Berita Tasikmalaya

Ironis, Pejabat Tasikmalaya Dapat Fasilitas Ganda saat Ribuan Sekolah Menderita

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kritik pedas disampaikan Asep Marinda, Ketua Gabrutas (Gabungan Barudak Tasikmalaya), terhadap fenomena fasilitas ganda yang diduga dinikmati sejumlah pejabat di Kabupaten Tasikmalaya.
Ironinya, di tengah banyaknya pejabat menikmati kemewahan ganda, ribuan sekolah di Tasikmalaya justru dibiarkan rusak karena alasan klasik: tidak ada anggaran.

“Sanat ironis kalau benar para pejabat di Tasikmalaya menikmati fasiltias ganda sebagaimana ramai diberitakan di banyak media. Pejabat bisa punya tunjangan transportasi sekaligus kendaraan dinas. Sementara anak-anak kita belajar di ruang kelas yang atapnya bocor, bahkan ada yang di luar kelas,” sindir Asep, Jumat (30/10/2025).

Fasilitas Ganda Pejabat Tasikmalaya

Sebagaimana diberitakan oleh Lintas Priangan, mencuat indikasi bahwa sejumlah pejabat Kabupaten Tasikmalaya menerima fasilitas ganda berupa tunjangan transportasi dan kendaraan dinas secara bersamaan.
Padahal, menurut Peraturan Bupati Tasikmalaya Nomor 5 Tahun 2024, salah satu di antara keduanya tidak boleh diambil bersamaan. Jika pejabat menerima tunjangan transportasi, maka kendaraan dinas tidak seharusnya digunakan.

“Saya tidak tahu detil laporan teman-teman FMDT yang sudah dilayangkan ke kejaksaan. Hanya saja saya yakin mereka juga tidak serampangan. Apalagi sudah menempuh jalur hukum,” terang Asep. Tentang laporang FMDT Tasikmalaya ke kejaksaan dapat dibaca pada tautan di bawah ini:

Dugaan Fasilitas Ganda Pejabat Kabupaten Tasikmalaya Dilaporkan ke Kejaksaan

Jika indikasi tersebut benar adanya, kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya kontrol etika dan pengawasan internal yang selama ini banyak diragukan. Terlbih, ketika daerah tengah menghadapi berbagai persoalan publik yang jauh lebih mendesak.

“Kalau pejabatnya menikmati dua fasilitas, sementara sekolah-sekolah rusak tidak tersentuh, ini bukan sekadar pelanggaran teknis, tapi bentuk ketidakpekaan moral. Sekaligus memperkuat keraguan banyak pihak terhadap pengawasan internal seperti inspektorat. Sudah lama kami ragu dengan lembaga ini,” ujar Asep.

Ribuan Sekolah di Kabupaten Tasikmalaya Rusak

Sebagaimana dirilis di Lintas Priangan beberapa waktu lalu, ribuan sekolah dasar di Kabupaten Tasikmalaya mengalami kerusakan ringan hingga berat, sebagian bahkan nyaris roboh.
Namun perbaikan tertunda karena alasan tidak tersedianya anggaran.

“Kalau anggaran untuk fasilitas ganda itu dialihkan untuk memperbaiki sekolah, setidaknya akan ada yang berubah. Tapi sepertinya prioritas kita sedang salah arah,” tambahnya.

Pejabat Nikmati Fasilitas Ganda, Rakyatnya Hidup di Bawah Reruntuhan

Asep mengingatkan bahwa pejabat seharusnya memiliki kepekaan dan tanggung jawab publik.
“Tidak pantas pejabat hidup nyaman di atas fasilitas ganda, sementara rakyat harus menerima kenyataan pahit bahwa sekolah anak-anak mereka rusak dan diabaikan. Jangan sampai pejabat hidup serba nyaman, sementara rakyat di reruntuhan. Karena sejatinya, fasilitas yang mereka nikmati itu bukan milik pribadi, itu uang rakyat!” pungkas Asep. (AC)

Related Articles

Back to top button