Berita Tasikmalaya

Bupati Pilih Sarjana Agama untuk Pimpin BUMD Kabupaten Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pelantikan direksi baru PT Abhyakta Dharma Yasa pada Senin (01/12/2025) menghadirkan suasana berbeda di Aula Pendopo Singaparna. Di hadapan jajaran pemerintah daerah, Bupati Tasikmalaya melantik Asep Mulyaden, S.Ag., M.Ag. sebagai direktur BUMD Kabupaten Tasikmalaya yang selama ini dikenal memegang sejumlah sektor strategis. Pelantikan itu turut disaksikan Wakil Bupati Tasikmalaya, menegaskan bahwa penunjukan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari arah kebijakan daerah ke depan.

Yang membuat momen ini menarik adalah latar akademik Asep yang berasal dari pendidikan agama. Di tengah tuntutan profesionalisme bisnis dan persaingan antar daerah, keputusan Bupati justru memberi pesan halus: pengelolaan BUMD Kabupaten Tasikmalaya tak hanya soal hitung-hitungan laba, tetapi juga menjaga nilai, integritas, dan etika yang kerap menjadi fondasi keberlanjutan sebuah lembaga.

PT Abhyakta Dharma Yasa sendiri bukan sembarang BUMD. Perusahaan daerah ini digadang sebagai salah satu motor penggerak ekonomi Tasikmalaya. Fokusnya berada pada sektor pertambangan, jasa konstruksi, dan pengembangan usaha produktif lain—bidang-bidang yang menyentuh langsung denyut pembangunan daerah. Dengan beban tugas sebesar itu, figur direksi baru otomatis menjadi sorotan.

Asep memasuki ruang yang penuh tantangan. Sebagian program strategis Pemkab Tasikmalaya membutuhkan eksekutor yang siap bergerak cepat. Sejumlah kerja sama yang telah ditandatangani pasangan Bupati–Wakil Bupati sebelumnya menempatkan PT Abhyakta Dharma Yasa sebagai salah satu pelaksana. Artinya, direksi baru bukan hanya mengelola, tetapi juga memastikan roda kebijakan bisa benar-benar berjalan.

BUMD Sebagai Penopang PAD

Selama beberapa tahun terakhir, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor BUMD masih belum memenuhi harapan. Ini bukan isu baru, tetapi inilah titik yang membuat penunjukan direksi baru semakin relevan. Pemkab Tasikmalaya ingin BUMD tidak sekadar menjadi aset, tetapi juga sumber kekuatan ekonomi daerah.

Di sinilah latar belakang Asep menjadi sorotan menarik. Lulusan studi agama biasanya identik dengan nilai-nilai integritas dan kedisiplinan moral. Jika dikaitkan dengan kebutuhan BUMD yang harus transparan, tertib, dan tahan banting terhadap godaan kebijakan, penunjukan ini seperti menjahit dua dunia yang berbeda untuk mendapatkan hasil yang lebih utuh: bisnis yang kuat dan tata kelola yang bersih.

Pelantikan ini juga menjadi materi pembicaraan di lingkungan Pemkab Tasikmalaya karena dianggap sebagai salah satu langkah paling berani dalam periode kepemimpinan Cecep–Asep. Ketika sebagian daerah lain berlomba menempatkan profesional dari lingkaran ekonomi atau teknik, Kabupaten Tasikmalaya mengambil jalur berbeda, jalur yang mungkin saja memunculkan kejutan positif.

Bupati menyampaikan bahwa direksi baru diharapkan membawa “angin segar” bagi manajemen BUMD Kabupaten Tasikmalay. Dalam konteks pembangunan daerah, angin segar ini penting untuk menghidupkan kembali semangat kerja, memperbaiki tata kelola, serta mendorong unit bisnis agar lebih berdaya saing. Dengan sektor strategis seperti pertambangan dan konstruksi yang memiliki peluang besar, peningkatan PAD melalui BUMD bukanlah target yang mustahil.

Penunjukan seorang direktur BUMD Kabupaten Tasikmalaya dengan latar agama pada akhirnya membuka ruang diskusi baru tentang arah pengelolaan perusahaan daerah di Tasikmalaya. Apakah pendekatan nilai mampu mendorong efisiensi? Apakah kombinasi moral dan manajemen bisa melahirkan gebrakan baru?

Jawabannya tentu berada di tangan direksi yang baru dilantik. Namun satu hal yang jelas: Kabupaten Tasikmalaya sedang bergerak, dan pergerakan itu dimulai dari ruang aula Pendopo Singaparna, ketika sebuah keputusan sederhana mengirimkan pesan besar—bahwa bisnis daerah harus maju, tetapi tetap berada di jalur yang bermartabat. (AS)

Related Articles

Back to top button