Berita Garut

Banjir Garut 2025, Ratusan Rumah Terdampak

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Banjir Garut 2025 kembali mengguncang wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat. Hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu, 28 Juni 2025, memicu bencana banjir dan longsor di tujuh kecamatan sekaligus, merendam ratusan rumah warga serta melumpuhkan sebagian aktivitas warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut melaporkan, hingga Minggu siang, bencana hidrometeorologi ini telah menerjang 14 desa yang tersebar di Kecamatan Cilawu, Garut Kota, Sucinaraja, Tarogong Kidul, Sukaresmi, Banyuresmi, dan Karangpawitan.

Ratusan Rumah Terendam, Status Darurat Masih Dikaji

Kepala Pelaksana BPBD Garut, Aah Anwar Saefuloh, menyampaikan bahwa bencana banjir dan longsor menyebabkan sedikitnya 312 rumah terdampak. Di antaranya, satu unit rumah rusak berat, sementara ratusan lainnya terendam banjir, khususnya di wilayah Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul.

“Ini baru data sementara. Detailnya akan kami pastikan dalam rapat koordinasi,” ucap Aah.

Sejumlah titik longsor juga mengganggu akses jalan dan menyebabkan potensi bahaya lanjutan. Pemerintah Kabupaten Garut pun segera bergerak cepat merespons bencana ini.

Sekretaris Daerah Garut, Nurdin Yana, menjelaskan bahwa sesuai instruksi Bupati dan Wakil Bupati, seluruh jajaran pemerintah daerah telah diterjunkan ke lokasi-lokasi terdampak. Mereka membantu evakuasi, penanganan darurat, serta distribusi bantuan logistik.

Meski demikian, hingga saat ini Pemkab Garut belum menetapkan status tanggap darurat. “Kami akan melakukan kaji cepat untuk memastikan apakah kondisi ini masuk dalam kategori darurat,” tutur Nurdin, dikutip dari Antara.

Selain merendam rumah, banjir Garut 2025 juga menghantam sektor ekonomi warga. Di Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, usaha peternakan warga turut terdampak, mengakibatkan kerugian yang belum bisa ditaksir secara pasti.

Melalui upaya kolaboratif antarinstansi, pemulihan kawasan terdampak akan segera dilakukan. Namun, BPBD juga mengimbau masyarakat tetap waspada karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Banjir Garut 2025 menjadi peringatan nyata pentingnya mitigasi bencana jangka panjang di wilayah rawan. Selain langkah reaktif saat bencana datang, perencanaan tata ruang dan konservasi lingkungan harus mendapat perhatian serius untuk mencegah bencana berulang. (Lintas Priangan/AA)

Related Articles

Back to top button