Berita Tasikmalaya

Lorong Cipedes Tasikmalaya Ini Jadi Ikon Semangat Kemerdekaan Warga

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Lorong merah putih di RT 02 RW 01, Jalan Cipedes, Kota Tasikmalaya, memancarkan semangat kemerdekaan HUT RI ke-80. Dihiasi cat merah putih, ornamen kemerdekaan, mural perjuangan, dan foto pahlawan nasional serta lokal, lorong ini menjadi ruang edukasi sejarah sekaligus ikon wisata warga. Pada malam hari, lampu warna-warni menambah kesan artistik dan hangat.

Seluruh proses dikerjakan gotong royong, memakan waktu 15 hari, dan dibiayai swadaya. Selain mempercantik lingkungan, warga juga menggelar lomba anak-anak, jalan santai, hingga fashion show tahunan. Lorong merah putih kini menjadi destinasi swafoto favorit yang mengundang pengunjung dari berbagai daerah, sekaligus simbol kebersamaan dan cinta tanah air.

Warga Cipedes Hidupkan Semangat Kemerdekaan Lewat Lorong Merah Putih

Di tengah hiruk pikuk Kota Tasikmalaya, warga RT 02 RW 01 di Jalan Cipedes berhasil mengubah sebuah gang menjadi lorong merah putih yang penuh nilai kebersamaan dan cinta tanah air. Setiap sudut lorong menampilkan warna merah putih yang tegas, berpadu dengan ornamen kemerdekaan seperti bendera, pita dekoratif, dan mural perjuangan.

Tak berhenti di siang hari, malamnya lorong merah putih semakin memikat. Sorotan lampu warna-warni menciptakan suasana hangat sekaligus artistik, mengundang warga dan pengunjung untuk singgah. Ketua RT 02 RW 01, Heri Rusdiana, menuturkan bahwa seluruh pengerjaan dilakukan secara gotong royong. “Semua berawal dari spontanitas warga. Kami bekerja malam hari karena siang sibuk, dan semua biaya kami tanggung sendiri,” ujarnya.

Yang membedakan lorong merah putih ini dengan dekorasi kemerdekaan biasa adalah unsur edukasi yang dihadirkan. Sepanjang dinding, terpampang foto-foto pahlawan nasional seperti Bung Karno, serta tokoh lokal Tasikmalaya seperti KH. Zainal Mustofa dan Kapten Naseh. “Kami ingin anak-anak mengenal para pejuang kemerdekaan, agar rasa hormat pada sejarah tetap hidup,” jelas Heri.

Persiapan lorong merah putih memakan waktu 15 hari. Selain pengecatan, warga juga membangun gapura yang sudah direncanakan sejak tahun lalu. Bagi Heri, pencapaian ini bukan sekadar mempercantik lingkungan, tetapi juga menguatkan tali persaudaraan antarwarga.

Kemeriahan tak berhenti di dekorasi. Warga telah menyiapkan berbagai kegiatan untuk memeriahkan HUT RI, mulai dari lomba anak-anak, jalan santai, hingga ajang tahunan Cipedes Passion Wig, yaitu fashion show anak-anak yang selalu dinanti. Heri berharap, semangat gotong royong di lorong merah putih ini menginspirasi daerah lain untuk melakukan hal serupa.

Kini, lorong merah putih telah menjelma menjadi destinasi swafoto favorit. Tidak hanya warga sekitar, masyarakat dari luar daerah pun berdatangan untuk mengabadikan momen di sana. “Banyak yang datang hanya untuk menikmati keindahan lorong kemerdekaan ini,” pungkas Heri. (Lintas Priangan/AB)

Related Articles

Back to top button