Berita Tasikmalaya

Penghina Demo Toko Sen Sen Tasikmalaya Akhirnya Minta Maaf

lintaspriangan.comBERITA TASIKMALAYA. Polemik yang muncul setelah aksi demo Toko Sen Sen Tasikmalaya akhirnya mereda. Seorang netizen yang sebelumnya melontarkan komentar kasar terhadap peserta aksi kini datang langsung menemui tokoh masyarakat Tasikmalaya, H. Nanang Nurjamil, untuk menyampaikan permintaan maaf.

Permintaan maaf itu disampaikan tidak hanya secara lisan, tetapi juga dituangkan dalam surat pernyataan tertulis di atas materai yang dibuat pada Sabtu (14/3/2026) di Tasikmalaya. Peristiwa ini sekaligus menjadi perkembangan terbaru dari polemik yang sempat memanas di media sosial setelah aksi demonstrasi pedagang dan masyarakat di kawasan Pasar Cikurubuk.


Polemik Medsos Usai Demo Toko Sen Sen Tasikmalaya

Aksi demonstrasi terhadap Toko Sen Sen di Pasar Cikurubuk Tasikmalaya sebelumnya menyedot perhatian publik. Demonstrasi tersebut digelar oleh pedagang dan masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Pasar Cikurubuk. Mereka menyampaikan aspirasi terkait keberadaan toko tersebut yang dinilai berdampak terhadap aktivitas pedagang di pasar tradisional.

Setelah aksi berlangsung, dinamika tidak hanya terjadi di lapangan. Perdebatan justru melebar ke ruang digital. Di media sosial, khususnya Facebook, muncul berbagai komentar dari warganet yang menanggapi aksi demonstrasi tersebut. Sebagian memberikan dukungan terhadap pedagang pasar, sementara sebagian lainnya menyampaikan kritik.

Namun di tengah perdebatan itu, muncul komentar yang dianggap melampaui batas etika. Salah satu akun menuliskan komentar yang menyebut peserta aksi demo sebagai provokator dengan kata yang dianggap sebagai penghinaan.

Komentar tersebut kemudian memicu reaksi dari sejumlah peserta aksi dan tokoh masyarakat Tasikmalaya. Mereka menilai penggunaan kata tersebut tidak pantas dan mencederai etika bermedia sosial.

Informasi mengenai komentar itu kemudian beredar di grup percakapan internal para peserta aksi. Dalam tangkapan layar yang beredar, terlihat jelas kalimat yang dinilai menghina peserta demonstrasi Toko Sen Sen Tasikmalaya.

Polemik ini dengan cepat menjadi pembicaraan di kalangan masyarakat Tasikmalaya. Beberapa pihak bahkan mengingatkan bahwa komentar di media sosial memiliki konsekuensi hukum jika mengandung unsur penghinaan atau pencemaran nama baik.

Situasi ini membuat isu penghina demo Toko Sen Sen Tasikmalaya menjadi perbincangan baru setelah aksi demonstrasi tersebut berlangsung.

Halaman selanjutnya: Datangi Tokoh Tasikmalaya dan Buat Surat Pernyataan


1 2Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button