BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia hingga 4 Meter

BMKG memperingatkan gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan. Nelayan dan pelayaran diminta waspada.
lintaspriangan.com, Berita Nasional – Peringatan gelombang tinggi kembali dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk sejumlah perairan Indonesia pada Selasa, 11 November 2025. Kondisi laut diperkirakan mencapai ketinggian hingga 4 meter, yang berdampak langsung pada keselamatan pelayaran, aktivitas nelayan, serta mobilitas logistik di beberapa rute laut strategis.
Peringatan ini muncul saat sejumlah wilayah Indonesia memasuki pola angin transisi yang kerap memicu anomali gelombang. Lonjakan tinggi gelombang umumnya dipengaruhi pergeseran musim, tekanan udara, dan aktivitas angin musiman di kawasan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Dalam konteks logistik nasional, kondisi tersebut berpotensi menghambat distribusi barang dan aktivitas transportasi laut, terutama pada rute yang dilalui kapal kecil.
Pola Angin Memicu Gelombang hingga 4 Meter
BMKG menyampaikan bahwa gelombang laut pada hari ini dapat mencapai ketinggian 2,5 hingga 4 meter. Wilayah utara Indonesia mengalami pola angin dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 4–30 knot, sementara wilayah selatan dipengaruhi angin tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 4–25 knot.
Baca juga: Indonesia Redenominasi Rupiah, Purbaya Bakal Rubah Rp1000 Jadi Rp1
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Sulawesi dan Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai. Arus angin ini berperan dalam memperkuat pembentukan gelombang tinggi yang bergerak menuju beberapa daerah perairan.
BMKG memetakan sejumlah wilayah dengan potensi gelombang tinggi, yaitu:
- Laut Natuna Utara
- Samudra Pasifik utara Papua
Kedua wilayah ini merupakan jalur strategis bagi nelayan tradisional maupun kapal penumpang, sehingga peningkatan gelombang dapat mengganggu jadwal pelayaran dan aktivitas tangkap ikan.
Menurut analis BMKG, intensitas angin yang mencapai 30 knot sudah masuk kategori berbahaya bagi kapal kecil. Meski gelombang tinggi merupakan fenomena musiman, pola angin yang tidak stabil membuat prediksi rentan berubah dalam durasi singkat.
Dampak ke Pesisir dan Aktivitas Nelayan
Pada tingkat lokal, peningkatan gelombang dapat mempengaruhi sejumlah wilayah pesisir, terutama daerah yang mengandalkan sektor perikanan tangkap dan transportasi kapal nelayan. Peringatan kali ini berkaitan langsung dengan keselamatan kerja masyarakat pesisir yang beraktivitas setiap hari di perairan dangkal maupun perairan dalam.
BMKG mengingatkan bahwa gelombang tinggi bisa menyebabkan:
- Tingginya risiko kapal karam, terutama kapal berukuran kecil
- Gangguan distribusi logistik di rute laut tertentu
- Potensi kerusakan perahu yang bersandar di pesisir
- Risiko terseretnya warga pesisir oleh ombak besar
Imbauan khusus diberikan kepada nelayan yang menggunakan kapal kecil, kapal penyeberangan lokal, operator kapal pengangkut bahan pokok, dan pelaku wisata bahari. BMKG menekankan agar warga menunda aktivitas di laut hingga kondisi stabil.
Nelayan di beberapa wilayah sebelumnya melaporkan bahwa gelombang tinggi sering kali terjadi bersamaan dengan angin kencang yang membuat kapal sulit dikendalikan. Situasi tersebut juga mempengaruhi produktivitas tangkap, yang dalam jangka panjang berdampak pada pendapatan rumah tangga pesisir.
Risiko Iklim dan Keselamatan Maritim
Fenomena gelombang tinggi menguatkan kembali pentingnya sistem peringatan cuaca yang mampu dibaca dan diakses secara efektif oleh masyarakat pesisir. Infrastruktur informasi di daerah, terutama di desa nelayan, masih bergantung pada pengumuman manual atau grup komunikasi lokal. Hal itu membuat informasi kadang terlambat diterima.
Di sisi lain, perubahan pola angin di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pengaruh kuat dari dinamika iklim global, termasuk perubahan suhu permukaan laut serta pola angin dari Samudra Hindia dan Pasifik. Kondisi tersebut menuntut adaptasi kebijakan jangka panjang, bukan hanya mitigasi harian.
Bajca juga: Bupati Tasikmalaya Terima Kunjungan Danrem 062 Tarumanagara
Para analis kelautan menilai, pemerintah perlu memperluas akses radar cuaca, penguatan radio maritim, serta memperbanyak pos pantau di wilayah terpencil. Selain untuk mitigasi kecelakaan laut, langkah ini dibutuhkan untuk stabilitas ekonomi nelayan yang sangat sensitif terhadap perubahan cuaca.
Peringatan gelombang tinggi dari BMKG menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan. Selama kondisi angin masih mencapai 30 knot, risiko pelayaran tetap tinggi. BMKG meminta warga mengikuti informasi resmi sebelum melaut dan mengutamakan keselamatan.
Gelombang tinggi dipicu pola angin hingga 30 knot. BMKG mengimbau nelayan dan pelayaran berhati-hati serta menunda aktivitas laut sementara. (MD)



