Berita Tasikmalaya

Kominfo Kab. Tasikmalaya: Hidup Ngabisin Anggaran, Matipun Enggan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Website resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya, yang biasa diakses melalui alamat tasikmalayakab.go.id, sudah beberapa hari terakhir tidak bisa diakses. Hal ini diketahui dari keluhan Diki Samani, seorang warga Tasikmalaya, yang mencoba membuka halaman permohonan informasi publik secara online pada awal pekan ini.

Diki, yang berharap bisa memanfaatkan website pemerintah untuk mendapatkan akses informasi publik, mengaku kesal ketika mendapati halaman yang tuju tidak bisa diakses. “Sudah beberapa hari website itu tidak bisa diakses. Saya coba beberapa kali dan hasilnya tetap sama, muncul pesan error,” ujar Diki kepada Lintas Priangan, Rabu (03/09/2025).

Kata Pejabat Kominfo: Website Sedang “Maintenance”

Pada hari Rabu (3/9/2025), Diki mencoba menghubungi salah seorang pejabat di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Tasikmalaya, melalui pesan singkat untuk menanyakan penyebab gangguan tersebut. Dalam balasannya, pejabat tersebut mengonfirmasi bahwa benar website memang sedang tidak dapat diakses karena sedang dalam proses pemeliharaan (maintenance).

Namun, Diki merasa heran, mengingat website tersebut sudah tidak bisa diakses setidaknya selama tiga hari. “Kenapa pemeliharaannya bisa sampai berhari-hari? Kalau memang ada masalah teknis, kenapa tidak segera diselesaikan?” tambah Diki dengan nada kecewa.

Andaipun benar ada kendala teknis yang kompleks, menurut Diki, seharusnya ada publikasi melalui saluran komunikasi lain, misalnya melalui akun medsos resmi Kominfo Kabupaten Tasikmalaya.

“Ini namanya saja Kominfo, tapi memanfaatkan saluran komunikasi saja jauh dari kata efektif,” tambah Diki.

Diki juga melihat sebuah ironi yang harusnya jadi cermin evaluasi untuk Kabupaten Tasikmalaya. Menurut Diki, saat ini Kominfo untuk kesekian kalinya sedang melakukan rekrutmen tenaga IT.

“Ironis ini. Mereka beberapa kali melakukan rekrutment tenaga IT, tapi layanan seperti ini. Bulan lalu, salah satu konten instagram mereka berbunyi: “Menuju Kabupaten Tasikmalaya Go Digital”. Konten yang keren tapi buat saya malah terasa sekedar slogan kalau website-nya saja mati berhari-hari tanpa penjelasan publikasi,” kritik Diki.

Masalah Teknis atau Tidak Terbayar?

Redaksi kemudian mencoba untuk mengakses website Pemkab Tasikmalaya pada Kamis pagi (4/9/2025), dan benar saja, tampilan yang muncul adalah pesan error “403 Forbidden”.

Secara teknis, pesan error “403 Forbidden” memastikan sebenarnya halaman sebuah website itu ada, namun tidak bisa dibuka karena ada pembatasan akses. Pembatasan ini umumnya dikarenakan tiga hal, antara lain: pemeliharaan server, kesalahan konfigurasi server atau pembayaran sebuah layanan yang belum diperpanjang.

“Jangan-jangan ini dampak anggaran Cut-Off yang diberlakukan oleh Bupati Tasikmalaya,” kata Diki.

Menakar Peran Kominfo

Diki pun menyoroti masalah lebih jauh dengan menyatakan kekecewaannya terhadap Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tasikmalaya. “Kominfo Kabupaten Tasikmalaya seperti hidup enggan mati tak mau,” ujarnya.

Peran Kominfo sangat vital dalam pengelolaan website pemerintah daerah, yang menjadi saluran informasi utama bagi masyarakat di era digital. Ia menegaskan bahwa website pemkab seharusnya menjadi alat yang menjaga transparansi dan akuntabilitas pemerintah kepada masyarakat.

“Website pemerintah daerah bagi Kominfo itu seperti tugas utama dinas kesehatan yang menjaga layanan kesehatan, atau tugas dinas pendidikan yang mengurusi pendidikan. Ketika website pemkab saja mati sampai berhari-hari, wajar kalau kita pertanyakan kinerja Kominfo,” ujar Diki.

Diki juga menyoroti bahwa di banyak daerah, Kominfo sudah sejak lama menjadi sebuah dinas tersendiri. Namun, di Kabupaten Tasikmalaya, Kominfo justru hanya menjadi bidang yang berada di bawah Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika. Ini dinilai Diki sebagai bentuk ketidakseriusan pemerintah daerah dalam memperhatikan pentingnya pengelolaan informasi publik.

“Gaung Sistem Pemerintahaan Berbasis Elektronik sudah sejak lama. Masyarakat juga sudah sangat melek urusan digital. Survei APJII terbaru memastikan, lebih dari 80% masyarakat Indonesia itu pengguna internet. Apalagi ini Tasikmalaya, yang berada di Jawa Barat, sebagai provinsi penyangga ibu kota. Masa urusan Kominfo-nya kalah sama daerah-daerah di luar Jawa,” tambahnya.

Lebih lanjut, menurut Diki, kalau memang Kominfo bukan prioritas, tidak dibutuhkan, kenapa harus dipaksakan. Apalagi faktanya, bidang ini memakan anggaran besar. Mulai dari urusan penyediaan akses internet, beli linsensi ini-itu, belanja media, serta pengadaan peralatan IT seperti laptop, kamera, drone, dsb.

Sebagai penutup, Diki memberikan pernyataan tegas: “Kalau memang tidak diperlukan, jangan ada saja sekalian. Daripada hidup ngabisin anggaran, tapi mati pun enggan.” (Lintas Priangan/AC)


Catatan:
Redaksi sangat membuka diri jika Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya ingin memberikan respons terhadap pemberitaan ini.

Related Articles

Back to top button