Sekda Ciamis Tetapkan 7 Program Strategis untuk Perluas Akses Keuangan di Tahun 2025

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Dr. H Andang Firman Triyadi, menghadiri Rapat Pleno Penetapan Program Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun 2025. Rapat ini berlangsung di Aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kamis (22/05/2025).
Dalam rapat tersebut, TPAKD menetapkan tujuh program utama untuk memperluas akses keuangan bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti petani, pelajar, dan pelaku UMKM.
Sekda Andang menekankan pentingnya inklusi keuangan yang dibarengi dengan edukasi dan tanggung jawab dalam pengelolaan informasi. Ia mencontohkan, dahulu petani kesulitan mengakses pembiayaan, tetapi kini hadir berbagai program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk membantu mereka.
“Dulu petani kesulitan mendapatkan layanan keuangan. Kini, dengan adanya KUR dan AUTP, mereka bisa mendapatkan perlindungan dan pembiayaan usaha dengan lebih mudah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun kebiasaan menabung sejak dini bagi para pelajar melalui program “Satu Rekening Satu Pelajar” (KEJAR).
“Kita ingin membentuk budaya menabung, bukan hanya konsumtif. Ini bagian dari literasi keuangan yang harus ditanamkan sejak usia sekolah,” jelasnya.
Selain itu, digitalisasi keuangan menjadi fokus dalam program kerja TPAKD 2025. Meskipun teknologi semakin memudahkan transaksi, masyarakat diimbau tetap bijak dalam mengelola keuangan.
“Kemudahan digital jangan sampai membuat kita lepas kendali. Edukasi dan kontrol diri sangat diperlukan,” tegasnya.
Berdasarkan Berita Acara Rapat Pleno dan Keputusan Bupati Ciamis Nomor 500/Kpts.574-Huk/2022, berikut tujuh program kerja utama TPAKD Kabupaten Ciamis tahun 2025 yaitu,
- Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR): Mendorong pelajar memiliki rekening bank untuk menumbuhkan budaya menabung sejak dini.
- Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP): Memberikan perlindungan kepada petani dari risiko gagal panen.
- Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian: Menyediakan pembiayaan terjangkau bagi petani guna meningkatkan produktivitas.
- KUR untuk UMKM: Mempermudah akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan menengah agar terus tumbuh.
- Business Matching: Menjembatani pelaku usaha dengan lembaga keuangan dan mitra bisnis potensial.
- Sekolah Pasar Modal: Edukasi masyarakat mengenai investasi yang legal dan aman di pasar modal.
- Digitalisasi Keuangan: Mendorong penggunaan teknologi dalam transaksi keuangan demi efisiensi dan perluasan inklusi.
Dijelaskannya, penetapan tujuh program strategis tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam memperkuat akses layanan keuangan formal.
“Kita harus terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan, keberhasilan program-program ini akan sangat bergantung pada sinergi antar lembaga dan peran aktif masyarakat, khususnya dalam pemberdayaan UMKM serta penguatan sektor pertanian dan pendidikan. (Lintas Priangan/Nank)



