lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Harga beras medium di Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya bergerak berlawanan berdasarkan pembaruan data Sistem Informasi Pengendalian Inflasi Daerah (Si Linda) Jawa Barat pada Rabu, 14 Oktober 2026. Harga di Ciamis mengalami kenaikan, sedangkan Kabupaten Tasikmalaya mencatat penurunan.
Data yang menjadi acuan pada Kamis, 15 Oktober 2026, tersebut menunjukkan harga beras medium di Kabupaten Ciamis mencapai Rp14.333 per kilogram. Sementara itu, harga komoditas yang sama di Kabupaten Tasikmalaya tercatat Rp13.440 per kilogram atau lebih rendah Rp893 dibandingkan Ciamis.
Harga Beras di Ciamis Naik Rp83 per Kilogram
Berdasarkan data Si Linda Jawa Barat, harga beras medium di Kabupaten Ciamis naik Rp83 per kilogram atau sekitar 0,58 persen dibandingkan pencatatan sebelumnya.
Sebelum kenaikan tersebut, harga komoditas ini tercatat Rp14.250 per kilogram. Perubahan itu menempatkan harga beras medium di Ciamis di atas sejumlah daerah lain di wilayah Priangan Timur.
Berbeda dengan Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya mencatat penurunan sebesar Rp60 per kilogram atau sekitar 0,44 persen. Harga yang sebelumnya berada di Rp13.500 per kilogram turun menjadi Rp13.440 per kilogram.
Perbedaan arah perubahan harga ini memperlihatkan bahwa perkembangan harga pangan tidak berlangsung seragam meskipun kedua kabupaten berada dalam kawasan geografis yang berdekatan.
Namun, data tersebut belum menjelaskan secara khusus penyebab kenaikan harga di Ciamis maupun penurunan di Kabupaten Tasikmalaya. Faktor pasokan, distribusi, dan permintaan masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut kepada instansi perdagangan serta pelaku pasar setempat.
Harga Beras di Garut, Pangandaran, dan Kota Tasikmalaya Stabil
Selain Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya, data Si Linda Jawa Barat juga menunjukkan harga beras medium di sejumlah daerah Priangan Timur lainnya.
Di Kabupaten Garut, harga beras medium tercatat Rp14.000 per kilogram dan tidak mengalami perubahan dibandingkan pencatatan sebelumnya.
Sementara itu, Kota Tasikmalaya mencatat harga Rp13.500 per kilogram dengan kondisi stabil. Harga yang sama juga tercatat di Kota Banjar, meski informasi perubahan harga hariannya belum tersedia dalam dashboard.
Kabupaten Pangandaran memiliki harga beras medium sebesar Rp13.000 per kilogram. Dalam pembaruan 14 Oktober tersebut, harga di wilayah ini tercatat stabil.
Dengan demikian, Pangandaran memiliki angka harga terendah di antara enam kabupaten dan kota Priangan Timur yang tercantum dalam data tersebut, sedangkan Ciamis mencatat angka tertinggi.
Di tingkat Jawa Barat, dashboard pengendalian inflasi menunjukkan tiga daerah mengalami kenaikan harga beras medium dan satu daerah mengalami penurunan. Sebanyak 20 daerah tercatat stabil, sementara sebagian wilayah lainnya tidak memiliki informasi perubahan harga.
Perbedaan harga antardaerah menjadi salah satu indikator yang dapat digunakan untuk memantau perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat.
Meski demikian, angka dalam dashboard merupakan data pemantauan harga yang tidak selalu sama dengan harga transaksi di setiap pedagang atau pasar.
Untuk memastikan perkembangan harga beras medium setelah 14 Oktober 2026, diperlukan pembaruan data berikutnya serta pengecekan langsung ke pasar di masing-masing daerah. (NS/AS)
