lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menjadwalkan penyelenggaraan Jabar Kabisa 2026 pada Kamis–Jumat, 8–9 Oktober 2026, di Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung. Kegiatan ini menyediakan berbagai layanan publik gratis, termasuk pendampingan perizinan usaha, konsultasi sertifikasi halal, standardisasi produk, dan pemeriksaan kesehatan.
Melalui Jabar Kabisa 2026, pemerintah provinsi menargetkan pelayanan bagi sekitar 2.000 pelaku industri dan masyarakat selama dua hari. Acara tersebut juga ditargetkan menarik hingga 6.000 pengunjung, dengan pameran produk yang melibatkan 50 industri kecil dan menengah (IKM) asal Jawa Barat.
Layanan Perizinan Usaha hingga Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Berbagai layanan disiapkan untuk membantu masyarakat dan pelaku usaha mengakses kebutuhan administrasi serta memperoleh informasi mengenai pengembangan produk.
Salah satu layanan yang tersedia adalah pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), yang menjadi identitas resmi pelaku usaha dalam sistem perizinan berusaha.
Selain pendampingan NIB, pengunjung dapat berkonsultasi mengenai penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), sertifikasi halal, perpajakan, serta perlindungan kekayaan intelektual.
Disperindag Jabar juga menyediakan layanan pengujian dan sertifikasi produk, konsultasi perizinan pangan industri rumah tangga (P-IRT), serta konsultasi kemasan produk.
Pelaku usaha dari berbagai sektor, seperti tekstil, pengolahan kayu, alas kaki, rotan, kulit, dan kerajinan, dapat memperoleh konsultasi sesuai bidang usahanya.
Seluruh layanan yang diumumkan Disperindag Jabar tersebut dapat diakses tanpa biaya di lokasi acara. Namun, konsultasi sertifikasi tidak berarti sertifikat otomatis diterbitkan atau seluruh proses sertifikasi di luar acara bebas biaya.
Layanan kesehatan gratis juga dijadwalkan hadir melalui Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat. Pemeriksaan dan kalibrasi sejumlah alat kesehatan disediakan dengan kuota terbatas.
Berdasarkan informasi Labkes Jabar, layanan laboratorium bergerak melalui Bus Lalaban Seger dijadwalkan berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB pada 8 dan 9 Oktober 2026 di Sport Jabar Arcamanik.
Pameran 50 IKM dan Edukasi Konsumen
Selain menghadirkan pelayanan administrasi dan konsultasi, Jabar Kabisa 2026 dirancang sebagai sarana promosi produk industri kecil dan menengah.
Sebanyak 50 IKM dijadwalkan mengikuti pameran untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat.
Pameran tersebut menjadi salah satu kegiatan pendukung di samping edukasi konsumen, diskusi mengenai produk berstandar, serta pengenalan perlindungan konsumen.
Disperindag Jabar juga menyiapkan kegiatan edukasi mengenai cara memilih produk yang memenuhi standar kualitas dan keamanan.
Edukasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hak konsumen, sekaligus memberikan informasi kepada pelaku usaha tentang persyaratan produk dan akses pasar.
Kegiatan tahun ini mengusung tema Calakan Wargana, Rahayu Lemburna Jabar Istimewa. Rangkaian acara juga mencakup lomba untuk anak-anak dan hiburan bagi pengunjung.
Pemerintah provinsi berharap kegiatan tersebut dapat mempertemukan penyedia layanan, pelaku usaha, dan masyarakat dalam satu lokasi.
Cara Daftar Jabar Kabisa 2026
Masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan Jabar Kabisa 2026 dapat melakukan pendaftaran melalui tautan yang telah diumumkan Disperindag Jawa Barat.
Pendaftaran tersedia secara daring melalui **https://bit.ly/kabisa2026**.
Pengunjung juga dapat datang langsung ke Sport Jabar Arcamanik pada 8–9 Oktober 2026 dan meminta bantuan petugas untuk melakukan pendaftaran di lokasi.
Pemerintah menyediakan mekanisme tersebut agar masyarakat yang belum mendaftar secara daring tetap dapat mengakses informasi layanan.
Namun, pengunjung perlu memperhatikan ketentuan dan ketersediaan kuota pada masing-masing layanan, khususnya pemeriksaan kesehatan dan pelayanan yang membutuhkan proses administrasi lanjutan.
Dalam penyelenggaraan Jabar Kabisa 2025, Disperindag Jabar mencatat 2.039 permohonan layanan. Sebanyak 1.931 permohonan telah diselesaikan selama kegiatan, sedangkan 108 lainnya memerlukan tindak lanjut.
Penyelenggaraan tahun 2026 kembali menempatkan akses layanan publik sebagai kegiatan utama. Target 2.000 penerima layanan dan 6.000 pengunjung masih merupakan sasaran penyelenggara, bukan realisasi kehadiran. (NS/AS)
