lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kebakaran lahan Pamarican menghanguskan area sekitar satu hektare di Dusun Sukamantri, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Selasa (13/10/2026) pagi. Peristiwa itu terjadi di lahan ampah jati milik Perhutani dan sempat memicu kekhawatiran warga karena api berpotensi merambat lebih luas pada kondisi lahan yang kering.
Petugas pemadam dari Pos Wilayah Manajemen Kebakaran Banjarsari dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan warga. Hingga Selasa siang, api dilaporkan sudah berhasil dipadamkan, sementara penyebab kebakaran lahan Pamarican tersebut masih belum dipastikan.
Laporan Masuk Pagi, Petugas Langsung Bergerak
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari laporan penanganan, kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Laporan kemudian diterima petugas sekitar pukul 05.45 WIB, dan tim bergerak menuju lokasi sekitar satu menit setelah laporan masuk. Petugas tiba di lokasi pada pukul 05.59 WIB untuk melakukan pemadaman.
Area yang terbakar berada di kawasan lahan ampah jati di Dusun Sukamantri. Kobaran api membakar material kering di lahan tersebut sehingga api cepat meluas. Luas area terdampak diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.
Kebakaran lahan seperti ini bukan kali pertama terjadi di wilayah Pamarican selama musim kemarau. Sebelumnya, portal resmi Kecamatan Pamarican juga memuat laporan kebakaran hutan jati di wilayah lain di kecamatan itu dan mengingatkan bahwa vegetasi kering serta hembusan angin dapat mempercepat penyebaran api.
Penyebab Belum Dipastikan, Warga Diminta Waspada
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran lahan Pamarican belum diumumkan. Karena itu, peristiwa ini masih dikategorikan sebagai kebakaran lahan yang penyebabnya belum diketahui. Informasi yang tersedia sejauh ini lebih menekankan pada lokasi kejadian, luas lahan yang terbakar, serta respons pemadaman oleh petugas.
Peristiwa ini kembali menunjukkan tingginya risiko kebakaran lahan pada musim kemarau, terutama di kawasan dengan banyak serasah atau material kering. Dalam rilis resmi kebakaran hutan jati yang dimuat sebelumnya, pemerintah kecamatan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya di area hutan dan lahan kering.
Selain menghanguskan sekitar satu hektare lahan, kebakaran lahan Pamarican juga menjadi pengingat perlunya kewaspadaan warga di sekitar kawasan rawan. Upaya pencegahan dinilai penting agar kebakaran serupa tidak kembali terjadi dan tidak meluas ke area lain, termasuk lahan pertanian maupun permukiman. (NS/AS)
