lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Penanganan banjir Cibiru Bandung masih memerlukan kajian teknis dan persiapan anggaran setelah tiga lokasi diperiksa pada Jumat (16/10/2026). Salah satu kebutuhan yang teridentifikasi ialah normalisasi drainase di RW 02 dan RW 03 Kelurahan Pasir Biru, dengan persiapan pembiayaan untuk 2027.
Pemeriksaan oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama jajaran terkait mencakup Kelurahan Pasir Biru, Cipadung, dan Palasari. Kegiatan ini menindaklanjuti aspirasi warga dalam Siskamling Siaga Bencana pada 14–15 Oktober 2026. Persoalan saluran di ketiga lokasi berbeda sehingga kebutuhan pekerjaannya juga harus ditentukan masing-masing.
Penanganan Banjir Cibiru Bandung Memerlukan Pemeriksaan Jalur Air
Di Pasir Biru, saluran drainase pada dua RW tersebut belum berfungsi optimal. Rencana normalisasi berpotensi memerlukan penggalian di dekat bangunan, sehingga pelaksanaannya harus memperhitungkan kondisi konstruksi dan aktivitas warga.
Persiapan anggaran tahun berikutnya menjadi bagian dari rencana penanganan. Namun, rincian biaya dan jadwal pelaksanaan untuk setiap lokasi belum diumumkan dalam informasi peninjauan tersebut.
Sementara itu, pemeriksaan di Cipadung berpusat pada sodetan di Jalan A.H. Nasution RW 02. Kondisi saluran, perbedaan ketinggian tanah, serta letak fondasi bangunan menjadi bagian yang dicermati sebelum menentukan kemungkinan perubahan jalur air.
Arah sodetan menuju Panyileukan turut menjadi perhatian. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kelayakan jalur tersebut, termasuk kebutuhan konstruksi pendukung dan kemungkinan dampaknya pada wilayah penerima aliran.
Adapun di Palasari, lokasi yang diperiksa berada di sekitar pangkalan ojek Jalan A.H. Nasution dan Jalan Cilengkrang II. Kebutuhan penanganannya masih memerlukan kajian lanjutan. Penataan kawasan pangkalan ojek juga masuk dalam tindak lanjut yang disiapkan.
Dengan tahapan tersebut, peninjauan pada 16 Oktober merupakan bagian dari persiapan penanganan. Belum tersedia keterangan yang memastikan seluruh pekerjaan normalisasi di tiga lokasi itu telah dimulai.
Banjir Cibiru Bandung dalam Penanganan Drainase Kota
Pemeriksaan di Cibiru berlangsung ketika Pemerintah Kota Bandung juga memaparkan pembangunan sejumlah fasilitas pengendali banjir sepanjang 2026. Capaian tingkat kota itu perlu dibedakan dari rencana pekerjaan pada tiga lokasi yang baru ditinjau.
Dalam keterangan resmi yang dipublikasikan Diskominfo Kota Bandung pada 13 Oktober 2026, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga menyebut pembangunan dua rumah pompa di Cipamokolan dan Rancabolang. Setiap lokasi dilengkapi dua pompa berkapasitas masing-masing 150 liter per detik.
Dinas tersebut juga melaporkan pembangunan drainase baru sepanjang 3,9 kilometer, antara lain di Jalan Ibrahim Adjie dan kawasan Antapani. Dua kolam retensi di Sanggar Hurip dan Ciporeat turut disebut sebagai bagian dari pekerjaan tahun ini.
Fasilitas tersebut memiliki fungsi berbeda. Pompa membantu memindahkan air ketika aliran secara alami tidak memadai, sedangkan kolam retensi menampung limpasan sementara agar tidak langsung membebani saluran.
Untuk tiga lokasi di Cibiru, keputusan teknis masih perlu menyesuaikan keadaan setempat. Pemeriksaan saluran dan bangunan akan menjadi dasar penentuan pekerjaan, sementara rincian anggaran serta waktu pelaksanaannya belum tersedia.
(AA)
