APBD Menyusut, Kinerja Bapenda Harusnya Ngebut!

lintaspriangan.com, TAJUK LINTAS. Kabar penyusutan APBD Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2026 sekitar Rp300 miliar menjadi sinyal keras bagi tata kelola fiskal daerah. Pendapatan dari transfer pusat dan provinsi berkurang, sementara kebutuhan belanja publik tetap berjalan. Struktur anggaran pun mengalami tekanan, bahkan sejak awal tahun sudah terlihat ruang fiskal yang tidak lagi longgar.

Dalam situasi seperti ini, efisiensi memang menjadi pilihan rasional. Belanja dipilah, kegiatan diprioritaskan, dan pengeluaran yang tidak mendesak ditekan. Namun efisiensi saja tidak cukup. Ketika sumber eksternal menyusut, maka sumber internal harus diperkuat. Di sinilah peran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menjadi strategis.

Secara regulatif, tugas dan fungsi Bapenda jelas. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, perangkat daerah dibentuk untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah, termasuk pengelolaan pendapatan. Ketentuan teknisnya diperkuat melalui PP Nomor 18 Tahun 2016, yang menegaskan fungsi penunjang keuangan daerah berada pada organisasi yang menangani pendapatan.

Dalam praktiknya, Bapenda memiliki fungsi perumusan kebijakan teknis, pendataan objek dan subjek pajak, penetapan besaran pajak, penagihan, hingga pengendalian dan evaluasi realisasi pendapatan. Artinya, bukan hanya menunggu setoran masuk, tetapi aktif memastikan potensi benar-benar berubah menjadi penerimaan.

Di tengah tekanan fiskal, perhatian publik tertuju pada potensi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), khususnya dari Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Di Kota Tasikamlaya, sempat mencuat laporan adanya 3.711 Nomor Objek Pajak (NOP) yang belum dilakukan penetapan dan penagihan BPHTB. Artinya, kewajiban pajaknya belum diformalkan sebagai piutang daerah.

Angka ini bukan sekadar administratif. Jika disimulasikan secara konservatif dengan asumsi nilai objek rata-rata Rp100 juta dan NPOPTKP Rp80 juta, maka BPHTB per objek sekitar Rp1 juta. Dikalikan 3.711 NOP, potensi yang belum tergarap sekitar Rp3,7 miliar.

Jika memakai skenario moderat dengan nilai rata-rata Rp300 juta, potensi bisa mencapai sekitar Rp40,8 miliar. Bahkan dalam skenario agresif dengan nilai rata-rata Rp500 juta, angkanya bisa menembus lebih dari Rp78 miliar.

Tentu itu estimasi berbasis asumsi. Namun setidaknya memberi gambaran: potensi yang belum ditetapkan bisa bernilai signifikan, apalagi ketika daerah sedang berjuang menjaga keseimbangan fiskal.

Perlu dicatat, data 3.711 NOP tersebut merupakan data tahun 2024 yang dirilis pada 2025. Artinya, sangat mungkin hari ini sudah ada progres penanganan. Publik tentu berharap Bapenda dapat memberikan penjelasan terbuka mengenai perkembangan terakhirnya.

Namun secara prinsip, situasi ini menjadi refleksi penting. Saat APBD menyusut dan efisiensi digaungkan, perangkat daerah penghasil PAD memang sedang diuji. Ujian itu bukan pada slogan, melainkan pada kecepatan, ketelitian, dan konsistensi menjalankan fungsi dasar.

Karena pada akhirnya, ketika anggaran dari pusat menyusut, sudah waktunya SKPD di daerah berpikir serius mendongkrak PAD. Jika inovasi terasa sulit, minimal jangan lamban. Dan jika terobosan masih sebatas impian, setidaknya pastikan tidak ada potensi kebocoran anggaran!

[td_block_2 limit="7" offset="1" category_id=""]

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Rata-Rata Lama Sekolah di Priangan Timur: Terendah di Tasikmalaya, Kesenjangan Gender Terlebar di Garut

lintaspriangan.com, BERITA PRIANGAN TIMUR. Hari Guru Sedunia yang diperingati...

Dua Event Jawa Barat Digelar 4 Oktober, Jazz di Bandung dan Trail Run di Garut

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Dua event Jawa Barat berlangsung...

Kecelakaan Kapal Nelayan Tasikmalaya Dua Nelayan Ditemukan Tewas, Operasi SAR Berakhir

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pencarian dua nelayan yang hilang akibat...

Operasi Bibir Sumbing Gratis di Tasikmalaya Berlanjut 4 Oktober

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Operasi bibir sumbing dan celah langit-langit...

Insentif SPPG Berubah Jadi Rp2.000 per Porsi Mulai 5 Oktober

lintaspriangan.com, BERITA PRIANGAN TIMUR. Skema insentif SPPG dalam Program...

JAWA BARAT

Dua Event Jawa Barat Digelar 4 Oktober, Jazz di Bandung dan Trail Run di Garut

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Dua event Jawa Barat berlangsung...

Jembatan Paledang-Pasir Jaya Capai 95 Persen, Ditargetkan Diresmikan Pertengahan Oktober

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Pembangunan Jembatan Paledang-Pasir Jaya di Kota...

2.300 Lowongan Kerja Subang Dibuka, Pendaftaran Operator BYD Berakhir 4 Oktober

lintaspriangan.com, BERITA SUBANG. Sebanyak 2.300 lowongan kerja Subang tersedia...

Gempa Sukabumi M 4,2 Terasa hingga Cianjur, Pusat Gempa di Laut

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Gempa Sukabumi bermagnitudo 4,2 terjadi pada...

PT Wemade Indonesia Jaya di Bongas Kulon, Dari Lapangan Kerja Lokal hingga Pasar Amerika

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Di tengah berkembangnya kawasan industri di...

Papandayan Jazz Festival 2026 Dimulai Hari Ini, Ruth Sahanaya hingga Diskoria Tampil di Bandung

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Papandayan Jazz Festival 2026 dimulai di The...

Proyek Data Center AI Jatiluhur Disetop, AMDAL dan PBG Belum Rampung

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Pembangunan data center AI Jatiluhur di Kabupaten...

Santunan PT Wemade Indonesia Jaya, Sejumlah Anak Yatim di Bongas Kulon Terima Sembako dan Uang Saku

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Kepedulian terhadap masyarakat sekitar mulai ditunjukkan...

Olahraga

Popular Categories