Berita Tasikmalaya

Pesan Wamendagri di HUT Kota Tasikmalaya: “Jaga Transparansi dan Akuntabilitas”

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus memberikan pesan kuat dalam upacara peringatan HUT ke-24 Kota Tasikmalaya ke-24. Ia menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas anggaran sebagai dasar utama pembangunan daerah.

Dalam upacara yang berlangsung di Lapangan Bale Kota Tasikmalaya, Wiyagus tampil sebagai inspektur upacara. Kehadirannya bukan sekadar seremonial, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian seorang putra daerah terhadap kemajuan tanah kelahirannya. Ia menegaskan bahwa hari ulang tahun kota seharusnya menjadi momen refleksi bagi seluruh unsur pemerintahan untuk meninjau kembali arah pembangunan.

“Setiap rupiah dari dana publik harus memberikan manfaat nyata untuk masyarakat,” ujar Wiyagus dalam sambutannya. Ia meminta agar pemerintah daerah benar-benar terbuka dalam penggunaan anggaran. Menurutnya, pembangunan yang baik dimulai dari pengelolaan keuangan yang jujur dan transparan.


Transparansi Jadi Fondasi Kepercayaan Publik

Wiyagus menilai, transparansi bukan hanya kewajiban administratif, tetapi kebutuhan moral bagi pemerintah daerah. Ia mengingatkan, pengelolaan dana publik yang tertutup hanya akan menumbuhkan ketidakpercayaan warga. Karena itu, ia meminta Pemkot Tasikmalaya membuka seluruh proses perencanaan dan realisasi anggaran kepada masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak diukur dari seberapa besar dana yang terserap, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan warga. “Kalau masyarakat tahu ke mana uangnya dialokasikan, maka kepercayaan publik akan tumbuh. Kepercayaan itu adalah bahan bakar utama pembangunan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya partisipasi warga dalam setiap tahap pembangunan. Pemerintah kota, kata dia, perlu mengajak masyarakat ikut menilai, memberi masukan, bahkan mengawasi pelaksanaan program. Dengan cara itu, pembangunan menjadi milik bersama, bukan hanya proyek pemerintah.


Sinkronisasi Program dan Perbaikan Regulasi

Selain bicara soal transparansi, Wamendagri juga mengingatkan perlunya sinkronisasi antara program daerah dan kebijakan nasional. Ia menegaskan bahwa daerah yang mampu menyesuaikan arah kebijakan dengan program pusat akan lebih cepat berkembang.

Wiyagus menyebut empat pilar utama pembangunan daerah yang berkelanjutan: inovasi, kolaborasi, transparansi, dan partisipasi warga. “Pemerintah daerah harus berani berinovasi, bekerja lintas sektor, dan melibatkan masyarakat sejak awal,” katanya.

Ia juga mendorong agar pemerintah kota meninjau kembali sejumlah regulasi yang dinilai sudah tidak relevan. Harmonisasi aturan, menurutnya, penting agar kebijakan tidak saling bertentangan. Dengan peraturan yang lebih adaptif, program pembangunan akan berjalan lebih efisien dan tepat sasaran.


Tantangan dan Harapan untuk Kota Tasikmalaya

Pesan Wamendagri di HUT Kota Tasikmalaya ini menjadi pengingat bagi seluruh aparatur agar terus menjaga integritas. Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi, menyambut baik arahan tersebut. Ia mengakui bahwa semangat transparansi dan akuntabilitas harus terus dijaga di setiap lini pemerintahan.

Namun, tantangan nyata tetap menunggu. Publik kini semakin kritis dan menuntut keterbukaan dalam pengelolaan keuangan daerah. Beberapa kalangan menilai, transparansi bukan sekadar laporan di atas kertas, tetapi bukti nyata dalam pelaksanaan proyek dan layanan publik.

Wiyagus menutup pesannya dengan ajakan agar ASN di Tasikmalaya bekerja dengan hati dan integritas. “Kota ini akan maju jika aparatur dan masyarakat berjalan seirama. Jangan jadikan ulang tahun hanya pesta, tetapi jadikan sebagai tonggak perubahan,” ucapnya.


Pesan Wamendagri di HUT Kota Tasikmalaya menggugah seluruh pihak untuk memperkuat tata kelola pemerintahan. Transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik menjadi kunci agar pembangunan benar-benar berpihak pada rakyat.

Dirgahayu Kota Tasikmalaya ke-24 — semoga semangat “Santun” tidak hanya menjadi slogan, tetapi hidup dalam setiap kebijakan dan langkah pembangunan menuju kota yang lebih bersih, terbuka, dan berdaya saing. (EH)

Related Articles

Back to top button