Kemenag Tetapkan Cianjur sebagai Kota Wakaf

Kemenag menetapkan Cianjur sebagai kota wakaf untuk memperkuat ekonomi umat dan pendidikan berbasis wakaf.

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR – Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan Kabupaten Cianjur sebagai kota wakaf dalam acara launching di Halaman Pancaniti Pendopo Cianjur, Selasa (2/12/2025). Status ini menempatkan Cianjur sebagai daerah ketiga di Jawa Barat setelah Indramayu dan Cirebon. Penetapan kota wakaf bukan hanya simbol keagamaan, tetapi kebijakan publik yang berpotensi mengubah akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial masyarakat.


Cianjur Menjadi Kota Wakaf: Apa yang Dipertaruhkan

Wakil Bupati Cianjur, Ramzi Geys Thebe, menyebut penetapan sebagai kota wakaf merupakan capaian bersama masyarakat. Ia menggarisbawahi tanggung jawab implementasi kebijakan pascapenetapan. โ€œAlhamdulillah, ini prestasi bagi masyarakat Cianjur. Kami bersyukur menjadi salah satu kota wakaf yang ditetapkan Kemenag RI setelah Indramayu dan Cirebon,โ€ ucap Ramzi.

Ramzi menekankan, predikat bukan sekadar penghargaan, tetapi mandat negara. Pemerintah daerah harus bekerja sejajar dengan Kementerian Agama Cianjur dalam eksekusi program. โ€œYang paling penting adalah program dan tujuan baiknya harus bergerak. Kemenag Cianjur menjadi mitra pemerintah daerah, dan ketika ada program pusat seperti ini, kita harus tegak lurus mengoptimalkannya demi kemanfaatan masyarakat,โ€ tutur Ramzi.

Di tingkat pusat, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menilai Cianjur memiliki potensi besar dalam pengembangan wakaf produktif. Ia menyebut model baru pengelolaan wakaf tidak lagi berhenti pada pendirian bangunan ibadah. โ€œWakaf uang sangat mungkin dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan daerah, seperti pemberdayaan ekonomi, permodalan alat kerja, hingga pembangunan madrasah,โ€ kata Abu.


Kota Wakaf sebagai Instrumen Kebijakan Publik

Konsep kota wakaf bukan sekadar identitas kultural. Secara kebijakan, status ini membuka ruang optimalisasi aset wakaf tanah, wakaf uang, maupun wakaf produktif untuk menopang layanan publik. Di Cianjur, potensi ini tampak relevan. Wilayah agraris dengan tingkat ekonomi UMKM yang tinggi membutuhkan skema pembiayaan nazhir (pengelola wakaf) yang terstruktur.

Dalam model wakaf modern, aset tidak hanya disimpan atau difungsikan untuk kegiatan ritual. Aset dikelola sebagai modal investasi. Keuntungannya dikembalikan ke program sosial: beasiswa, sarana pendidikan, layanan kesehatan, atau akses permodalan bagi warga berpendapatan rendah. Di beberapa kota, wakaf uang menjadi sumber pendanaan mikro. Model ini menekan ketergantungan pada hibah pemerintah daerah dan memutus rantai kredit rentenir.

Cianjur menjadi studi kasus menarik. Pemerintah daerah punya infrastruktur keagamaan yang kuat, tetapi membutuhkan tata kelola ekonomi berbasis data. Tanah wakaf yang tersebar di kecamatan-kecamatan harus diidentifikasi legalitasnya. Naik-turun produksi pertanian harus menjadi indikator portofolio pengelolaan aset. Tanpa langkah ini, kota wakaf akan berhenti sebagai slogan politik.


Tantangan Tata Kelola dan Mekanisme Pertanggungjawaban

Kunci dari kota wakaf terletak pada desain regulasi lokal. Kementerian Agama dapat menjadi regulator, tetapi aktor faktual ada pada level daerah. Nazhir perlu dilatih mengelola aset modern. Wakaf uang harus melewati sistem bank syariah agar transparansi keuangan terukur. Audit tahunan diperlukan untuk menghindari sengketa dan penyalahgunaan. Keterbukaan publik terhadap data aset menjadi keharusan.

Baca juga: Dituding Korupsi, KDM Dilaporkan ke KPK

Kemenag Cianjur bersama Pemerintah Kabupaten menyebut komitmen membangun model pengelolaan wakaf produktif. Fokusnya ekonomi umat, peningkatan kualitas pendidikan, dan distribusi manfaat sosial. Model ini akan menguji kemampuan birokrasi dalam mengintegrasikan wakaf dengan pembangunan daerah. Cianjur membutuhkan lembaga penyangga: unit kajian ekonomi syariah, sistem pelaporan digital, hingga partner perbankan syariah.

Wakaf produktif memiliki syarat sederhana: aman secara hukum, transparan secara administratif, dan berkelanjutan secara ekonomi. Tanpa tiga elemen ini, status kota wakaf hanya menjadi papan nama di pendopo. Risiko terbesar muncul saat aset dianggap milik elite religius, bukan milik publik. Begitu kepercayaan hilang, partisipasi warga ikut runtuh.

Di Cianjur, peluangnya besar. Demografi muda memberi pasar tenaga kerja. UMKM menghasilkan sektor produksi mikro. Wakaf dapat masuk sebagai sumber modal alat kerja, fasilitas pelatihan, atau skema subsidi pendidikan. Jika model ini berjalan, kota wakaf dapat menjadi instrumen pemerataan kesejahteraanโ€”bukan sekadar identitas seremonial.

Status kota wakaf memberi Cianjur peluang membangun ekonomi umat berbasis aset produktif, dengan tata kelola transparan dan manfaat sosial yang luas. (MD)


Satpol PP Kota Tasikmalaya

Kasatpol PP Kota Tasikmalaya: Menjaga Ketertiban Itu Amanat Pancasila

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.ย Momentum Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026, menjadi pengingat bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya hidup dalam upacara dan pidato. Dalam kehidupan kota...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com,ย JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Ade Hendar: Generasi Muda yang Hebat Bukan Ditakuti di Jalan, tapi Berguna bagi Lingkungan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.ย Momentum Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026,...

Kasatpol PP Kota Tasikmalaya: Menjaga Ketertiban Itu Amanat Pancasila

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.ย Momentum Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2026,...

Kepala Kesbangpol Ciamis: Ormas Mengajarkan Bangsa Ini Arti Persatuan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Momentum Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober...

Data Stunting Ciamis Berbeda, Pemkab Sebut Survei 20,23 Persen dan Pendataan Daerah 4,4 Persen

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Data stunting Ciamis menjadi perhatian Pemerintah...

Polisi Dalami Dugaan Perundungan SMAN 3 Tasikmalaya, Enam Siswa Senior Diduga Terlibat

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Polisi mendalami dugaan perundungan SMAN 3...

JAWA BARAT

Ribuan Rokok Ilegal Beredar di Cianjur, 7.000 Batang Disita dari Tiga Kecamatan

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Peredaran rokok ilegal di Kabupaten Cianjur...

Ruliadi: Dulu Pemuda Menjaga Indonesia dengan Darah, Hari Ini dengan Kesadaran Politik

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Momentum Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober...

PMI Asal Majalengka Pulang dari Yordania Bersama Lima Anak, Pemkab Siapkan Pendampingan

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Seorang PMI asal Majalengka yang bekerja...

Virtual Job Fair Bandung Buka 359 Lowongan dari Enam Perusahaan

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan...

Revitalisasi Pasar Ciroyom Siapkan 1.045 Ruang Dagang, Pedagang Minta Kepastian Harga

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Perumda Pasar Juara Kota Bandung menyiapkan...

Kebakaran TPA Cikundul Belum Padam, 400 Personel Dikerahkan

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Kebakaran TPA Cikundul Sukabumi belum sepenuhnya...

Layanan RSUD Kabupaten Bekasi Kembali Normal Usai Kebakaran Panel Listrik

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Pelayanan RSUD Kabupaten Bekasi kembali berjalan...

Kasus Lapas Cibinong Masuk DPR, 13 Rumah Dinas Belum Tercatat sebagai Aset Negara

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL.โ€“ Kasus Lapas Cibinong memasuki babak baru...

Olahraga

Popular Categories