lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Sedekah Bumi Cibuntu dijadwalkan digelar pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di Desa Wisata Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Tradisi tahunan masyarakat kaki Gunung Ciremai itu menjadi salah satu agenda budaya Jawa Barat akhir pekan ini dan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 12.00 WIB.
Agenda Sedekah Bumi Cibuntu dipusatkan di Lapangan Sidarangdan atau Bumi Perkemahan Desa Wisata Cibuntu. Informasi acara yang dipublikasikan melalui kanal agenda budaya Jawa Barat menyebut pengunjung disarankan datang sejak pukul 07.00 WIB agar tidak melewatkan arak-arakan budaya dari Balai Desa. Acara ini juga diumumkan tanpa tiket khusus, meski pengunjung tetap dikenai retribusi masuk kawasan desa wisata dan biaya parkir sesuai ketentuan setempat.
Sedekah Bumi Cibuntu Jadi Agenda Budaya Akhir Pekan
Sedekah Bumi Cibuntu merupakan tradisi yang menampilkan suasana kebersamaan warga desa sekaligus ungkapan syukur atas hasil bumi dan kehidupan masyarakat setempat.
Dalam publikasi agenda resmi, kegiatan tahun ini mengusung tema “Pameungkeut Deudeuh, Pamantri Asih, Saangeusi Bumi”. Tema tersebut menggambarkan nilai kasih sayang, kebersamaan, dan penghormatan terhadap alam yang menjadi bagian dari kehidupan warga Desa Cibuntu.
Sebagai berita agenda, pelaksanaan acara pada Sabtu pagi itu belum dapat dinyatakan telah berlangsung sebelum ada konfirmasi lanjutan. Namun, jadwal, lokasi, dan sifat acara telah dipublikasikan melalui kanal resmi agenda budaya dan kalender kegiatan wisata Kuningan.
Informasi yang tersedia juga menunjukkan acara ini terbuka bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin menyaksikan tradisi budaya desa. Bagi pengunjung, momentum ini bukan hanya menjadi agenda hiburan akhir pekan, tetapi juga kesempatan melihat langsung tradisi yang masih dijaga oleh masyarakat setempat.
Tradisi Tahunan Desa Wisata Cibuntu
Desa Wisata Cibuntu dikenal sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Kuningan yang menonjolkan kekayaan alam dan budaya lokal. Pelaksanaan Sedekah Bumi Cibuntu memperlihatkan bagaimana tradisi desa tetap dipertahankan di tengah pengembangan kawasan wisata.
Keterangan mengenai acara menekankan bahwa pengunjung dapat menyaksikan suasana khas pedesaan dan tradisi masyarakat yang masih dijaga hingga kini. Hal itu menempatkan Sedekah Bumi Cibuntu bukan sekadar pertunjukan seremonial, melainkan bagian dari identitas budaya warga.
Bagi Jawa Barat, agenda seperti ini juga penting karena memperkuat pelestarian kebudayaan lokal di tengah arus kegiatan wisata modern. Kegiatan budaya tahunan di desa wisata semacam Cibuntu memberi ruang bagi tradisi lokal untuk tetap hidup sekaligus dikenal lebih luas oleh publik.
Hingga naskah ini disusun, rincian susunan acara selain arak-arakan budaya, termasuk jumlah peserta dan pejabat yang dijadwalkan hadir, belum dipublikasikan secara terperinci. Karena itu, pemberitaan ini menempatkan Sedekah Bumi Cibuntu sebagai agenda budaya yang akan berlangsung pada 17 Oktober 2026, bukan laporan acara yang sudah terlaksana. (NS/AS)
