Ternyata Ini Misi Gibran ke Cipasung

Bukan Sekadar Silaturahmi…
Jawabannya mulai terang ketika panitia mengungkap agenda inti kunjungan. Gibran ke Cipasung ternyata membawa misi besar: pengenalan kecerdasan buatan (AI) dan robotik di lingkungan pesantren.
Ketua Panitia Kunjungan, Hj Neng Irma Ruhyati, menjelaskan bahwa jauh sebelum hari kunjungan, Tim Staf Khusus Wakil Presiden telah mengirim instruktur ke Pesantren Cipasung untuk memberikan pelatihan literasi digital, AI, dan robotik kepada santri serta asatiz.
“Mas Wapres ingin santri dan para ustaz melek teknologi. AI bukan ancaman, tapi alat bantu pembelajaran,” ujar Neng Irma.
Pelatihan tersebut berlangsung sejak pekan lalu dengan skema hybrid. Untuk kelas AI, tercatat lebih dari 200 santri mengikuti pelatihan, sementara kelas robotik diikuti 30 santri terpilih dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI hingga SMA.
Materi pelatihan AI diarahkan pada kebutuhan praktis pesantren, seperti aplikasi pencatatan materi, fitur reading dan learning, hingga aplikasi setoran hafalan Al-Qur’an berbasis AI yang mampu merekam suara santri dan mendeteksi ketepatan tajwid. Meski demikian, pihak pesantren menegaskan bahwa teknologi hanya berfungsi sebagai pendamping.
Pada hari kunjungan Wapres, beberapa santri perwakilan dari kelas Robotik dan kelas AI berkesempatan mempresentasikan hasil karya mereka langsung di hadapan Gibran. Selain itu, akan dilakukan penyerahan bantuan laptop dari Liberty Foundation untuk mendukung keberlanjutan program digitalisasi pesantren.
Program ini turut didukung oleh NU Care Global serta jejaring praktisi teknologi nasional, termasuk alumni Microsoft yang terlibat sebagai mentor. Ke depan, Pesantren Cipasung bahkan menargetkan deklarasi sebagai “Pesantren Berbasis Teknologi”.
Bagi dunia pesantren, langkah ini menjadi momentum penting. Sebab, baru kali ini pelatihan AI dan robotik diterapkan secara terstruktur di lingkungan pesantren besar di Tasikmalaya.
Kunjungan Gibran ke Cipasung pun dipandang sebagai sinyal kuat bahwa pesantren di Tasikmalaya siap melangkah ke masa depan—tetap berakar pada nilai, namun tidak alergi pada teknologi. Tradisi dan inovasi, kali ini, tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. (AS)



