Berita Tasikmalaya

Pemilihan Rektor UNSIL, Momentum Evaluasi Peran Akademisi

Rektorat & Akademisi Jangan Kalah Eksis sama Mahasiswanya

Asep Ishak juga menyoroti kontras yang cukup kentara antara aktivitas mahasiswa UNSIL dan kehadiran akademisinya di ruang publik. Ia mengapresiasi peran mahasiswa yang selama ini kerap berada di garis depan dalam merespons isu-isu lokal, baik melalui diskusi, kajian, maupun aksi sosial.

“Mahasiswa UNSIL justru sering menjadi rujukan awal ketika ada isu lingkungan, kebijakan daerah, atau persoalan demokrasi. Ini patut diapresiasi. Tapi kampus tidak boleh hanya bergantung pada keberanian mahasiswa,” tegasnya.

Menurutnya, dosen dan rektorat memiliki posisi strategis karena dibekali otoritas keilmuan, pengalaman riset, serta legitimasi akademik. Ketika suara akademisi jarang muncul, ruang publik akhirnya diisi oleh opini yang tidak selalu ilmiah.

“Kalau mau jujur, selama ini saya miris sebenarnya. Sebagai lembaga pendidikan tinggi kebanggaan Priangan Timur seharusnya lebih masif hadir dalam dinamika yang terjadi. Sementara ini, sekalinya ramai di media, justru gara-gara topik bad news,” terang Asep.

Dalam konteks ini, Asep menilai kolaborasi UNSIL dengan media menjadi kunci penting. Media lokal, menurutnya, bukan sekadar alat publikasi kegiatan kampus, melainkan mitra strategis untuk menyampaikan analisis ilmiah kepada masyarakat luas.

“Akademisi tidak perlu berpolitik praktis. Cukup hadir sebagai penjelas, penyeimbang, dan pemberi perspektif berbasis ilmu. Media bisa menjadi jembatan agar gagasan kampus sampai ke publik,” ujarnya.

Ia berharap, pemilihan rektor UNSIL 2026–2030 dapat melahirkan pemimpin yang mendorong budaya akademik lebih terbuka, komunikatif, dan responsif terhadap isu-isu daerah. Dengan begitu, UNSIL tidak hanya dikenal sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pemikiran yang berkontribusi nyata bagi Tasikmalaya dan Priangan Timur.

“Rektor ke depan jangan sampai kalah eksis dari mahasiswanya. Kalau mahasiswa sudah bergerak, pimpinan dan dosen seharusnya lebih siap lagi memimpin diskursus publik,” pungkas Asep. (HS)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Back to top button