Kasus Tertipu MBG Kota Banjar: Bukan Anggota DPRD, tapi Keluarganya

“Yang Jadi Korban Keluarga Saya”
Klarifikasi itu disampaikan oleh Hendrik Purnomo, anggota DPRD Kota Banjar, melalui unggahan akun Instagram @banjarku.patroman, akun media sosial yang kerap memuat informasi dan klarifikasi isu-isu lokal Kota Banjar. Dalam unggahan tersebut, Hendrik menegaskan bahwa dirinya bukan pelaku maupun pihak yang mencari keuntungan dari program MBG.
Dalam caption unggahan tersebut dijelaskan bahwa Hendrik meluruskan kabar dugaan penipuan program Makan Bergizi Gratis. Ia menegaskan bahwa bukan dirinya yang tertipu, melainkan keluarganya yang berdomisili di Lakbok, Kabupaten Ciamis. Hendrik menyebut perannya hanya sebatas membantu. Klarifikasi lengkap dari Hendrik juga dapat dibaca di media Jabar Ekspress.
Klarifikasi ini menegaskan bahwa Hendrik memosisikan dirinya sebagai pihak yang membantu keluarga yang menjadi korban, bukan sebagai aktor yang menikmati atau mengelola program MBG Kota Banjar.
Postingan klarifikasi tersebut cukup memancing perhatian publik di media sosial. Setidaknya dalam 11 jam sejak diunggah, postingan itu telah disukai oleh sekitar 40 akun. Kolom komentar pun mulai dimanfaatkan warganet, dari yang bernada netral hingga menyentil.
“Oh, muhun,” tulis akun sulton.ahmad.
“Aslina?” tulis akun mochamadiqbalgozali.
“Kagok, Pak,” timpal akun intaaannn22.
“Biasana mah emng atas nama org lain.. duitna ti anggota gt kan,” komentar akun ovick_ibrahimovick.
“Kocak,” tukas akun dedeferry_.
Beragam komentar tersebut menunjukkan bahwa klarifikasi yang disampaikan belum sepenuhnya meredakan rasa ingin tahu publik. Sebaliknya, diskusi justru melebar, menyentuh aspek etika, kebiasaan, hingga pola yang kerap muncul dalam kasus-kasus serupa.
Di tengah klarifikasi ini, publik kini menunggu penjelasan lanjutan. Jika satu anggota DPRD Kota Banjar menyatakan bahwa langkah yang diambil semata-mata demi membantu keluarga yang menjadi korban, bagaimana dengan satu anggota DPRD lainnya yang sejak awal juga disebut dalam laporan kasus MBG Kota Banjar?
Apakah ceritanya sama? sama-sama berangkat dari niat membantu keluarga? atau akan muncul versi berbeda? Untuk sementara, publik tampaknya diminta bersabar. Waktu, proses hukum, dan keterbukaan para pihak akan menjawabnya. Redaksi akan terus memantau perkembangan kasus ini demi memastikan informasi yang diterima publik tetap utuh, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. (HS)



