Tasikmalaya menjadi momentum untuk semakin memperkuat optimisme masyarakat terhadap masa depan daerahnya.
“Menembus angka satu digit adalah kabar baik. Tetapi yang lebih membanggakan kelak adalah ketika semakin banyak masyarakat kita mampu berdiri di atas kekuatan ekonominya sendiri. Itulah keberhasilan yang sesungguhnya ingin kita wariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya. (NS/AS)
