Ancaman yang Membuat Hidup

lintaspriangan.com, INSPIRATIF. Satu saat, seorang pengusaha berkunjung ke daerah pesisir pantai. Ia ingin bertemu dengan para nelayan. Si pengusaha ini membutuhkan banyak ikan salmon. Ia meminta bantuan para nelayan, agar bisa menangkap ikan salmon saat melaut. Dia berjanji, akan membeli semua ikan salmon dengan harga tiga kali lipat dari harga normal. Tapi dengan catatan, yang ia butuhkan adalah ikan salmon hidup dan segar.
Para nelayan yang mendengar hasil tangkapannya akan dibeli dengan harga tiga kali lipat tentu bahagia. Tapi, mereka juga harus berfikir keras, bagaimana agar ikan salmon yang mereka tangkap, bisa tetap hidup dan segar sampai perahu mereka tiba di pesisir. Ini akan jadi tantangan, karena mereka faham, lokasi habitat salmon itu biasanya jauh dari pantai. Perjalanan pulang akan cukup panjang, dan jadi ancaman untuk nyawa ikan salmon.
Berembuklah para nelayan itu. Sampai kemudian, mereka bersepakat membawa beberapa peralatan tambahan untuk menjaga agar ikan salmon bisa bertahan hidup. Diantaranya adalah peralatan untuk suplai oksigen dan beberapa jenis pakan untuk salmon. Mereka juga sedikit merombak konstruksi perahu, agar bak penampungan sementara terasa nyaman untuk ikan salmon.
Lalu, berangkatlah beberapa perahu untuk berburu salmon. Mereka harus melaut lebih jauh dari biasanya, karena habitat salmon memang berada di tengah lautan. Tiba di lokasi habitat salmon, mereka langsung bekerja, menebar jaring yang sudah mereka siapkan sebelumnya. Meski mandi keringat karena lelah, wajah mereka terlihat bahagia, karena mereka berhasil menangkap banyak ikan salmon. Mereka pun segera pulang, memacu perahunya agar segera tiba di daratan. Mereka tak mau, ikan salmon tangkapan mereka, mati dalam bak penampungan.
Setibanya di pesisir pantai, para nelayan itu langsung memeriksa kondisi ikan salmon. Dan ternyata, mayoritas ikan salmon hasil tangkapan mereka sudah mati. Ada yang masih hidup, tapi dalam kondisi lemas dan sekarat. Di perburuan pertama, mereka gagal total!
Pantas saja, si pengusaha berani membayar tiga kali lipat, karena ternyata tak mudah. Perburuan kedua, ketiga, bahkan keempat, para nelayan itu masih saja gagal. Ikan salmon hasil tangkapannya, kebanyakan mati ketika perahu mereka bersandar di pesisir pantai.
Mereka kemudian memutuskan untuk konsultasi kepada Tetua Nelayan. Dia nelayan paling senior di kampung itu. Mereka menceritakan perburuan mereka yang berulang kali gagal. Lalu, Tetua Nelayan memberikan saran.
“Jangan menyerah. Besok, kembalilah melaut. Tapi, selain menangkap salmon, kalian harus menangkap satu ekor anak ikan hiu. Tempatkan mereka dalam satu bak penampungan,” saran Tetua.
Meski belum mengerti maksud Tetua, para nelayan itu menuruti saran tersebut. Dan singkat cerita, mereka sudah berada di tengah laut, kembali berburu salmon. Mereka juga tak lupa saran Tetua, untuk menangkap anak ikan hiu. Dan memasukkan semuanya dalam satu bak penampungan. Setelah itu, mereka pun bersegera pulang.
Ajaib! Setibanya di pantai, saat mereka memeriksa bak penampungan, ternyata semua ikan salmon masih hidup. Bukan sekedar hidup, semua ikan salmon itu bahkan masih bugar. Para nelayan memperhatikan sejenak apa yang terjadi dalam bak penampungan. Ternyata, salmon itu tetap hidup karena mereka tak berhenti bergerak. Mereka semuanya dalam kondisi siaga penuh, karena harus menghindari kejaran hiu kecil yang berhasrat memangsa mereka. Kecil-kecil juga tetap hiu, raja laut yang ditakuti oleh semua ikan termasuk salmon.
So, saat merasa diri tak nyaman karena ada ancaman, jangan membuat kecil hati. Teruslah bergerak, karena itulah yang akan membuat kita tetap hidup! (Lintas Priangan)



