Berita Tasikmalaya

Kabid IKP Kab Tasik: Waspadai Tipu Daya Cinta di Dunia Maya

Modus Lama dengan Wajah Baru

Kabid IKP menjelaskan, love scamming bukanlah modus baru, namun terus berevolusi mengikuti perkembangan teknologi dan perilaku pengguna internet. Pelaku kerap menggunakan identitas palsu dengan foto menarik, mengaku sebagai profesional mapan, bahkan mencatut profesi tertentu seperti aparat, pebisnis, atau pekerja luar negeri.

Setelah kepercayaan terbentuk, pelaku mulai membangun cerita. Ada yang mengaku hendak mengirim hadiah, ada pula yang mengaku sedang mengalami masalah darurat—mulai dari urusan hukum, sakit, hingga paket yang tertahan di bea cukai. Ujungnya hampir selalu sama: permintaan uang.

Baca juga: Kominfo Kabupaten Tasikmalaya Peringatkan Penipuan WhatsApp

Materi edukasi dari Direktorat Tindak Pidana Siber Polri menyebutkan beberapa ciri khas love scamming yang patut diwaspadai. Di antaranya, pelaku cenderung cepat menyatakan cinta, menghindari panggilan video atau pertemuan langsung, sering memainkan cerita sedih untuk menarik simpati, serta meminta korban merahasiakan hubungan dari keluarga atau teman.

“Kalau sudah minta uang dan minta dirahasiakan, itu bukan romantis. Itu sudah tanda bahaya,” kata Kabid IKP, setengah berkelakar namun serius.

Tak hanya soal uang, dampak love scamming juga menyentuh sisi psikologis korban. Rasa malu, trauma, kehilangan kepercayaan diri, hingga depresi kerap muncul setelah korban menyadari telah ditipu. Pada kasus ekstrem, tekanan mental ini bahkan bisa berujung fatal.

Laman sebelumnya 1 2 3Laman berikutnya

Related Articles

Back to top button