Berita Tasikmalaya

Penyekapan Gadis di Tasikmalaya Terbongkar, Berawal dari Serlok

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kepanikan menguasai keluarga RN, gadis berusia 15 tahun asal Cibeureum, ketika selama dua hari penuh tidak ada kabar dari putri mereka. Gadis itu pergi dari rumah pada Senin siang tanpa membawa banyak barang, hanya ponsel dan pakaian yang digunakan. Namun beberapa jam setelah kepergiannya, nomor teleponnya tiba-tiba tidak lagi aktif. Sejak itu, keluarga putus arah.

Pencarian dilakukan sejak malam pertama RN hilang. Keluarga mendatangi rumah teman-temannya, memeriksa lokasi yang biasa ia datangi, hingga mendatangi tempat keramaian sekitar kecamatan. Namun semua usaha itu berakhir tanpa petunjuk. Malam berganti malam, dan harapan keluarga mulai mengendur. “Kami takut terjadi sesuatu. Dia belum pernah pergi selama ini tanpa kabar,” ujar salah satu anggota keluarga.

Harapan itu muncul kembali pada Rabu siang ketika tiba-tiba muncul pesan singkat dari RN. Hanya satu kalimat dan lokasi: “Ibu… aku di sini.” Pesan itu disertai titik koordinat yang menunjukkan sebuah penginapan di kawasan Jalan Komalasari, Kecamatan Tawang. Tanpa menunggu waktu, keluarga langsung menuju Mapolres Tasikmalaya Kota untuk melapor. Kepolisian merespons cepat dan mengirimkan tim menuju lokasi.

Bagi keluarga, perjalanan menuju penginapan terasa seperti perjalanan paling panjang yang pernah mereka lalui. Ada perasaan lega karena RN akhirnya memberi kabar, namun juga ketakutan membayangkan apa yang mungkin terjadi selama dua hari ia menghilang. Setibanya di lokasi, keluarga hanya bisa menunggu di luar sambil memanjatkan harap agar RN ditemukan dalam keadaan selamat.

Sementara itu di dalam penginapan, polisi membuka pintu kamar dan mendapati RN dalam keadaan ketakutan, duduk di sudut ruangan bersama empat pria yang langsung diamankan. Seorang polwan menuntun RN keluar kamar dan membawanya ke tempat aman untuk mendapatkan pendampingan psikologis awal. Ketika RN keluar, ibunya langsung memeluknya erat, menangis dan gemetar. Itu menjadi titik paling emosional dari proses pencarian selama 48 jam terakhir.

Dari keterangan keluarga, setelah dua hari disekap dan tidak dapat menghubungi siapa pun, RN memanfaatkan momen ketika para pelaku tertidur. Ia mengambil ponselnya yang selama ini disembunyikan dan langsung menghubungi ibunya. Tindakan cepat itu menyelamatkannya.

Polres Tasikmalaya Kota membenarkan bahwa laporan keluarga menjadi titik awal pengungkapan kasus ini. “Kami langsung bergerak ke TKP setelah menerima aduan adanya dugaan penyekapan anak di bawah umur,” ujar Ipda Diva Chalia. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk botol miras dan pakaian korban.

Kasus ini menjadi peringatan bagi banyak keluarga di Tasikmalaya tentang pentingnya komunikasi dan pengawasan terhadap anak, terutama yang berada dalam masa rentan. RN kini menjalani pendampingan dari pihak kepolisian dan keluarga, sementara para pelaku masih dalam penyelidikan.

Kisah ini menjadi gambaran nyata betapa pentingnya satu pesan singkat yang akhirnya menjadi jalan keluar bagi seorang anak dan keluarganya yang putus asa. Tanpa keberanian RN menghubungi ibunya, ceritanya mungkin tak akan berakhir secepat ini.

Related Articles

Back to top button