Pengawasan Pemilu: Tugas Bersama Jaga Integritas

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS Pengawasan pemilu memegang peranan yang sangat penting untuk memastikan bahwa proses demokrasi berjalan dengan jujur, adil, dan transparan. Ketua Panwaslu Ciamis, Uup, mengtakan bahwa tugas menjaga integritas pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab pengawas, tetapi juga melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Dalam upaya mewujudkan pemilu yang berkualitas, pengawasan terbagi menjadi dua tahapan yang membutuhkan perhatian serius, yakni masa tenang dan hari pemungutan suara.
Masa tenang, yang berlangsung sebelum hari pemungutan suara, adalah periode penting di mana semua aktivitas kampanye harus dihentikan. Pada masa ini, banyak potensi pelanggaran yang dapat terjadi, seperti politik uang dan kampanye terselubung.

Uup mengungkapkan, bahwa pengawas pemilu tidak tinggal diam menghadapi tantangan ini. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penertiban alat peraga kampanye (APK) yang melanggar aturan. Dalam hal ini, pengawas bekerja sama dengan Satpol PP untuk memastikan bahwa APK yang terpasang di tempat umum maupun privat segera diturunkan.
Selain APK, media sosial juga menjadi perhatian utama selama masa tenang. Uup menjelaskan bahwa sejumlah kandidat atau pendukungnya kerap menggunakan platform digital untuk menyebarkan pesan politik secara terselubung. Oleh karena itu, pengawas secara aktif memantau akun-akun media sosial yang dicurigai melanggar aturan.
“Jika ditemukan pelanggaran, laporan segera disampaikan untuk ditindaklanjuti oleh Bawaslu,” tegas Uup
Uup juga menekankan pentingnya mengawasi praktik politik uang yang merusak integritas pemilu. Untuk itu, pengawas memperketat pengawasan di daerah-daerah rawan, seperti pasar dan perkampungan, yang sering dijadikan tempat bagi praktik tersebut.

Pada hari pemungutan suara, pengawasan terus berlanjut dengan memastikan bahwa segala hal terkait logistik pemilu terlaksana dengan baik. Pengawas memantau distribusi surat suara dan kotak suara, memastikan semuanya tiba di tempat pemungutan suara (TPS) dalam kondisi yang baik dan sesuai jumlah.
“Jika ada kekurangan atau kesalahan, hal tersebut harus segera diperbaiki,” ucap Uup. Sabtu, (23/11/2024).
Uup menjelaskan bahwa pengawasan tidak hanya berhenti pada pengiriman logistik, tetapi juga pada netralitas TPS. Pengawas memeriksa lokasi TPS untuk memastikan bahwa pemilih tidak merasa terpengaruh oleh kedekatan lokasi TPS dengan rumah calon atau simpatisannya.
Selama proses pemungutan suara, pengawas mengawasi jalannya acara dari awal hingga akhir, mulai dari pengecekan identitas pemilih hingga penghitungan suara.
Uup menegaskan bahwa hal ini dilakukan untuk mencegah pelanggaran seperti intimidasi, pemilih ganda, atau manipulasi suara. Setiap pelanggaran yang terjadi akan segera dicatat dan dilaporkan untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Puncak dari pengawasan pemilu adalah tahap penghitungan suara,” kata Uup.
Uup menjelaskan, bahwa transparansi dalam penghitungan suara sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap hasil pemilu. Proses penghitungan dilakukan secara terbuka di hadapan saksi dan masyarakat, untuk memastikan tidak ada manipulasi data.
BACA JUGA: Sosialisasi Pilkada Ciamis 2024: Pentingnya Gunakan Hak Pilih
Pengawas juga mendokumentasikan hasil penghitungan dengan mengambil foto formulir C1 dan mencatat hasilnya, sebagai langkah preventif terhadap kemungkinan kesalahan atau manipulasi pada tahap rekapitulasi suara.
Secara keseluruhan, pengawasan yang dilakukan selama masa tenang dan hari pemungutan suara sangat penting untuk menjaga pemilu yang jujur dan adil. Dengan kolaborasi antara pengawas, masyarakat, dan aparat keamanan, diharapkan integritas pemilu dapat terjaga, sehingga pemilu dapat menghasilkan pemimpin yang benar-benar mewakili pilihan rakyat.
“Jika semua pihak bekerja dengan penuh integritas, pemilu akan menghasilkan pemimpin yang benar-benar mewakili pilihan rakyat,” pungkas Uup. (Nanang Irawan/lintaspriangan.com)



