Lonjakan Zakat Baznas Kota Tasikmalaya, dari Rp4 M Jadi Rp7 M

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kinerja Baznas Kota Tasikmalaya kembali mencuri perhatian. Lembaga pengelola zakat ini mencatat peningkatan signifikan dalam penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari masyarakat. Jika tahun sebelumnya total penerimaan hanya sekitar Rp4 miliar, tahun 2024 jumlahnya melonjak menjadi Rp7 miliar.
Peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat Kota Tasikmalaya untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. Transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan dana umat tersebut.
Ketua Baznas Kota Tasikmalaya, H, Nasihin, menjelaskan bahwa kenaikan ini tidak hanya berasal dari zakat profesi ASN, tetapi juga dari kalangan masyarakat umum dan dunia usaha.
“Kita terus melakukan sosialisasi dan edukasi tentang pentingnya zakat sebagai instrumen pemerataan ekonomi umat. Alhamdulillah, kesadaran masyarakat semakin tumbuh,” ujarnya.
Peningkatan Nilai Zakat: Bukti Kepercayaan Masyarakat
Peningkatan penerimaan hingga hampir dua kali lipat dalam setahun menjadi capaian luar biasa. Tahun 2023, total zakat yang terkumpul mencapai Rp4 miliar, sedangkan per September 2024 sudah menembus Rp7 miliar.
Dana tersebut kemudian disalurkan untuk program-program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi mustahik. Di antaranya bantuan modal usaha, beasiswa anak yatim, serta bedah rumah bagi warga miskin.
H. Nasihin menambahkan bahwa Baznas terus memperluas kanal digital pembayaran zakat. Dengan aplikasi dan layanan online, masyarakat kini lebih mudah menyalurkan zakat tanpa harus datang langsung ke kantor Baznas.
“Digitalisasi menjadi kunci peningkatan layanan. Kita ingin zakat bisa diakses dari mana saja, kapan saja,” kata H. Nasihin.
Baznas Award: Wali Kota Tasikmalaya Raih Penghargaan Kepala Daerah Pendukung Zakat
Keberhasilan Baznas Kota Tasikmalaya tidak lepas dari dukungan kuat Pemerintah Kota. Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, bahkan meraih penghargaan Baznas Award 2025 dalam kategori Kepala Daerah Pendukung Zakat.
Penghargaan ini diberikan atas komitmennya dalam mendorong ASN Pemkot Tasikmalaya menyalurkan zakat melalui Baznas, serta menjadikan zakat sebagai bagian dari kebijakan sosial daerah.
“Ini hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat. Zakat bukan sekadar ibadah, tetapi juga solusi pengentasan kemiskinan,” ujar Wali Kota setelah menerima penghargaan.
Dengan penghargaan tersebut, Kota Tasikmalaya meneguhkan diri sebagai salah satu kota paling aktif dalam pengelolaan zakat di Jawa Barat.
Wali Kota Apresiasi Pengelolaan Dana Umat yang Amanah
Dalam kesempatan terpisah, Wali Kota Tasikmalaya memberikan apresiasi tinggi kepada Baznas atas kinerjanya yang profesional, transparan, dan akuntabel. Ia menilai, keberhasilan penghimpunan dana sebesar Rp7 miliar menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan publik terhadap Baznas semakin kuat.
“Pengelolaan dana umat ini harus dijaga amanahnya. Pemerintah akan terus mendukung agar zakat benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga berencana memperluas kerja sama dengan Baznas dalam program pemberdayaan ekonomi umat, khususnya untuk pelaku usaha mikro dan keluarga miskin produktif.
Tasikmalaya Jadi Teladan Pengelolaan Zakat di Jabar
Capaian Baznas Kota Tasikmalaya yang berhasil menaikkan penerimaan zakat, infak, dan sedekah dari Rp4 miliar menjadi Rp7 miliar menjadi bukti keberhasilan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga pengelola zakat.
Dengan penghargaan tingkat nasional dan dukungan wali kota, Kota Tasikmalaya kini menjadi teladan pengelolaan dana umat yang amanah, transparan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan warga. (GPS)



