lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Herry Dermawan, menegaskan penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Ciamis harus tepat sasaran. Ia meminta persoalan administrasi dan ketidaksesuaian data penerima tidak sampai menghambat petani memperoleh pupuk yang menjadi haknya.
Penegasan itu disampaikan Herry dalam kegiatan evaluasi dan monitoring penyaluran pupuk bersubsidi Kabupaten Ciamis tahun 2026, yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan 73 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian RI.
Kegiatan berlangsung di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Rabu (14/10/2026). Bupati Ciamis Herdiat Sunarya diwakili Asisten Daerah I, Rudi.
Herry mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam distribusi pupuk bersubsidi agar mematuhi ketentuan dan tidak menyalahgunakan kewenangan. Menurutnya, pengawasan diperlukan agar bantuan pemerintah benar-benar diterima petani yang berhak.
“Kalau ada petani yang sudah menyetorkan uang kepada pengecer, tetapi pupuknya belum diterima, silakan segera melapor. Jika ada persoalan terkait pupuk, koordinasikan terlebih dahulu dengan Pak Wanto agar masalahnya bisa ditelusuri dan ditindaklanjuti,” ujar Herry.
Data Petani Jadi Salah Satu Kendala Penyaluran Pupuk Subsidi
Herry menyebut persoalan penyaluran pupuk bersubsidi di sejumlah daerah berkaitan dengan administrasi dan ketidaksesuaian data penerima.
Kendala tersebut antara lain petani belum tercatat dalam sistem pendataan, perubahan lahan garapan yang belum diperbarui, serta ketidaksesuaian data dalam dokumen kelompok tani.
Karena itu, ia meminta ketua kelompok tani lebih aktif memeriksa data anggotanya. Petani yang belum tergabung dalam kelompok tani juga perlu dirangkul agar dapat mengikuti proses pendataan sesuai ketentuan.
“Jangan sampai petani yang memang berhak justru kesulitan mendapatkan pupuk hanya karena persoalan administrasi. Ketua kelompok tani harus aktif memeriksa data anggotanya dan membantu petani yang belum terdaftar agar bisa diproses sesuai aturan,” tegasnya.
Herry juga meminta petani berkoordinasi dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL) apabila menemukan kendala dalam pendataan maupun penebusan pupuk.
Menurutnya, distribusi yang transparan membutuhkan koordinasi antara petani, kelompok tani, penyuluh, distributor, pengecer, dan pemerintah. Setiap laporan terkait penyaluran perlu ditelusuri dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.
Harga Pupuk Turun 20 Persen, Penggunaan Harus Efisien
Selain menyoroti distribusi, Herry mengapresiasi kebijakan pemerintah yang menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen.
Ia berharap kebijakan tersebut dapat membantu menekan biaya produksi dan menjaga keberlangsungan usaha tani. Namun, dukungan itu perlu diimbangi dengan pengelolaan pertanian yang lebih baik, termasuk penggunaan pupuk sesuai kebutuhan tanaman.
Herry mengingatkan bahwa pemakaian pupuk secara berlebihan tidak otomatis meningkatkan hasil panen. Pemupukan yang tidak sesuai kebutuhan justru berpotensi menambah biaya tanpa memberikan hasil optimal.
“Petani perlu memahami bahwa semakin banyak pupuk bukan berarti hasilnya pasti semakin baik. Penggunaannya harus sesuai kebutuhan tanaman dan rekomendasi yang tepat, sehingga biaya produksi lebih efisien dan produktivitas bisa meningkat,” ungkapnya.
Ia turut menyinggung pentingnya kepastian harga gabah dan dukungan kebijakan pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dengan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
Menurut Herry, akses terhadap pupuk, sarana pertanian, dan pendampingan teknis menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas petani serta ketahanan pangan nasional.
Ciamis Terima 73 Unit Alsintan dari Kementerian Pertanian
Dalam kegiatan yang sama, Kabupaten Ciamis memperoleh bantuan 73 unit alsintan pada 2026. Bantuan tersebut disalurkan melalui aspirasi Herry Dermawan dan usulan Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis kepada Kementerian Pertanian RI.
Bantuan itu terdiri atas 10 unit traktor, 32 unit traktor roda dua, 30 unit pompa air, serta satu unit rice transplanter atau mesin tanam padi.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, melalui Asisten Daerah I Rudi, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Ia berharap bantuan peralatan pertanian dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membantu pekerjaan petani dan meningkatkan produktivitas.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis, kami menyampaikan terima kasih atas dukungan dan perhatian terhadap sektor pertanian di daerah kami. Bantuan ini diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produktivitas, mempercepat pekerjaan di lapangan, serta memperkuat ketahanan pangan,” ujar Rudi.
Ia menjelaskan, pertanian merupakan salah satu sektor strategis yang menopang perekonomian daerah sekaligus memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Ketersediaan sarana produksi dan peralatan yang memadai karena itu menjadi kebutuhan penting.
Rudi juga mengingatkan agar pemanfaatan bantuan disertai pengelolaan dan pengawasan yang baik sehingga penggunaannya sesuai peruntukan dan manfaatnya dapat dirasakan petani.
Pompa air yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian, terutama ketika menghadapi cuaca kering dan potensi kekeringan akibat fenomena El Niño.
Pengawasan Pupuk dan Pemanfaatan Alsintan Perlu Berjalan Bersama
Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap dukungan sarana pertanian berjalan beriringan dengan pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi.
Menurut Rudi, pengawasan perlu mencakup ketepatan data penerima, kesesuaian alokasi, kelancaran distribusi, hingga kepatuhan terhadap harga yang ditetapkan pemerintah.
“Pengawasan harus dilakukan bersama. Jangan sampai pupuk bersubsidi yang diperuntukkan bagi petani justru mengalami kendala dalam penyaluran. Setiap persoalan harus segera dikoordinasikan dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing,” tegasnya.
Bantuan alsintan dan perbaikan tata kelola pupuk menjadi dua aspek yang diharapkan dapat mendukung kegiatan usaha tani di Ciamis. Pelaksanaannya tetap membutuhkan pengawasan dan koordinasi agar sarana yang disediakan serta pupuk bersubsidi benar-benar menjangkau petani sesuai peruntukannya. (FSL/HS)
