Berita Tasikmalaya

Wali Kota Bungkam, Senin Pedagang Pasar Cikurubuk Turun ke Jalan

Upaya Konfirmasi ke KH Miftah Fauzi

Redaksi Lintas Priangan mencoba mengonfirmasi rencana aksi tersebut dengan mendatangi langsung kediaman KH. Tb. Miftah Fauzi di Tasikmalaya.

Namun berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi, ulama yang menjadi Ketua Forum Masyarakat Peduli Pedagang Pasar Cikurubuk itu sedang tidak berada di rumah.

Menurut keterangan yang diterima redaksi, KH Miftah Fauzi tengah memenuhi undangan sebagai penceramah dari Bupati Tangerang.

Meski demikian, sejumlah Pedagang Pasar Cikurubuk yang ditemui di lingkungan pasar membenarkan adanya rencana aksi massa tersebut.


Pedagang Benarkan Rencana Aksi

Beberapa pedagang menyebutkan bahwa rencana aksi tersebut merupakan langkah yang terpaksa diambil setelah berbagai upaya komunikasi tidak mendapatkan respons.

Salah seorang pedagang mengatakan bahwa sebelumnya mereka berharap pemerintah kota segera memberikan tanggapan terhadap surat yang telah dikirim oleh HIPPATAS.

Namun karena hingga kini belum ada jawaban, para Pedagang Pasar Cikurubuk akhirnya memilih menyiapkan langkah aksi massa.

Menurutnya, aksi tersebut bukan dimaksudkan untuk menciptakan konflik, melainkan untuk memastikan suara pedagang benar-benar didengar oleh pemerintah daerah.


Pedagang Tidak Akan Diam Saat Wali Kota Bungkam

Seorang pedagang yang telah lama berjualan di Pasar Cikurubuk mengatakan bahwa rencana aksi tersebut lahir dari rasa kecewa para pedagang.

Ia menyebutkan bahwa para pedagang sebenarnya sudah berupaya menempuh jalur komunikasi resmi melalui surat yang dikirimkan kepada pemerintah kota.

Namun hingga kini, menurutnya, tidak ada tanda-tanda bahwa aspirasi Pedagang Pasar Cikurubuk tersebut mendapat perhatian.

“Kami sudah menempuh cara baik-baik. Surat resmi sudah dikirim sejak pertengahan Februari. Tapi sampai hari ini tidak ada jawaban sama sekali,” ujarnya.

Ia menambahkan, para pedagang berharap pemerintah daerah dapat segera membuka komunikasi agar persoalan pasar tidak terus berlarut.

“Kalau pemerintah memilih diam, jangan salahkan kalau pedagang akhirnya harus bersuara lebih keras. Kami hanya ingin didengar. Wali kota bungkam, kami tidak akan diam!” katanya.

Pedagang tersebut juga menegaskan bahwa bagi mereka Pasar Cikurubuk bukan sekadar tempat berdagang, tetapi sumber penghidupan bagi ribuan keluarga.

“Pasar ini tempat kami mencari nafkah. Kalau surat tidak dijawab dan pedagang tidak diajak bicara, lalu kami harus mengadu ke siapa lagi?” pungkasnya. (AS)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Back to top button