Aksi Unjuk Rasa Ricuh di Tasikmalaya, Ketua KNPI Angkat Bicara

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Tasikmalaya, 29 Agustus 2025 — Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tasikmalaya, Dhani Tardiwan Noor, mengeluarkan himbauan kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya pemuda, untuk tetap menjaga diri dan bertindak bijak menyikapi situasi pasca aksi unjuk rasa yang berlangsung hari ini di Kota Tasikmalaya. Aksi tersebut berakhir ricuh dan menyebabkan kerusakan pada gedung DPRD setempat.
Dhani mengingatkan bahwa pemuda adalah garda terdepan dalam memperjuangkan kebaikan bersama, tetapi harus dengan cara yang santun dan menghormati hukum. “Pemuda harus kritis, melek politik, dan tidak boleh diam ketika ada kedzaliman, tapi tetap harus dengan fikiran dan hati yang tenang. Pemuda harus mengedepankan intelektualitas, bukan sekadar fisik belaka,” ujar Dhani.
Sebagai Ketua KNPI Kota Tasikmalaya, Dhani yakin bahwa pemuda di Kota Tasikmalaya, khususnya yang tergabung dalam wadah organisasi kepemudaan di bawah KNPI, tidak akan pernah rela tanah kelahirannya dirusak oleh siapapun. “Pemuda siap berada di garda terdepan selama untuk memperjuangkan kebaikan bersama, demi kepentingan rakyat banyak,” tegas Dhani.
Namun, Dhani juga menekankan pentingnya pendekatan yang tidak bertentangan dengan hukum dan tidak menciderai kepentingan publik. “Kami tidak pernah takut dengan siapapun, tapi pastikan kita berada di pihak yang benar dan menempuh cara-cara yang tidak bertentangan dengan hukum,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dhani juga mengimbau agar aparat dan pejabat tidak menutup diri. “Semakin menutup diri, semakin memicu amarah. Jangan biarkan ketidakpastian memicu reaksi yang tidak diinginkan,” tuturnya.
Terkait insiden yang melibatkan driver ojol Affan Kurniawan, Dhani menyatakan, “Posisi kami sudah tegas dan jelas sejak terjadinya insiden yang menimpa driver ojol Affan Kurniawan. Publikasi sudah kami sebar atas nama KNPI Kota Tasikmalaya, agar kasus tersebut diusut tuntas. Tapi bukan berarti kita harus merusak di kampung halaman sendiri.”
Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya pihak-pihak yang menumpangi aksi unjuk rasa tersebut, Dhani mengaku tidak ingin berspekulasi. Namun, ia menyadari bahwa di negeri ini selalu ada pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu yang berusaha memecah belah kesatuan bangsa. “Kalaupun ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini untuk membuat gaduh Kota Tasikmalaya, mereka harus siap berhadapan dengan Pemuda Kota Santri,” kata Dhani dengan tegas.
Dhani kembali mengingatkan pemuda untuk tetap kritis, berani, dan peduli terhadap isu-isu sosial, namun tanpa merugikan diri sendiri dan masyarakat. “Pemuda harus menjadi agen perubahan yang cerdas dan bertanggung jawab, agar tidak hanya memperjuangkan aspirasi, tetapi juga menjaga ketertiban dan keharmonisan di masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, redaksi Lintas Priangan berhasil memperoleh informasi dari pihak DPRD Kota Tasikmalaya. Ternyata, aksi yang berujung ricuh di gedung DPRD tersebut tidak diawali dengan surat pemberitahuan. Meski demikian, saat aksi berlangsung sebenarnya tiga anggota DPRD sudah bersiap turun untuk menemui para pengunjuk rasa. Namun, karena situasi tiba-tiba sangat emosional dan tidak terkendali, ketiga anggota DPRD tersebut memilih untuk menahan diri.
Kejadian ini tentu saja menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk selalu mengedepankan dialog yang konstruktif dan menghindari tindakan yang merusak ketertiban umum. Kita berharap agar aksi-aksi unjuk rasa ke depan tetap berlangsung dengan damai dan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat. (Lintas Priangan/AA)



