Insentif 46 Ribu Ajengan Kabupaten Tasikmalaya di Tengah Repotnya Anggaran

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Di tengah berbagai keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tetap berupaya menjaga perhatian terhadap kehidupan keagamaan masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan meluncurkan program insentif bagi 46 ribu Ajengan Kabupaten Tasikmalaya.
Program tersebut diumumkan langsung oleh Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin saat menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an tingkat Kabupaten Tasikmalaya yang digelar di Masjid Agung Baiturrahman, Jumat (6/3/2026).
Peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini mengusung tema “Menguatkan Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Memperkokoh Persatuan, Kepedulian Sosial, dan Pembangunan Daerah yang Berlandaskan Iman dan Taqwa.” Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, tokoh agama, pimpinan pesantren, hingga organisasi kemasyarakatan keagamaan.
Dalam kesempatan itu, Bupati Cecep menyampaikan bahwa pemerintah daerah secara resmi meluncurkan program insentif sebagai bentuk penghargaan kepada para tokoh agama yang selama ini berperan besar dalam membina kehidupan spiritual masyarakat.
Program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi ajengan. Pemerintah daerah juga memasukkan sejumlah unsur penggerak kegiatan keagamaan di masyarakat sebagai penerima, di antaranya anggota AMS, guru ngaji, guru madrasah, serta pengurus masjid yang selama ini aktif membina pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Bupati Cecep menilai para tokoh agama memiliki kontribusi yang sangat besar dalam membangun karakter masyarakat. Di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang, peran ajengan dan pengajar agama menjadi fondasi penting dalam menjaga moralitas dan nilai-nilai kebangsaan.
Menurutnya, pendidikan akhlak dan karakter tidak hanya berlangsung di sekolah formal, tetapi juga melalui kegiatan keagamaan di pesantren, madrasah, masjid, hingga majelis taklim yang tersebar di berbagai desa di Kabupaten Tasikmalaya.
Program insentif bagi ajengan Kabupaten Tasikmalaya ini juga dipandang sebagai bentuk pengakuan pemerintah terhadap peran para ulama dan tokoh agama yang selama ini bekerja di tingkat akar rumput. Banyak di antara mereka yang secara konsisten mengabdikan diri untuk mengajar mengaji, membina santri, hingga menggerakkan kegiatan keagamaan masyarakat tanpa dukungan fasilitas yang memadai.
Dengan jumlah penerima yang mencapai sekitar 46 ribu orang, program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem pendidikan keagamaan berbasis masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya.
Selain Bupati Tasikmalaya, acara tersebut juga dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Tasikmalaya, Penjabat Sekretaris Daerah, para Asisten Daerah Setda, staf ahli bupati, kepala SKPD, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, pimpinan pondok pesantren, organisasi keagamaan, serta tamu undangan lainnya.
Melalui peluncuran insentif ini, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berharap para ajengan Kabupaten Tasikmalaya dan penggiat keagamaan lainnya semakin termotivasi untuk terus membina masyarakat, menjaga tradisi keilmuan Islam, serta memperkuat nilai-nilai moral yang menjadi fondasi kehidupan sosial di daerah tersebut. (AS)



