Sinergi Lintas Instansi Hadapi Bencana di Kabupaten Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kabupaten Tasikmalaya memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diprediksi meningkat pada akhir tahun. Melalui Apel Gelar Pasukan dan Peralatan Siaga Antisipasi Penanganan Bencana yang digelar di Pos Siaga Tapal Kuda, Kecamatan Salawu, pada Kamis (6/11), berbagai unsur pemerintah dan relawan dikerahkan untuk memastikan respons cepat di lapangan.
Kegiatan ini dipimpin Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubbi, dan diikuti oleh Polres Tasikmalaya, TNI, BPBD, Damkar, TAGANA, BAZNAS Tanggap Bencana, serta berbagai organisasi relawan. Apel tersebut menunjukkan bahwa kesiapsiagaan bencana bukan hanya tugas satu instansi, tetapi membutuhkan kerja bersama yang sistematis dan berkelanjutan.
Wakil Bupati Tasikmalaya menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus menjadi perhatian semua pihak, terutama karena Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi di Jawa Barat. Kondisi geografis dan kontur wilayah yang berbukit menjadi faktor pemicu terjadinya tanah longsor, sementara curah hujan yang tinggi berpotensi menimbulkan banjir dan pohon tumbang.
Kabupaten Tasikmalaya Masuk Zona Siaga Tinggi
Berdasarkan catatan penanganan kebencanaan sepanjang tahun 2025, telah terjadi sekitar 400 kejadian bencana di Kabupaten Tasikmalaya. Data tersebut meliputi bencana banjir, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang. Angka itu menempatkan daerah ini sebagai wilayah rawan bencana tertinggi ketiga di Provinsi Jawa Barat tahun ini.
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Haris Dinzah, menyampaikan bahwa peningkatan potensi bencana harus dihadapi dengan langkah konkret. Menurutnya, kehadiran posko siaga lengkap dengan personel dan peralatan di titik rawan merupakan upaya antisipasi agar setiap situasi darurat dapat ditangani lebih cepat dan tepat.
“Tujuan kita bukan hanya menggelar apel, tetapi memastikan koordinasi benar-benar berjalan. Respon cepat hanya mungkin dilakukan jika semua instansi bergerak dalam satu komando dan komunikasi yang jelas,” ujarnya.
Posko Siaga Tapal Kuda dilengkapi peralatan evakuasi, alat pemotong material kayu, tenda darurat, kendaraan taktis, hingga perlengkapan medis dasar. Selain itu, personel gabungan disiagakan selama 24 jam untuk memantau situasi cuaca dan menerima laporan dari masyarakat.
Sinergi Dana Sosial dan Kegiatan Kemanusiaan
Dalam kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya melalui BAZNAS Tanggap Bencana turut berperan dalam penguatan dukungan logistik. BAZNAS menekankan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun masyarakat dapat disalurkan secara cepat dalam keadaan darurat, terutama untuk membantu warga terdampak pada masa tanggap bencana.
Keterlibatan BAZNAS menambah aspek kemanusiaan dalam penanganan kebencanaan. Selain aspek teknis dan keamanan, penanganan bencana juga memerlukan dukungan kebutuhan dasar warga, seperti makanan, perlengkapan keluarga, hingga layanan pendampingan psikososial.
“Kita ingin memastikan bahwa saat bencana terjadi, masyarakat tidak hanya tertolong secara fisik, tetapi juga mendapatkan pendampingan agar tetap kuat menghadapi situasi,” kata salah satu perwakilan BAZNAS dalam kegiatan tersebut.
Dengan semakin intensifnya kolaborasi antarinstansi, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berharap penanganan bencana dapat lebih terukur, cepat, dan berdampak nyata bagi keselamatan warga. Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi, dan segera melapor jika terdapat tanda-tanda ancaman bencana di wilayah masing-masing.
Upaya kesiapsiagaan ini menjadi bentuk kebersamaan untuk mewujudkan Kabupaten Tasikmalaya yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi berbagai tantangan alam yang mungkin datang kapan saja.



