lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Warga di lima kecamatan Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mengalami kekurangan pasokan air bersih. Untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, Polres Majalengka mengerahkan 26 truk tangki air bersih pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Bantuan air bersih Majalengka tersebut didistribusikan ke Kecamatan Sumberjaya, Jatiwangi, Majalengka, Sukahaji, dan Cigasong. Sebanyak 13 truk tangki dialokasikan untuk Sumberjaya, menjadikannya kecamatan dengan jumlah bantuan terbanyak dalam penyaluran tersebut.
Sumberjaya Terima 13 Tangki, Jatiwangi Tujuh Tangki
Berdasarkan keterangan resmi Polda Jawa Barat, pelepasan armada pengangkut air bersih berlangsung di Markas Polres Majalengka sekitar pukul 11.30 WIB.
Kegiatan dipimpin Kapolres Majalengka AKBP M Aldy Sulaiman bersama jajaran kepolisian dan perwakilan Perumda Tirta Bhakti Utama Majalengka.
Sebanyak 26 truk tangki dikerahkan menuju permukiman warga yang mengalami keterbatasan pasokan air.
Dari seluruh armada yang disiapkan, sebagian besar diarahkan menuju dua kecamatan, yakni Sumberjaya dan Jatiwangi.
Rincian distribusi bantuan air bersih Majalengka pada 7 Oktober 2026 adalah sebagai berikut:
| Kecamatan | Jumlah tangki |
|---|---|
| Sumberjaya | 13 |
| Jatiwangi | 7 |
| Majalengka | 2 |
| Sukahaji | 2 |
| Cigasong | 2 |
| Total | 26 |
Dengan demikian, sebanyak 20 dari 26 truk tangki dialokasikan untuk Kecamatan Sumberjaya dan Jatiwangi.
Perbedaan jumlah bantuan antarwilayah menunjukkan adanya variasi alokasi distribusi. Namun, belum tersedia rincian resmi mengenai jumlah rumah tangga penerima ataupun volume air yang disalurkan di setiap kecamatan.
Data tersebut diperlukan untuk mengetahui cakupan bantuan dan besarnya kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak.
Dalam penyaluran ini, kepolisian bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka dan perusahaan daerah penyedia layanan air minum.
Distribusi Air Bersih Berlanjut Selama Oktober
Bantuan air bersih Majalengka pada 7 Oktober bukan merupakan penyaluran pertama yang dilakukan kepolisian pada bulan ini.
Sebelumnya, pada Jumat, 2 Oktober 2026, Polres Majalengka juga mengerahkan 23 truk tangki air bersih menuju tujuh kecamatan yang mengalami kekurangan pasokan air akibat kondisi kekeringan.
Penyaluran tersebut dilaksanakan bersama pemerintah daerah dan perusahaan penyedia air minum.
Pada kegiatan sebelumnya, kepolisian menyatakan bantuan dilakukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk air untuk keperluan rumah tangga.
Penyaluran lanjutan pada 7 Oktober memperlihatkan bahwa kebutuhan bantuan air bersih masih ditemukan di sejumlah wilayah Majalengka.
Meski demikian, jumlah 26 truk tangki tidak dapat langsung digunakan untuk menyimpulkan bahwa kondisi kekeringan semakin parah. Jumlah armada yang dikirim dapat berbeda sesuai kebutuhan penyaluran dan pengaturan distribusi.
Laporan kepolisian juga belum memuat data perbandingan jumlah warga terdampak antara penyaluran 2 Oktober dan 7 Oktober.
Kebutuhan Air Bersih Warga Masih Jadi Perhatian
Kapolres Majalengka AKBP M Aldy Sulaiman menyampaikan bahwa kegiatan distribusi air merupakan salah satu upaya kepolisian membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Menurut keterangan resminya, penyaluran dilakukan melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka serta Perumda Tirta Bhakti Utama.
Bantuan dikirim langsung menuju titik-titik permukiman yang telah menjadi sasaran distribusi.
Persoalan pasokan air bersih berkaitan langsung dengan kebutuhan warga untuk memasak, membersihkan rumah, dan menjaga kebersihan sehari-hari.
Namun, laporan yang tersedia belum menjelaskan secara terperinci penyebab kekurangan air pada masing-masing kecamatan, termasuk kondisi sumber air maupun jaringan distribusi.
Belum tersedia pula kepastian mengenai jadwal pemulihan pasokan air secara normal bagi seluruh wilayah penerima bantuan.
Hingga Kamis, 8 Oktober 2026, informasi resmi terbaru yang menjadi dasar pemberitaan ini adalah pengerahan 26 truk tangki pada hari sebelumnya. Kondisi kebutuhan air bersih serta kemungkinan penyaluran lanjutan masih memerlukan pembaruan dari pemerintah daerah dan penyedia layanan air. (NS/AS)
