lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Kebakaran lahan Binangun, api membakar lahan kosong di Blok Santiong, Dusun Pangasinan, Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Kobaran api melahap semak dan vegetasi kering hingga area yang terbakar diperkirakan mencapai dua hektare.
Kebakaran terjadi pada siang hari. Kepulan asap yang terlihat dari sekitar lokasi membuat warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.
Polsek Pataruman kemudian menerjunkan personel ke lokasi. Karena api berada di area terbuka dengan vegetasi yang cukup kering, petugas langsung berkoordinasi dengan pemadam kebakaran dan unsur lainnya untuk mencegah kobaran merembet lebih luas.
Dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit kendaraan suplai air dikerahkan untuk menangani api. Personel BPBD, Polres Banjar, TNI, Satpol PP serta warga juga ikut membantu proses pemadaman.
Api cepat merambat di tengah vegetasi kering
Kondisi lahan menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran. Semak dan vegetasi yang mengering membuat api lebih mudah menjalar dari satu bagian lahan ke bagian lainnya.
Petugas harus memastikan kobaran tidak kembali muncul setelah api utama berhasil dikendalikan.
Sekitar pukul 14.00 WIB, api akhirnya berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang masih berpotensi memicu kebakaran susulan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian materiil juga belum ditemukan.
Kapolsek Pataruman IPTU Hermawan, S.Pd.I., mengatakan respons cepat diperlukan karena kebakaran di lahan terbuka dapat berkembang dalam waktu singkat.
“Begitu mendapat informasi, anggota langsung bergerak ke lokasi. Kami tidak ingin api berkembang dan menjangkau area lain. Karena itu, sejak awal kami langsung berkoordinasi dengan Damkar dan unsur terkait untuk mempercepat penanganan,” ujar Hermawan.
Penyebab kebakaran masih didalami
Setelah api berhasil dipadamkan, polisi tidak hanya meninggalkan lokasi. Petugas melakukan pengecekan terhadap area yang terbakar serta meminta keterangan sejumlah warga untuk mengetahui dari mana api pertama kali muncul.
Hingga kini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan dan masih dalam pendalaman.
Kondisi tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan karena sumber awal api perlu diketahui untuk memastikan apakah kebakaran terjadi akibat faktor alam, aktivitas manusia, maupun sebab lainnya.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap atau titik api di lahan terbuka. Pelaporan sejak awal dapat memberikan waktu bagi petugas untuk melakukan penanganan sebelum api meluas.
Masyarakat dapat menghubungi Call Center 110 atau kepolisian terdekat apabila menemukan kejadian serupa.
Kebakaran lahan di Binangun menjadi pengingat bahwa area terbuka dengan vegetasi kering tetap memiliki risiko tinggi terbakar. Ketika api mulai muncul, selisih waktu beberapa menit dapat menentukan apakah kobaran berhasil dikendalikan atau justru meluas ke area yang lebih besar. (HS)
