Berita Tasikmalaya

Pergeseran Tanah di Tasikmalaya, Puluhan Keluarga Terdampak

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pergeseran tanah terjadi di Kampung Margaluyu, Desa Cikondang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu 13 Febuari 2025 Malam Kemarin.

Kejadian ini mengakibatkan kerusakan pada beberapa infrastruktur dan menimbulkan ancaman terhadap keselamatan warga yang berada di sekitar lokasi bencana.

Menanggapi situasi ini, Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat langsung melakukan pengecekan di lokasi bencana. Kegiatan ini dipimpin oleh Komandan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar, Kompol Fajar Cahyono.

Kompol Fajar Cahyono mengatakan bahwa timnya melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi terkini di lokasi bencana serta mengambil langkah-langkah penanganan lebih lanjut.

“Kami melakukan Pengecekan Ke lokasi dan Pengecekan ini, untuk memantau situasi dan kondisi bencana pergeseran tanah Tersebut,” Kata Komandan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar, Kompol Fajar Cahyono Kepada Wartawan Kamis 13 Febuari 2025 Siang.

Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar, Tim SAR, pemerintah setempat, dan pihak Kepolisian Polsek Cineam serta Polres Tasikmalaya Kota melakukan koordinasi untuk memberikan bantuan dan memastikan keselamatan warga yang terdampak.

“Pengecekan ini juga untuk memeriksa kesehatan anggota yang terlibat dalam tugas SAR di lokasi,” jelasnya kepada wartawan, Kamis 13 Febuari 2025 siang.

Hingga saat ini, upaya evakuasi dan penanggulangan bencana terus dilakukan dengan penuh kewaspadaan.

Dalam pengecekan tersebut, selain Kompol Fajar Cahyono, hadir juga, Camat Cineam Denny, Kapolsek Cineam AKP Ikhwan, Kepala Desa Cikondang Eros Rosita, anggota BPBD Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya.

Kompol Fajar Cahyono menambahkan bahwa pergeseran tanah di kawasan tersebut sudah terjadi sejak hari Jumat, 31 Januari 2025, dengan pergeseran tanah mencapai 1 sentimeter setiap malamnya. Akibatnya, tanah amblas sekitar 20 hingga 30 sentimeter.

“Kami bersama unsur terkait akan terus memantau perkembangan pergeseran tanah ini untuk mencegah dampak yang lebih besar terhadap masyarakat di sekitar bencana,” tambahnya.

Berdasarkan data yang diterima, sedikitnya ada 33 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak dan terancam akibat bencana pergeseran tanah tersebut.

Terdapat ada dua wilayah RT yang terdampak, yaitu RT 02 RW 01 dengan 10 KK terdampak dan 15 KK terancam, serta RT 01 RW 01 dengan 7 KK terdampak dan 1 KK terancam.

Dengan demikian, Kompol Fajar Cahyono mengimbau kepada warga masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang dan mengukuti langkah-langkah antisipasi bencana lebih lanjut.

“Kami berharap masyarakat selalu hati-hati dan waspada, serta mengikuti arahan dari pihak berwenang,” tutupnya. (Lintas Priangan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button