Militer AS Dikirim ke Nigeria, Urusan Apa?

Peran AS di Medan Konflik Nigeria
Dukungan militer AS ke Nigeria disebut akan difokuskan pada wilayah barat laut dan timur laut negara tersebut. Selama hampir dua dekade, kawasan ini menjadi pusat konflik bersenjata akibat aktivitas kelompok Islam radikal, terutama Boko Haram dan faksi pecahannya, Islamic State West Africa Province (ISWAP).
Kedua kelompok tersebut dikenal kerap melakukan serangan terhadap warga sipil, aparat keamanan, serta fasilitas publik. Situasi ini membuat Nigeria menjadi salah satu negara dengan tingkat konflik internal paling tinggi di Afrika Barat, sekaligus menarik perhatian kekuatan global seperti Amerika Serikat.
Africom sebelumnya menyampaikan bahwa bentuk dukungan militer AS ke Nigeria mencakup peningkatan pengiriman peralatan, berbagi data intelijen, serta penguatan kapasitas keamanan lokal. Fokus utama kerja sama ini diarahkan pada upaya menekan pengaruh ISIS di kawasan Afrika Barat yang dinilai masih aktif dan adaptif.
Pengerahan militer AS ke Nigeria juga berlangsung di tengah pernyataan kontroversial Presiden Donald Trump yang sempat mengeklaim adanya genosida terhadap umat Kristen di Nigeria. Klaim tersebut menuai penolakan keras dari pemerintah Nigeria dan sejumlah pengamat independen, yang menilai konflik di negara tersebut lebih kompleks dan tidak semata berbasis agama.
Bagi Amerika Serikat, keterlibatan di Nigeria bukan hanya soal keamanan lokal, tetapi juga bagian dari kepentingan strategis global. Afrika Barat dipandang sebagai kawasan krusial dalam peta keamanan internasional, terutama terkait pergerakan jaringan teror lintas negara.
Dengan pengerahan tim militer kecil ini, Washington mengirimkan pesan bahwa isu ekstremisme di Afrika Barat masih menjadi perhatian serius. Sementara bagi Nigeria, kerja sama dengan Amerika Serikat diharapkan dapat memperkuat kemampuan negara tersebut dalam menghadapi ancaman keamanan yang belum menunjukkan tanda mereda.



