Berita Tasikmalaya

Spanduk Ini Muncul di Balai Kota, Ada Apa dengan Wali Kota Tasikmalaya?

Masa Depan Kepercayaan Publik

Lebih jauh, Asep Ishak menekankan bahwa aksi massa seharusnya tidak selalu diposisikan sebagai gangguan. Menurutnya, demonstrasi adalah bagian dari mekanisme demokrasi, terutama ketika kanal formal tidak berjalan optimal.

“Dialog memang tidak selalu nyaman, tapi absennya dialog jauh lebih berisiko. Ketika pemimpin tidak hadir, ruang tafsir publik menjadi liar dan sulit dikendalikan,” ujarnya.

Berita Tasikmalaya lainnya: 5 Masalah Krusial dalam 1 Tahun Kepemimpinan Viman

Ia juga mengingatkan bahwa kritik publik tidak identik dengan kebencian terhadap pemerintah. Dalam banyak kasus, kritik justru lahir dari keinginan agar pemerintah berjalan lebih responsif dan terbuka. Karena itu, kehadiran Wali Kota Tasikmalaya di ruang dialog publik menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas sosial.

Asep menilai, jika pola menghindari pertemuan langsung terus berulang, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh kepala daerah secara personal, tetapi juga oleh institusi pemerintahan secara keseluruhan. Kepercayaan publik, menurutnya, adalah modal utama yang tidak bisa digantikan oleh keberhasilan program semata.

Baca Berita Tasikmalaya lainnya: “KH Miftah Fauzi dan Ribuan Pedagang Cikurubuk Tunggu Sikap Pemkot Tasik”

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Tasikmalaya terkait kemunculan spanduk di pagar Balai Kota maupun respons atas permintaan audiensi mahasiswa sebelumnya.

Dalam konteks demokrasi lokal, sering kali yang paling diingat warga bukan seberapa banyak kebijakan diumumkan, melainkan seberapa jauh pemimpinnya bersedia hadir dan mendengar. (AC)

Laman sebelumnya 1 2 3

Related Articles

Back to top button