Disegel Warga Tasikmalaya: Proyek Pusat Dikerjakan Asal-Asalan

Dugaan Proyek Berjalan Tanpa Pengawasan
Selain persoalan teknis di lapangan, sejumlah kejanggalan lain juga mulai mencuat dalam proyek Normalisasi Irigasi Utama Cikalang 2.
Sejak awal pengerjaan, proyek ini sempat menjadi perbincangan di media sosial karena muncul dugaan bahwa pekerjaan dilakukan tanpa gambar teknis yang jelas.
Isu tersebut memicu kritik terhadap pelaksana proyek, yakni PT Hutama Karya (Persero) yang merupakan perusahaan BUMN konstruksi.
Sebagai perusahaan besar yang sering menangani proyek infrastruktur nasional, perusahaan tersebut dinilai seharusnya mampu menunjukkan standar profesional tinggi dalam setiap proyek pemerintah.
Namun sebagian masyarakat menilai kualitas pekerjaan di lapangan terlihat tidak rapi dan terkesan dikerjakan secara terburu-buru.
Sorotan juga mengarah kepada konsultan pengawas proyek, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero).
Perusahaan ini disebut baru menandatangani kontrak pengawasan setelah proyek berjalan sekitar satu bulan.
Jika kondisi tersebut benar, maka selama satu bulan awal pelaksanaan proyek diduga berlangsung tanpa pengawasan resmi dari konsultan.
Dalam proyek konstruksi pemerintah, keberadaan konsultan pengawas sangat penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan spesifikasi teknis dan dokumen kontrak.
Tanpa pengawasan yang memadai, kualitas pekerjaan berpotensi tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan.
➡ LANJUT HALAMAN 4: Upah pekerja dan material proyek disebut belum dibayar



