Berita Tasikmalaya

Mosi Tidak Percaya Viman Jadi Tagar Aksi Sapma PP Kota Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Tagar #MosiTidakPercayaViman resmi digaungkan sebagai simbol sikap dan perlawanan kritik publik terhadap kepemimpinan Wali Kota Tasikmalaya. Tagar tersebut akan menjadi narasi utama dalam aksi unjuk rasa yang digagas Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Kota Tasikmalaya, yang dipastikan digelar pada Senin (09/02/2026) dengan tujuan akhir Balai Kota Tasikmalaya.

Pengusungan tagar Mosi Tidak Percaya Viman menandai eskalasi baru dinamika politik lokal di Kota Tasikmalaya. Gerakan ini muncul setelah rangkaian kritik publik yang sebelumnya ditandai dengan aksi mahasiswa dan pemasangan spanduk bernada protes di sekitar Balai Kota, menjelang satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya.

Ketua SAPMA PP Kota Tasikmalaya, Muamar Khadapi, saat dihubungi pada Jumat (06/02/2026), membenarkan bahwa rencana aksi tersebut telah dipastikan dan akan berjalan sesuai agenda yang telah disepakati.

“Kami baru selesai konsolidasi, dan insya Allah Senin jadi aksi,” ujar Khadapi kepada Lintas Priangan.

Khadapi menjelaskan, kepastian aksi itu diambil setelah Sapma PP Kota Tasikmalaya menggelar konsolidasi pra-aksi pada Jumat sore sekitar pukul 16.00 WIB di Gedung Kesenian Dadaha, Kota Tasikmalaya. Konsolidasi tersebut diikuti oleh pengurus dan anggota, sekaligus menjadi forum penajaman isu serta pemantapan teknis aksi.

Menurut Khadapi, tagar #MosiTidakPercayaViman dipilih sebagai representasi keresahan kolektif terhadap arah kebijakan Pemerintah Kota Tasikmalaya yang dinilai belum menyentuh persoalan mendasar masyarakat. Tagar ini juga dimaksudkan sebagai penanda bahwa kritik yang disuarakan tidak lagi bersifat sporadis, melainkan terorganisir.

Aksi Sapma PP Kota Tasikmalaya ini juga tak lepas dari momentum politik, karena berlangsung menjelang satu tahun kepemimpinan Viman Alfarizi Ramadhan dan Diky Candra, yang dilantik pada 20 Februari 2025. Dalam pandangan Sapma PP, satu tahun kepemimpinan merupakan waktu yang cukup bagi publik untuk melakukan evaluasi.

Dari hasil konsolidasi tersebut, Sapma PP tidak hanya mengunci isu dan tagar aksi, tetapi juga menyepakati rute pergerakan massa serta perkiraan jumlah peserta yang akan terlibat dalam unjuk rasa.

➡️ Halaman selanjutnya: DETAIL AKSI & ISU UTAMA


1 2Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button