Berita Tasikmalaya

Nama Ai Diantani Menguat di PSU Kabupaten Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mendiskualifikasi Ade Sugianto dari pencalonan Bupati Tasikmalaya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, perhatian publik kini tertuju pada Hj. Ai Diantani, yang disebut-sebut sebagai calon pengganti untuk mendampingi Iip Miftahul Paoz dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Kabupaten Tasikmalaya.

Profil Hj. Ai Diantani

Hj. Ai Diantani adalah sosok yang tidak asing di kancah politik Kabupaten Tasikmalaya. Lahir di Singaparna pada 23 Desember 1974, ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di daerah kelahirannya. Pada tahun 2013, Ai meraih gelar Sarjana Hukum dari Sekolah Tinggi Hukum Galunggung (STHG) Tasikmalaya.

Karier politiknya dimulai dengan menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tasikmalaya periode 2019–2024. Kepercayaan publik yang tinggi membawanya kembali terpilih untuk periode 2024–2029. Selain itu, Ai juga aktif sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tasikmalaya, mendampingi suaminya, Ade Sugianto, dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Dukungan untuk Hj. Ai Diantani

Setelah putusan MK yang mendiskualifikasi Ade Sugianto, muncul desakan dari masyarakat dan pendukung untuk mengusung Hj. Ai Diantani sebagai calon bupati. Nanang Romli, Ketua Tim Pemenangan Ade Sugianto dan Iip Miftahul Paoz, mengakui adanya usulan tersebut. “Desakan dari masyarakat, kami akan lapor ke DPD,” ujarnya.

Bahkan, foto pasangan Iip Miftahul Paoz dan Hj. Ai Diantani sebagai calon bupati dan wakil bupati beredar luas di media sosial. Salah seorang pengurus PKB di tingkat kecamatan menanggapi hal ini sebagai cerminan aspirasi masyarakat. “Saya juga sudah menerima foto tersebut di beberapa grup whatsapp. Ini mencerminkan keinginan dan semangat masyarakat yang mendukung pasangan tersebut,” jelas kader PKB yang enggan dipublikasikan namanya tersebut.

Hal tersebut setidaknya diamini oleh John Candra, salah seorang pengurus PDI Perjuangan di tingkat desa. Menurut John, aspirasi di bawah memang mendorong Ai Diantini untuk maju menggantikan Ade Sugianto, yang tak lain adalah suaminya.

“Ini sudah sejak lama terbangun. Di bawah memang mendorong Ibu Haji, terang John kepada Lintas Priangan, Kamis (06/03/2025).

Proses Penetapan Calon Pengganti

Partai koalisi pengusung Ade Sugianto dan Iip Miftahul Paoz, yang terdiri dari PDI Perjuangan, PKB, Nasdem, dan PBB, tengah melakukan konsolidasi untuk menentukan calon pengganti. Aditya Ramdani, Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tasikmalaya, menyatakan bahwa proses penetapan calon pengganti masih berlangsung. “Pengganti Ade Sugianto masih dalam proses. Kemunculan nama Istri Ade Sugianto berdasarkan arus bawah pendukung,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Ace Hasan Syadzily, menilai bahwa dengan tidak adanya petahana, peluang dalam PSU menjadi lebih berimbang. “Kami memprediksi bahwa pasti konfigurasinya tidak akan banyak berubah dari aspek komposisi calon, kecuali Pak Ade Sugianto yang didiskualifikasi,” ujarnya.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Jika resmi diusung sebagai calon bupati, Hj. Ai Diantani akan menghadapi tantangan besar dalam PSU mendatang. Pengalaman politiknya sebagai anggota DPRD dan perannya di PKK menjadi modal penting. Namun, dinamika politik yang berkembang menuntut strategi dan pendekatan yang tepat untuk meraih dukungan luas.

Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya berharap proses demokrasi ini dapat menghasilkan pemimpin yang amanah dan mampu membawa perubahan positif bagi daerah. Partisipasi aktif warga dalam PSU nanti menjadi kunci suksesnya pesta demokrasi ini.

Dengan perkembangan situasi politik yang dinamis, publik menantikan keputusan final dari partai koalisi terkait calon yang akan diusung. Keterlibatan tokoh-tokoh berpengaruh dan aspirasi masyarakat menjadi faktor penentu dalam menentukan arah kepemimpinan Kabupaten Tasikmalaya ke depan. (Lintas Priangan)

Related Articles

Back to top button