lintaspriangan.com, TAJUK LINTAS. Sebuah media tidak hanya tumbuh dari berita yang diterbitkannya. Ia tumbuh dari orang-orang di belakangnya, dari pengalaman yang berpindah tangan, dari gagasan yang terus diuji, dan dari keberanian untuk menata diri ketika zaman bergerak lebih cepat.
Semangat itulah yang menandai penyegaran di tubuh Lintas Priangan, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Dalam penataan struktur terbaru, Deni Heryanto mendapat amanah sebagai Pemimpin Redaksi Lintas Priangan, menggantikan Hasan Soleh yang selanjutnya dipercaya mengemban tugas sebagai Pemimpin Perusahaan.
Pada saat yang sama, Lintas Priangan memperkuat dapur redaksinya dengan mengangkat Diki Samani sebagai Redaktur Pelaksana. Kehadiran jabatan baru tersebut menjadi bagian dari upaya memperbesar daya kerja redaksi agar produksi jurnalistik dapat bergerak lebih masif, terarah, sekaligus tetap terjaga kualitasnya.
Pergantian tanggung jawab itu dipimpin langsung Pemimpin Umum Lintas Priangan, Drs. H. Otong Koswara, M.Si., dan ditandai dengan serah terima surat tugas sebagai simbol berpindahnya mandat sekaligus dimulainya tanggung jawab baru di masing-masing lini.
Bagi Lintas Priangan, perubahan struktur bukan sekadar mengganti nama pada kolom susunan redaksi.
Ada pengalaman yang hendak dibagi. Ada kemampuan yang harus terus diasah. Dan ada organisasi yang harus tumbuh tanpa kehilangan ingatan tentang dari mana ia berangkat.
“Penyegaran ini bagian dari pemerataan pengalaman sekaligus penguatan Lintas Priangan di setiap lini. Lintas Priangan lahir dan tumbuh dari kerja bersama, sehingga setiap orang harus mendapat ruang untuk berkembang dan mengambil tanggung jawab yang lebih besar,” kata Drs. H. Otong Koswara, M.Si.
Menurutnya, perkembangan industri media menuntut organisasi pers untuk tidak berhenti pada pola kerja yang sudah dianggap nyaman.
Redaksi harus kuat. Perusahaan harus sehat. Jejaring harus terus melebar. Dan seluruh unsur di dalamnya mesti mampu bergerak sebagai satu kesatuan.
“Kami ingin struktur yang ada semakin kuat dan mampu menjawab tantangan media yang terus berubah,” ujarnya.
Menjaga Karakter Lintas Priangan
Bagi Deni Heryanto, kursi Pemimpin Redaksi bukan sekadar posisi baru.
Di sana ada tanggung jawab menjaga sesuatu yang selama ini menjadi identitas Lintas Priangan: cara melihat persoalan lebih dalam daripada sekadar apa yang tampak di permukaan.
“Ini amanah yang tidak kecil. Apalagi Lintas Priangan punya tempat yang istimewa bagi saya,” kata Deni.
Ia melihat Lintas Priangan tumbuh dengan karakter jurnalistik yang tidak sepenuhnya mengejar riuhnya arus informasi. Di tengah berita yang datang silih berganti dalam hitungan menit, media ini memilih memberi ruang lebih besar bagi analisis, kedalaman informasi, dan jurnalisme data.
“Lintas Priangan memiliki karakter yang khas, kuat dalam analisis dan semakin berkembang dalam jurnalisme data. Karakter itu tentu harus saya kawal dan perkuat,” ujarnya.
Karakter itu pula yang akan menjadi salah satu pekerjaan besar di meja Pemimpin Redaksi.
Sebab pada akhirnya, kecepatan memang penting bagi sebuah media. Tetapi kecepatan tanpa kedalaman hanya akan membuat ruang informasi semakin sesak.
Deni juga menempatkan pembangunan jejaring sebagai bagian penting dalam perjalanan redaksi berikutnya.
“Selain menjaga kualitas redaksi, saya juga berkewajiban membangun jejaring, menjaga kemitraan yang sudah ada, dan membuka jejaring baru,” katanya.
Redaksi Diperkuat, Perusahaan Dibenahi
Penyegaran kali ini juga membawa Hasan Soleh memasuki ruang tanggung jawab yang berbeda.
Setelah sebelumnya memimpin redaksi, Hasan kini dipercaya sebagai Pemimpin Perusahaan Lintas Priangan.
Perpindahan itu membuat pengalaman yang selama ini ditempa di ruang redaksi berkelindan dengan tantangan lain yang tak kalah penting: membangun fondasi perusahaan media yang lebih tertib dan berkelanjutan.
Hasan mengakui masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan, terutama dalam tata kelola administrasi perusahaan.
“Salah satu yang perlu kami benahi adalah tata kelola administrasi perusahaan. Ini menjadi pekerjaan rumah yang cukup besar bagi saya,” katanya.
Namun perusahaan media tidak dapat hidup hanya dengan administrasi yang rapi.
Di belakang kerja jurnalistik yang ideal, selalu ada kebutuhan membangun mesin usaha yang sehat agar independensi dan keberlangsungan media memiliki pijakan yang kokoh.
Karena itu, Hasan juga mendapat tugas memperluas ruang-ruang kerja sama yang dapat memperkuat perusahaan.
“Di sisi lain, saya juga dituntut memperluas peluang kemitraan, terutama dalam pengembangan iklan, kerja sama usaha, dan bentuk kemitraan lain yang bisa menopang pertumbuhan Lintas Priangan,” ujarnya.
Mesin Redaksi yang Lebih Masif
Pengangkatan Diki Samani sebagai Redaktur Pelaksana melengkapi penataan tersebut.
Posisi Redaktur Pelaksana diharapkan menjadi simpul yang mempertemukan kebijakan editorial dengan denyut produksi berita sehari-hari.
Sebab gagasan besar sebuah media pada akhirnya selalu diuji di tempat yang sangat sederhana: meja redaksi.
Di sanalah isu dipilih. Data diperiksa. Narasumber diuji. Kalimat dipertimbangkan. Judul diperdebatkan. Dan keputusan tentang apa yang layak diketahui publik dibuat setiap hari.
Dengan struktur yang semakin lengkap, Lintas Priangan ingin membuat seluruh proses itu bergerak lebih cepat tanpa menjadi tergesa-gesa, lebih masif tanpa kehilangan ketelitian, serta lebih luas tanpa meninggalkan karakter jurnalistiknya.
Penyegaran bukan titik akhir. Ia justru sebuah permulaan.
Sebuah ikhtiar untuk memastikan bahwa ketika lanskap media berubah, teknologi berkembang, algoritma berganti, dan cara masyarakat mengonsumsi informasi terus bergerak, Lintas Priangan tidak sekadar ikut berubah—tetapi tahu bagian mana yang harus berubah dan bagian mana yang harus tetap dijaga.
Orangnya boleh berganti posisi.
Mejanya boleh berpindah.
Tanggung jawab boleh berubah.
Namun satu perkara tak boleh ikut bergeser: jurnalisme harus tetap mempunyai alasan untuk dipercaya.
