Nasional

Peringkat 10 Perguruan Tinggi Paling Penjaga Bumi Indonesia

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Istilah “penjaga bumi” dalam judul ini bukan kiasan kosong, apalagi klaim sepihak. Yang dimaksud penjaga bumi adalah perguruan tinggi yang secara terukur dan konsisten menjalankan praktik keberlanjutan lingkungan, mulai dari tata kelola kampus, efisiensi energi, pengelolaan air dan sampah, hingga integrasi nilai keberlanjutan dalam pendidikan serta riset. Penilaian tersebut berdasarkan Pemeringkatan UI GreenMetric World University Rankings 2025, sebuah sistem pemeringkatan global yang secara khusus mengukur komitmen kampus terhadap lingkungan.

Melalui rilis resminya, UI GreenMetric World University Rankings menyampaikan apresiasi kepada 196 perguruan tinggi di Indonesia yang berpartisipasi pada pemeringkatan 2025. Partisipasi ini menunjukkan bahwa kampus-kampus di Indonesia tidak lagi memandang isu lingkungan sebagai urusan pinggiran, melainkan sebagai bagian dari tanggung jawab institusional.

Dalam konteks inilah, frasa penjaga bumi dimaknai secara konkret: kampus yang menjaga ruang hidupnya, menekan jejak karbon, mengelola sumber daya dengan bijak, dan mendidik warganya untuk berpikir berkelanjutan. Jadi, yang dijaga bukan hanya taman kampus atau pepohonan, melainkan masa depan.

Apa yang Dinilai dan Mengapa Disebut Penjaga Bumi

UI GreenMetric menilai perguruan tinggi menggunakan enam indikator utama, yakni Setting & Infrastructure, Energy & Climate Change, Waste, Water, Transportation, serta Education & Research. Keenam indikator ini mencerminkan bagaimana kampus mengelola lingkungan fisik sekaligus membangun budaya keberlanjutan.

Misalnya, pada indikator energi dan perubahan iklim, kampus dinilai dari upaya efisiensi energi dan pengurangan emisi. Pada pengelolaan air dan sampah, yang dilihat bukan sekadar fasilitas, tetapi juga sistem dan kebijakan yang berjalan. Sementara pada pendidikan dan riset, UI GreenMetric menilai sejauh mana nilai keberlanjutan ditanamkan dalam kurikulum dan kegiatan ilmiah. Inilah sebabnya kampus yang unggul dalam pemeringkatan ini layak disebut penjaga bumi—karena penjagaannya terukur, sistematis, dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil UI GreenMetric 2025, peringkat teratas diraih Universitas Indonesia. Di bawahnya menyusul Universitas Diponegoro dan Universitas Gadjah Mada. Lima besar dilengkapi Universitas Negeri Semarang dan Institut Pertanian Bogor.

Peringkat keenam hingga kesepuluh ditempati Universitas Sebelas Maret, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, serta UIN Raden Intan Lampung.

Daftar ini memperlihatkan satu pola penting: keberlanjutan tidak lahir dari kebetulan. Ia merupakan hasil kebijakan jangka panjang, investasi infrastruktur hijau, dan perubahan perilaku sivitas akademika—dari mahasiswa hingga pimpinan kampus.

Kampus sebagai Ruang Hidup dan Penentu Masa Depan

Menjadi penjaga bumi bagi perguruan tinggi berarti menyadari bahwa kampus adalah ruang hidup. Di dalamnya, ribuan orang belajar, bekerja, dan berinteraksi setiap hari. Cara kampus mengelola energi, air, dan transportasi berdampak langsung pada lingkungan sekitar—bahkan pada kota tempat kampus itu berada.

UI GreenMetric juga menekankan pentingnya kolaborasi. Kampus-kampus didorong untuk saling belajar dan berbagi praktik baik, karena tantangan lingkungan tidak mengenal batas institusi maupun negara. Transformasi menuju kampus hijau dinilai sebagai proses berkelanjutan, bukan garis akhir yang selesai ketika peringkat diumumkan.

Bagi perguruan tinggi yang belum masuk 10 besar, pemeringkatan ini bukan vonis, melainkan cermin dan peta jalan. UI GreenMetric membuka akses informasi Questionnaire 2026 bagi kampus yang ingin memperkuat komitmen keberlanjutan mereka ke depan.

Akhirnya, penjaga bumi dalam judul ini adalah sebutan bagi kampus yang memilih untuk bertanggung jawab—bukan hanya pada reputasi akademik, tetapi juga pada bumi yang menjadi rumah bersama. Dan dari pemeringkatan UI GreenMetric 2025, terlihat bahwa semakin banyak kampus di Indonesia yang bersedia mengambil peran itu. (AS)

Related Articles

Back to top button