Lapas Cibinong Bogor, Fasilitas Hunian Mewah: Siapa yang Bangun, Siapa yang Bayar?

Lalu siapa yang sebenarnya menempati?

Di titik ini muncul perbedaan keterangan.

Menurut Ombudsman, petugas lapas menyampaikan bahwa bangunan tersebut merupakan tempat istirahat petugas.

Namun Ombudsman mempertanyakan peruntukan tersebut setelah melihat kondisi fasilitas di dalamnya dan menemukan orang yang diduga warga binaan berada di kawasan tersebut.

Maka sejumlah pertanyaan administratif menjadi penting:

Apa fungsi resmi bangunan itu?

Siapa yang berhak menempatinya?

Apakah ada daftar penghuni?

Siapa yang memberikan izin?

Sejak kapan bangunan tersebut digunakan?

Dan apakah penggunaannya tercatat dalam administrasi resmi Lapas Cibinong?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak bisa dijawab hanya dengan melihat kondisi fisik bangunan.

Dokumen dan catatan penggunaan fasilitas justru menjadi bagian penting dari pemeriksaan.

Ada pengakuan penghuni soal pembayaran

Bagian paling sensitif dari temuan Ombudsman bukan televisi, kulkas atau dapur.

Seorang penghuni yang dimintai keterangan Ombudsman disebut mengaku membayar untuk dapat menempati fasilitas tersebut.

Namun proses pendalaman terhenti setelah petugas lapas datang.

Akibatnya, Ombudsman belum mendapatkan informasi mengenai berapa jumlah yang dibayarkan, kepada siapa pembayaran dilakukan, dan bagaimana mekanismenya.

Di sinilah publik membutuhkan jawaban yang jelas.

Kalau memang ada pembayaran, siapa penerimanya?

Berapa nilainya?

Dibayar sekali atau berkala?

Apakah ada kuitansi?

Apakah pembayaran tersebut memiliki dasar hukum?

Jika resmi, apakah tercatat sebagai penerimaan negara?

Jika bukan penerimaan resmi, siapa yang mengelolanya?

Tetapi penting untuk membedakan antara temuan dan kesimpulan.

Belum ada bukti yang cukup untuk menyatakan telah terjadi jual beli kamar atau pungutan liar.

Yang ada saat ini adalah keterangan seorang penghuni kepada Ombudsman bahwa dirinya membayar untuk menempati fasilitas tersebut.

Sisanya harus dibuktikan melalui pemeriksaan.

Kalau benar membayar, uangnya ke mana?

Pertanyaan ini seharusnya menjadi salah satu titik utama pemeriksaan.

Sebuah fasilitas khusus di dalam lembaga pemasyarakatan semestinya memiliki dasar penggunaan yang jelas.

Jika warga binaan memang membayar untuk memperoleh fasilitas tertentu, maka harus ada penjelasan mengenai dasar pembayarannya.

Siapa yang menetapkan?

Siapa yang menerima?

Bagaimana pencatatannya?

Dan siapa yang bertanggung jawab?

Sebab persoalannya bukan semata-mata apakah seorang warga binaan boleh memiliki televisi atau kulkas.

Persoalannya adalah apakah fasilitas tersebut diberikan berdasarkan aturan yang berlaku dan mekanisme yang sama bagi warga binaan lainnya.

Siapa yang membangun?

Pertanyaan berikutnya bahkan lebih sederhana.

Bangunan itu tidak mungkin muncul begitu saja.

Siapa yang membangun?

Kapan dibangun?

Menggunakan anggaran siapa?

Siapa yang menyediakan perabotannya?

Siapa yang membayar listrik dan air?

Apakah bangunan tersebut tercatat sebagai sarana resmi lapas?

Jika menggunakan anggaran negara, bagaimana proses pengadaannya?

Jika bukan menggunakan anggaran negara, siapa penyandang dananya?

Dan jika dibangun secara swadaya, siapa yang memberikan izin?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menentukan apakah fasilitas itu sekadar bangunan yang peruntukannya belum jelas atau terdapat persoalan tata kelola yang lebih serius.

Ada pula temuan minuman beralkohol

Ombudsman juga menyebut menemukan minuman beralkohol di salah satu kulkas serta botol bekas minuman beralkohol di tempat sampah kawasan tersebut.

Namun Ombudsman belum memastikan siapa pemilik atau pengguna barang tersebut.

Karena itu, tidak tepat langsung menyebut minuman tersebut milik narapidana tertentu.

Tetapi keberadaannya tetap menimbulkan pertanyaan tentang sistem pengawasan.

Bagaimana barang tersebut dapat berada di kawasan lapas?

Siapa yang mengawasi keluar-masuk barang?

Apakah ada pemeriksaan rutin?

Dan apakah area khusus tersebut mendapatkan perlakuan pengawasan yang berbeda dibandingkan blok hunian lainnya?

Ditjenpas membentuk tim pemeriksaan

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan kini telah membentuk tim untuk memeriksa temuan Ombudsman.

Pemeriksaan mencakup sarana dan prasarana, administrasi, standar pelayanan, pengamanan, status serta peruntukan fasilitas dan administrasi terkait warga binaan.

Dirjenpas Mashudi mengatakan seluruh informasi perlu diverifikasi secara menyeluruh sebelum kesimpulan diambil.

Jika pemeriksaan menemukan pelanggaran oleh petugas, Ditjenpas menyatakan tindakan akan dilakukan sesuai ketentuan.

Sikap tersebut penting karena temuan Ombudsman merupakan dasar pemeriksaan, bukan vonis terhadap pihak tertentu.

Tetapi pemeriksaan juga harus menjawab seluruh pertanyaan yang muncul.

Bukan hanya siapa yang menempati bangunan.

Melainkan bagaimana bangunan itu bisa ada dan digunakan.

Ombudsman minta fasilitas dibongkar

Ombudsman menyatakan fasilitas khusus tersebut harus dibongkar dan berencana melakukan sidak lanjutan dalam waktu kurang dari satu bulan.

Selain pembongkaran, Ombudsman juga meminta evaluasi terhadap jajaran Lapas Cibinong, pengembalian warga binaan yang diduga menempati fasilitas khusus ke blok hunian, penguatan penjagaan serta penutupan akses keluar di bagian belakang yang ditemukan saat sidak.

Artinya, perkara ini tidak berhenti pada pertanyaan mengenai bangunan.

Ada persoalan pengawasan yang ikut diuji.

angkat besi Asian Games

Ricko Saputra dan Eko Yuli Turun di Final Angkat Besi Asian...

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Dua lifter Indonesia, Ricko Saputra dan Eko Yuli Irawan, dijadwalkan tampil pada final angkat besi Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Kamis, 24 September...

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

437.793 Keluarga Terima Bantuan Beras Garut, Distribusi Ditarget Tuntas September

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Sebanyak 437.793 keluarga menjadi penerima bantuan beras Garut...

Anggap Desil Bansos Banjar Bermasalah, PPDI Sambangi BPS

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Sejumlah penyandang disabilitas di Kota Banjar...

907 Paket Pembangunan Kota Tasikmalaya Rp121,882 Miliar Diresmikan

lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Sebanyak 907 paket pembangunan Kota Tasikmalaya tahun...

Kebakaran Lahan di Hegarsari Banjar, Api Berhasil Dipadamkan

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Kebakaran terjadi di lahan kebun milik...

Larangan Merokok Pangandaran, Dinkes Tegaskan Perokok Tak Langsung Didenda Rp50 Juta

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pemasangan papan larangan merokok Pangandaran di kawasan Pantai...

JAWA BARAT

Tarif Bandros dan TMB Rp216 Berlaku 25–27 September 2026

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung memberlakukan tarif Bandros dan...

Hibar Budaya Saung Kopi Hawwu Dimulai Hari Ini, Berlangsung Lima Hari di Kuningan

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Hibar Budaya Saung Kopi Hawwu mulai digelar...

Nikah Massal Kota Bandung Hari Ini, 10 Pasangan Dijadwalkan Akad di MPP

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Sebanyak 10 pasangan dijadwalkan mengikuti nikah...

Job Fair Online Depok Digelar Hari Ini, Sekitar 15 Perusahaan Ikut

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Job fair online Depok digelar...

5 Peristiwa Jawa Barat: King Kobra, Temuan Kerangka di Kuningan hingga Duka Sepak Bola

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Sejumlah peristiwa Jawa Barat terjadi...

Demplot Ubi Jalar Kuningan Naikkan Panen dari 3,5 Ton Jadi 6,3 Ton per 100 Bata

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Penerapan demplot ubi jalar di Desa Linggamekar,...

Lulusan SMK Jabar Didorong Terhubung Langsung ke Perusahaan

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong...

Sumur Bor Majalengka Layani 3.599 Warga di Empat Desa Saat Kemarau

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Empat sumur bor Majalengka kini melayani...

Olahraga

Popular Categories