Berita Tasikmalaya

Kaban Kesbangpol Kota Tasikmalaya: Rumah Ini Harus Kita Jaga bersama

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Aksi unjuk rasa di Kota Tasikmalaya yang diharapkan menjadi ruang penyampaian aspirasi berakhir tidak sesuai harapan. Suasana memanas, sebagian massa bertindak anarkis, dan gedung DPRD menjadi sasaran perusakan.

Di tengah keriuhan itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tasikmalaya menghinbau semua pihak untuk merenung sejenak, memberikan ruang yang cukup agar semua pihak mengambil hikmah dari peristiwa wafatnya korban Affan Kurniawan.

“Duka ini adalah duka kita bersama. Senagai seorang manusia, sesama anak bangsa, dan sebagai seorang ayah yang juga punya amanah menjadi pelayan publik, saya sangat merasakan duka itu Semoga Allah SWT menerima amal ibadah almarhum, menempatkannya di tempat terbaik, dan memberikan kesabaran serta kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.

Ade Hendar kemudian mengingatkan tentang satu hal yang sederhana namun mendasar: suka atau tidak suka, kita ini serumah. “Almarhum Affan Kurniawan adalah saudara kita satu rumah. Sepeninggal beliau, haruskah di dalam rumah ini kita ribut hingga membuatnya hancur berantakan? Anggota legislatif, aparat kepolisian, dan tentu saja kawan-kawan pengunjuk rasa, kita semua penghuni rumah yang sama. Tak elok rasanya bila rumah yang sejak lama kita bangun bersama harus rusak karena pertikaian di antara penghuninya.”

Di tengah arus emosi yang naik-turun, Ade Hendar menyampaikan apresiasi kepada para tokoh masyarakat yang proaktif saling mengingatkan agar Tasikmalaya tetap aman dan nyaman. “Kami berterima kasih kepada Ketua MUI, Ketua KNPI, Ketua GP Ansor, dan tokoh-tokoh masyarakat seperti H. Rana, juga rekan-rekan media seperti Lintas Priangan. Semangat untuk menjaga persatuan dan kondusivitas daerah adalah napas yang menyejukkan kota ini.”

Ia menyinggung derasnya arus informasi yang menuntut kebijaksanaan. “Tidak setiap yang kita terima di WhatsApp harus kita sebar. Cukup jadikan informasi awal, lalu saring dan analisa: apakah sumbernya valid, apakah menjadi solusi, atau dampaknya justru membuat situasi lebih emosional dan runyam. Verifikasi sebelum berbagi adalah bentuk tanggung jawab kita bersama.”

Menutup pernyataannya, Ade Hendar mengajak semua pihak untuk terus bergandengan tangan, siapapun dan dari elemen manapun, untuk bersama-sama menjaga dan merawat rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh di bawah terik matahari dan hujan.

“Mari menjaga rumah yang kita bangun bersama. Tetap waspada, jaga kondusivitas Kota Tasikmalaya. Ingat, ketika fasilitas publik rusak, yang menanggung rugi adalah kita juga, warga masyarakat Kota Tasikmalaya. Kita pastikan kota ini tetap teduh.” (Lintas Priangan/AA)

Related Articles

Back to top button