Berita Ciamis

Seleksi Terbuka Pimpinan BAZNAS Ciamis, Lili Miftah Ikuti Tes CAT

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Proses seleksi terbuka calon Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis resmi dimulai. Sebanyak 14 peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi mengikuti tahapan Tes Computer Assisted Test (CAT) di Kampus MAN 1 Darussalam Ciamis, Selasa (03/02/2026).

Salah seorang peserta yang mengikuti tahapan ini adalah Ketua BAZNAS Ciamis periode sebelumnya, Lilin Miftah, yang kembali mendaftarkan diri sebagai calon pimpinan.

Keikutsertaan incumbent tersebut mencerminkan pelaksanaan seleksi yang terbuka, transparan, dan kompetitif, dengan kedudukan yang setara bagi seluruh peserta.

Ketua Tim Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Ciamis, K.H. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, MBA., M.Ag., mengatakan seluruh peserta yang dinyatakan lolos administrasi wajib mengikuti tes CAT tanpa pengecualian.

“Tes CAT ini diikuti oleh seluruh calon, termasuk incumbent. Tidak ada perlakuan khusus. Semua peserta dinilai dengan standar dan mekanisme yang sama,” katanya.

Ia menjelaskan, tes CAT merupakan tahapan awal dalam rangka mengukur kompetensi dasar, pemahaman regulasi zakat, serta kapasitas manajerial calon pimpinan BAZNAS.

Setelah tahapan ini, peserta akan mengikuti presentasi makalah tanggal 05-06 Februari 2026 dan tahapan wawancara pada 09 Februari 2026. Menurut Ang Icep, seluruh rangkaian seleksi dirancang untuk menjaring figur pimpinan BAZNAS yang memiliki integritas, rekam jejak yang jelas, serta komitmen kuat dalam pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel.

“Hasil tes CAT, presentasi makalah, dan wawancara akan dinilai secara komprehensif untuk menentukan kandidat yang dinyatakan layak melanjutkan ke tahapan berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Sementara itu, Drs. H. Lili Miftah, M.BA, yang kembali mengikuti seleksi pimpinan Baznas Ciamis, sangat mengapresiasi terhadap kinerja tim seleksi dan panitia pelaksana. Menurutnya, profesionalisme panitia patut diacungi jempol karena mampu menciptakan suasana seleksi yang objektif, disiplin, dan tertib.

“Yang paling harus diapresiasi itu tim seleksi dan panitia. Mereka sangat profesional. Dengan panitia yang profesional, peserta juga otomatis dituntut untuk bersikap profesional,” katanya.

Dijelaskannya, para peserta yang mengikuti seleksi kali ini merupakan figur-figur dengan jam terbang tinggi, sehingga aspek kedisiplinan dan manajemen waktu menjadi perhatian utama.

Meski telah memiliki pengalaman panjang, para peserta tetap dituntut memberikan performa terbaik dalam setiap tahapan seleksi.

“Walaupun kita mungkin sudah lima tahun di kantor atau punya pengalaman, tetap saja kita harus memberikan yang terbaik. Dalam seleksi ini, semua peserta diposisikan sama, tidak ada yang diistimewakan,” jelasnya.

Tes CAT berlangsung selama dua jam dengan total 150 soal. H. Lili mengaku mampu menyelesaikan seluruh soal dalam waktu sekitar satu jam lebih. Menurutnya, strategi terpenting adalah mengisi seluruh soal tanpa mengosongkan jawaban.

“Yang penting diisi semua. Soal pajak tadi Alhamdulillah saya yakin bisa menjawab dengan baik. Kalau pun ada salah satu dua soal, itu masih wajar dan toleran,” ujarnya.

Seleksi selanjutnya dijadwalkan pada 5 Februari 2026, yakni tahap penulisan makalah yang akan dilanjutkan dengan wawancara. Terkait hal ini, H. Lili menyatakan kesiapan dirinya, terutama karena makalah yang diminta berkaitan dengan visi dan arah pengelolaan BAZNAS ke depan.

BACA JUGA: Menteri LHK Nilai Langsung Pasar dan TPA Ciamis

“Makalah itu kan berbicara tentang visi ke depan. Karena saya incumbent, saya sudah tahu sejauh mana kinerja selama lima tahun terakhir dan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Semua sudah by system, terukur, dan tahapan-tahapannya jelas,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa dalam menyusun makalah, dirinya tidak sekadar bersifat normatif atau menebak-nebak, melainkan berdasarkan pengalaman langsung dan evaluasi kinerja yang telah berjalan.

Menutup pernyataannya, H. Lili menyerahkan sepenuhnya hasil seleksi kepada Allah SWT, seraya menekankan pentingnya ikhtiar maksimal dalam setiap proses.

“Optimisme itu urusan Allah. Tugas kita adalah berusaha sebaik mungkin. Soal hasil, itu bukan hak kita. Kita serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT,” pungkasnya.

Melalui proses seleksi yang objektif dan transparan, diharapkan dapat melahirkan pimpinan BAZNAS Kabupaten Ciamis yang kredibel dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat di daerah. (FSL)

Related Articles

Back to top button