Penjual Pil Koplo di Garut Dicokok Aparat

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Berbekal informasi awal yang diperoleh dari laporan masyarakat, Sabtu (18/01/2025), aparat kepolisian berhasil mencokok beberapa orang terduga penjual pil koplo di Garut. Para pelaku sebenarnya pemilik warung biasa. Namun, selain menjual barang dagangan yang umum dijual di warung, mereka juga diduga menjual pil koplo.
Pil koplo adalah obat-obatan resmi yang dapat diperoleh di apotik atau toko obat. Namun karena disalahgunakan, obat tersebut kerap disebut dengan istilah Pil Koplo. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, koplo itu artinya bodoh atau dungu.
Berbagai jenis obat yang memiliki kandungan depresan (penenang), kerap disalahgunakan jadi pil koplo. Contoh-contoh obat tersebut misalnya Excimer, Dumolid, Tramadol, Flakka, Dextro atau Nitrazepam.
Adapun dalam kasus penjual pil koplo di Garut, jenis obat yang sudah diamankan sebagai barang bukti antara lain Tramadol dan Nitrazepam. Selain mengamankan ratusan butir pil koplo, aparat kepolisian juga mengamankan barang bukti lain berupa sebilah golok, uang hasil penjualan pil koplo dan dua unit handphone.
Dari dua lokasi operasi, polisi mengamankan dua orang terduga penjual pil koplo di Garut. Yang satu berinisial AP (25), dan satu lagi HS (36). Adapun lokasi operasi yang pertama di Desa Cipicung, satu lagi di Desa Sukasenang. Kedua desa tersebut berada di wilayah Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.
Operasi penangkapan penjual pil koplo di Garut kemarin dipimpin langsung oleh Kapolsek Banyuresmi, AKP Usep Suryaman. Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua pelaku.
Penangkapan jaringan pengedar pil koplo di Kecamatan Banyuresmi itu mendapat apresiasi dari warga masyarakat. Selama ini, banyak warga yang was-was anak remajanya jadi korban peredaran pil koplo, yang memang kerap menyasar segmen remaja sebagai targetnya.
“Saya dan pasti juga warga lainnya sangat mengapresiasi operasi pemberantasan peredaran obat terlarang. Kami sebagai orang tua sering merasa was-was. Apalagi di daerah kami itu, banyak kepala keluarga yang sehari-hari di luar kota, mencari nafkah dengan membuka usaha cukur rambut. Jadi kami tidak bisa terlalu memperhatikan anak-anak remaja kami. Kami ucapakn terima kasih kepada petugas kepolisian,” ujar Aja, salah seorang warga Banyuresmi. (Lintas Priangan)



