Insiden Pingsan Peserta Sosialisasi Pilkada di Purwadadi: Koordinasi Bermasalah

lintas Priangan.com, BERITA DAERAH. Sebuah insiden terjadi di lapangan Desa Purwadadi, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, di mana seorang peserta sosialisasi Pilkada 2024 yang diselenggarakan oleh Panitia Pelaksana Kecamatan (PPK) pingsan.
Kepala Puskesmas Purwadadi, Wastum, menjelaskan bahwa pihaknya tidak menerima pemberitahuan atau tembusan mengenai kegiatan tersebut dari PPK.
“Kami baru mengetahui adanya kegiatan ini pada pagi hari insiden terjadi. Saat kami mendapatkan laporan ada peserta yang pingsan, kami langsung mengirimkan satu unit mobil ambulance untuk mengevakuasi korban,” ungkapnya.
Meskipun respon Puskesmas cukup cepat, mereka harus menghadapi kritik dari masyarakat yang menganggap penanganan mereka terlambat. Sabtu. (28/09/2024).
Sebelum ambulance tiba, korban sudah dievakuasi menggunakan mobil dinas milik Polsek Lakbok karena tidak ada kendaraan medis di lokasi.
“Kami sangat mengerti kekhawatiran masyarakat, tetapi jika kami diberi tahu sebelumnya, kami bisa menyiapkan tim kesehatan untuk standby di lokasi,” jelas Wastum.
Kasiman, Kasubag TU Puskesmas Purwadadi, juga menambahkan bahwa saat mereka tiba di lokasi, mereka mengalami kesulitan karena tidak ada lahan parkir yang memadai untuk ambulance.
“Kami bahkan sempat dimarahi oleh warga sekitar karena dianggap terlambat dalam memberikan pelayanan. Ini menambah tekanan bagi tim kami,” katanya.
Ia menegaskan pentingnya koordinasi antara PPK dan pihak kesehatan. “Kami itu pelayan publik yang siap membantu 24 jam, namun dalam pelaksanaan kegiatan seperti ini, kami memerlukan adanya surat pemberitahuan atau permohonan dari pelaksana kegiatan. Tanpa itu, kami tidak bisa menyiapkan apa pun,” tegas Kasiman.
Lebih lanjut, Kasiman menjelaskan bahwa pihaknya telah menanyakan kepada petugas kesehatan di puskesmas tentang adanya surat dari PPK.
“Semua petugas mengatakan tidak ada, sehingga kami tidak bisa mengambil langkah awal sebelum mendapatkan informasi yang jelas,” tambahnya.
Setelah insiden ini, Ketua PPK Kecamatan Purwadadi, Wahyu, menyatakan bahwa mereka menerima tanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.
“Ini adalah keteledoran dari pihak kami. Kami hanya melakukan koordinasi dengan pimpinan forkopimcam tanpa melibatkan instansi lain yang seharusnya kami ajak bicara, seperti Puskesmas,” ujarnya.
Wahyu berjanji untuk meningkatkan komunikasi di masa mendatang. “Kami akan memastikan bahwa di setiap kegiatan yang melibatkan banyak orang, kami akan melibatkan semua instansi terkait, termasuk tim kesehatan, agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.
BACA JUGA: Kecamatan Rajadesa: Potensi Kopi Unggulan di Ciamis yang Terkenal
Pihak Puskesmas berharap agar di masa mendatang, mereka akan mendapatkan pemberitahuan yang lebih awal sehingga dapat mempersiapkan tim kesehatan dan fasilitas yang diperlukan.
Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi PPK dan instansi terkait lainnya dalam mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan.



